-->

Search News

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



Tingkatkan Sinergitas, Babinsa Koramil Tejakula Laksanakan Komsos dengan Perangkat Desa

Tingkatkan sinergitas, Babinsa Koramil Tejakula laksanakan komsos dengan Perangkat Desa

BULELENG -Babinsa Koramil 1609-04/Tejakula Kodim 1609/Buleleng Sertu Gede Budarsa melaksanakan Komsos dalam rangka meningkatkan silaturahmi dan hubungan kerja yang baik di wilayah binaanya, Rabu (10/8/2022). 

Sertu Gede Budarsa mengungkapkan, jika kegiatan Komsos tersebut bertujuan meningkatkan keamanan dan silaturahmi dengan warga binaannya. Sekaligus untuk mengetahui kondisi dan perkembangan di masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan Komsos akan terjalin silaturahmi yang baik dengan warga binaan akan tercipta suasana yang nyaman dan sejuk, sehingga memperlancar tugas keseharian sebagai Babinsa di wilayahnya.

Diakui, dengan Komsos pihaknya juga dapat mengetahui perkembangan situasi di wilayah desa binaan dan dapat melakukan upaya deteksi dini dan cegah dini, sehingga apabila ada hal-hal negatif yang berkembang bisa cepat diselesaikan.

“Apapun yang terjadi di wilayah binaan tentunya seorang Babinsa dapat mengetahuinya dan mengerti duduk persoalannya dengan baik,” pungkasnya. (Mga)

Koster Perkenalkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali di Side Event G20 Indonesia

I Wayan Koster

BALI - Gubernur Wayan Koster paparkan konsep ekonomi Kerthi Bali di Side Event G20 Indonesia, dalam acara itu Gubernur Bali, Wayan Koster mengucapkan apresiasi dan terima

kasih, karena Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan pertemuan Side Event G20 Indonesia, 3rd Development Working Group Meeting dengan tema,

'Transforming the Economy Towards a Resilience and Sustainable Growth'

yang diselenggarakan oleh Kementrian PPN / Bappenas RI dan di BNDCC, Nusa Dua, Badung pada, Senin (Soma
Umanis, Medangkungan) 8 Agustus 2022.

Pertemuan yang sangat penting dan sebagai bagian acara pendahuluan dari rangkaian pertemuan Presidensi G20, serta berkontribusi langsung dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali ini dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa,
Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Taufik
Hanafi, hingga narasumber dari mantan Menteri Perencanaan Venezuele (1992-1993), Racardo Hausmann, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2009-2014), Armida Alisjahbana, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (1998-1999) dan Wakil Presiden RI (2009-2014), Bapak Budiono, dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2016-2019) serta mantan Menteri Riset dan Inovasi RI (2019-2021), Bambang Brodjonegoro.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan dalam upaya melakukan Transformasi Ekonomi Bali akibat Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung lebih dari dua tahun yang sangat berdampak pada seluruh sendi kehidupan terutama sektor perekonomian.
Dimana dari 34 provinsi di Indonesia, Provinsi Bali mengalami kontraksi ekonomi terdalam dan terlama akibat Pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan karena lebih dari 54% perekonomian Bali bergantung pada sektor pariwisata.

Kata Wayan Koster, "sektor pariwisata sangat rentan terhadap perubahan faktor eksternal, yaitu: gangguan keamanan, bencana alam, dan bencana non alam seperti munculnya Pandemi COVID-19
yang melanda hampir semua negara di dunia"

"Kejadian yang menimpa sektor pariwisata ini, berdampak langsung yang
mengakibatkan perekonomian Bali terpuruk, mengalami kontraksi pertumbuhan sangat dalam, sebesar -9,31%,” jelas orang nomor satu
di Pemprov Bali ini.

Bertitik tolak dari pengalaman tersebut, sudah saatnya Bali menata ulang perekonomiannya untuk menyeimbangkan struktur dan
fundamental perekonomian Bali.

Kembali kepada keorisinilan dan
keunggulan sumber daya lokal meliputi Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali terutama di sektor pertanian, sektor kelautan dan perikanan, dan sektor industri kerajinan rakyat berbasis budaya
branding Bali.

Pariwisata diposisikan sebagai sumber tambahan (bonus/benefit) dalam perekonomian Bali yang harus dikelola agar berpihak terhadap sumber daya lokal Bali. Selain itu, hendaknya pengembangan perekonomian Bali mengakomodasi perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) termasuk teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi kreatif dan digital.

Perkembangan IPTEK juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
perekonomian agar berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, dan
berkelanjutan.

Ketidakseimbangan struktur dan fundamental perekonomian Bali
mengakibatkan perekonomian Bali: di satu pihak, sangat tergantung
dan sangat rentan terhadap perubahan faktor eksternal; di pihak lain,
pertumbuhan kapasitas ekonomi Bali kurang berkembang secara
optimal. Guna memperkuat dan menyeimbangkan struktur dan
fundamental perekonomian Bali diperlukan suatu konsep ekonomi
yang komprehensif, yaitu Ekonomi Kerthi Bali.

Ekonomi Kerthi Bali merupakan implementasi visi Pembangunan
Bali

“Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU. Visi tersebut untuk mewujudkan keseimbangan/ keharmonisan Alam Bali, Manusia Bali,
dan Kebudayaan Bali sesuai dengan nilai- nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber utama kesejahteraan / kebahagiaan kehidupan manusia meliputi:

1. Atma Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Atman/Jiwa;
2. Segara Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Pantai dan Laut;
3. Danu Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Sumber Air;
4. Wana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Tumbuh-tumbuhan;
5. Jana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Manusia; dan
6. Jagat Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta.
9. Ekonomi Kerthi Bali adalah ekonomi untuk mewujudkan Bali berdikari dalam Bidang Ekonomi, dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan menerapkan 11
(sebelas) prinsip, yaitu:

1) Ekonomi yang dikembangkan dari sikap mensyukuri/memuliakan kekayaan, keunikan, dan keunggulan sumber daya lokal Alam Bali beserta Isinya sebagai anugerah dari Hyang Pencipta.

2) Ekonomi yang dikembangkan sesuai potensi sumber daya lokal Alam Bali beserta isinya.

3) Ekonomi yang dikembangkan oleh Krama Bali secara inklusif, kreatif, dan inovatif.

4) Ekonomi yang dikembangkan berbasis nilai-nilai adat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali.

5) Ekonomi yang dikembangkan dengan menjaga ekosistem Alam dan Budaya secara berkelanjutan.

6) Ekonomi yang dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas perekonomian lokal Bali, berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing.

7) Ekonomi yang dikembangkan dengan mengakomodasi penerapan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta teknologi digital.

8) Ekonomi yang memberi manfaat nyata guna meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara
Niskala-Sakala.

9) Ekonomi yang dibangun dengan asas gotongroyong.

10) Ekonomi yang dibangun untuk meningkatkan ketangguhan menghadapi dinamika perkembangan zaman secara
lokal, nasional, dan global.

11) Ekonomi yang menumbuhkan
spirit jengah dan cinta/bangga sebagai Krama Bali.

Ekonomi Kerthi Bali memiliki 6 Sektor Unggulan, yaitu:

1) Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan
Perkebunan dengan Sistem Pertanian Organik.

2) Sektor Kelautan dan Perikanan.

3) Sektor Industri Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Branding Bali.

4) Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi.

5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital.

6) Sektor Pariwisata, yaitu: pariwisata
berbasis budaya, berorientasi pada kualitas, dan bermartabat.

Ekonomi Kerthi Bali merupakan konsep ekonomi yang harmonis terhadap alam, hijau/ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah,
berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan.

Selain itu, Ekonomi Kerthi Bali merupakan konsep dengan paradigma baru untuk mewujudkan tatanan kehidupan perekonomian sebagai Penanda
BALI ERA BARU, diharapkan menjadi arus utama dalam perubahan
tatanan ke dunia global.

Dengan pola pembangunan perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali akan terjadi keterhubungan langsung antar Sektor Unggulan, menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru,
meningkatkan kapasitas perekonomian Bali, menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali, sehingga secara nyata memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara Sakala-Niskala.”Penerapan konsep Ekonomi
Kerthi Bali akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap upaya penurunan emisi karbon,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Konsep pembangunan Ekonomi Kerthi Bali digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS dalam menyusun
program Transformasi Ekonomi Bali melalui Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru:

“hijau, tangguh, dan sejahtera”.

Dengan pelaksanaan transformasi ini akan terwujud perekonomian
Bali yang Hijau, yaitu ramah lingkungan dan berkelanjutan; Tangguh, yaitu memiliki daya tahan terhadap krisis dan guncangan eksternal, bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing; Sejahtera, yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat, baik sebagai pelaku usaha
maupun penerima manfaat dari proses pembangunan tersebut, dengan kondisi yang adil dan merata.

Peta Jalan Transformasi Ekonomi Bali telah diluncurkan secara resmi oleh Yang Mulia, Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo pada tanggal 3 Desember 2021.

“Peta Jalan ini menjabarkan strategi dan rencana aksi pemulihan ekonomi jangka
pendek dan strategi transformasi perekonomian Bali dalam jangka
menengah-panjang. Disamping juga menata kembali perekonomian
Bali dengan prinsip memanfaatkan berbagai sumber daya lokal Bali
baik alam, manusia dan budayanya, secara optimal dan
berkelanjutan,” tambah Gubernur Bali jebolan ITB ini, seraya menyatakan ada dua tahapan yang akan dicapai dalam transformasi ekonomi Bali yaitu; Tahap Pemulihan Ekonomi dan Tahap
Transformasi Ekonomi. Kedua tahapan tersebut dituangkan dalam “road map” atau Peta Jalan Transformasi Ekonomi Bali dalam bentuk Rencana Aksi Pemulihan Ekonomi Jangka Pendek dan
Strategi Transformasi Perekonomian Bali dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Langkah Pemulihan Ekonomi jangka pendek dilakukan terutama untuk mengembalikan kegiatan ekonomi, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat Bali.

Sementara itu, Transformasi Ekonomi Bali adalah proses pembangunan ekonomi yang memiliki dampak jangka
Panjang, yang mencakup enam strategi besar dan dijalankan dengan berbagai program pembangunan, yaitu:

1) Bali Pintar dan
Sehat.

2) Bali Produktif.

3) Bali Hijau

4) Bali Terintegrasi

5) Bali Smart Island

6) Bali Kondusif.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan Kami mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS dalam implementasi Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh Dan Sejahtera, dalam kerangka terwujudnya cita-cita Indonesia Maju Tahun 2045.

“Pada kesempatan ini, Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri serta seluruh jajaran atas segala komitmen dan dukungan kuat yang telah diberikan untuk kemajuan Bali,” pungkasnya. (Tim)

Sulinggih Jadi Korban, Investasi DOK Rugikan Ribuan Warga Bali

Arik Bego (nama panggilan) kiri dan Kuasa Hukum Korban Dewa Nyoman Wiesdya Dana Brata Parsana, SE, SH.

DENPASAR - Permasalahan investasi yang ujungnya merugikan masyarakat banyak, banyak mencuat dipermukaan belakangan ini. Bukan hanya pandemi tetapi sudah rahasia umum bahwa perputaran investasi ini macet lantaran Pandemi Covid-19 kemarin. Hikmahnya Covid-19 menyelamatkan banyak orang terjerumus lebih dalam.




PT. DOK (Dana Oil Konsorsium), yang diduga telah menawarkan keuntungan berlipat yang terkadang tidak masuk akal, membuat masyarakat buta dengan nama perusahaan yang mencantumkan embel-embel minyak (oil). Awak media Garda Media sempat menasehati warga netizen pada waktu yang lalu soal tidak benarnya hubungan minyak bumi dengan investasi ini di media sosial (FB), ternyata banyak warga net membela dan seingat bahkan mencaci maki awak media, seolah-olah membela investasi mereka. 

Investasi itu disebarkan melalui akun Facebook, kejadian itu sudah sangat lama, yang artinya masyarakat luas sudah banyak yang kena.




Menurut keterangan masyarakat yang mengadukan ke Arya Wedakarna selaku DPD RI, Investasi itu memberikan keuntungan sebesar rata-rata 2% - 2,5% per-minggu. Tetapi impian itu sirna setelah berselang beberapa lama mereka tidak lagi memberikan keuntungan seperti yang dijanjikan.


Dewa Nyoman Wiesdya Dana Brata Parsana,SE,SH., selaku kuasa hukum dari sebagian masyarakat yang memperjuangkan haknya, menyampaikan kedatangan kliennya untuk memohon kepada AWK yang membidangi masalah hukum di DPD RI ini agar dibantu untuk mempercapat menyelesaikan masalah dana mereka di PT DOK yang sampai kini tidak bisa ditarik.

"Langkah ini saya ambil karena sosok AWK ini sering viral di media sosial, ini juga murni dari para korban, saya hanya juru bicara saja disini"

"Saya berharap dapat jalan dan saya menunggu jalan dari AWK, saya sebagai kuasa hukum menjalankan sesuai prosedur sesuai hukum yang berlaku, tentang pelaku ini (Pemilik PT. DOK) soal dugaan untouchable saya no Comment (tidak mau komentar)," ungkap Dewa Nyoman, Kamis (04/08/2022) di Kantor DPD RI Renon Denpasar.

Ditanya soal pernyataan dari Dewa Nyoman soal seorang berprofesi Sulinggih ada yang kena investasi seperti ini, dirinya menjawab bahwa bukan hanya Sulinggih saja, tetapi Notaris, Advocat, Perwira Menengah (Polda) juga ada. Karena PT. Ini pun semua jajaran juga dikelola orang Bali yang artinya ini point kepercayaan masyarakat Bali untuk mau berinvestasi.

"Yang ikut investasi ini tidak murni kebodohan nasabah, ini karena terpampang ijin pendirian PT., ijin tingkat 1 dan tingkat 2. Jadi seolah-olah PT. Ini legal"

"Ditanya soal ijin OJK itulah yang ditutup-tutupi, fakta ini juga tidak boleh dikaburkan, ini juga real di tradingin-in di tempat legal MONEX"

Ditanya soal MONEX apakah terlibat, dirinya mengatakan itu kewenangan Polda.

"Tunggu rilis di Polda saja"

Dalam pertemuan itu terungkap ada sekitar 5.000 investor yang uangnya tertanam di DOK. Disana Dewa Wiesya Danubrata Parsana selaku kuasa hukum para korban mengaku baru 392 yang dilaporkan di Polda Bali, dengan nilai Rp. 22,6 Milliar

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (AWK) ditanya soal permasalahan ini, ia mengatakan bahwa akan membuka posko pengaduan, bagi masyarakat yang merasa dirugikan wajib membawa data lengkap ke kantor DPD RI Renon.

"Kasus-kasus ini seperti puncak gunung es, yang ini dari kasus sebelumnya Binomo dan lainnya sejak tahun 2019. Ini saatnya pembersihan, masyarakat sudah mulai sadar, jangan percaya hanya dari tik tok, intagram saja tetapi harus lihat juga dari perundang-undangannya"

Ditanya soal seseorang yang berprofesi Sulinggih kena korban juga, dirinya tersenyum dan menyebutkan kita semua tahu.

"Kembali kepada skema Ponzi itu, untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Kita belajar dan mulat sarira kalo sulinggih saya yakin tidak langsung dari beliaunya, tetapi datang dari Sisyanya (murid), mungkin dari Griyanya. Intinya harus tetap berhati-hati, info dari Menkominfo yang sudah menutup 15 situs judi online, terang AWK.

Menanyakan kembali kepada Arik Bego (bukan nama sebenarnya), selaku korban. Ia menceritakan bahwa kerugian ini dianggapnya seperti judi. Karena kedekatannya dengan pelaku inilah dirinya mau ikut dalam investasi ini.

"Saya hanya minta sebagian uang saya pun, dan saya anggap kalah judi. Eh malah saya diajak berkelahi ada bukti chatnya"

"Saya diajak berkelahi di Denpom (kantor). Nyoman Tridana Yasa ini panggilan akrabnya Komang, karena kedekatan inilah saya minta uang 50 juta saja, biarin dah 60 juta hilang"

Janji tanggal 2 (tidak menyebutkan bulan dan tahun) untuk berkelahi, ia bercerita saat itu dirinya berada di Surabaya. Ia bercerita bahwa Komang ini akan mengajak ketua preman, kepala polisi. Dirinya juga ditegaskan oleh kuasa hukumnya bahwa Komang ini melihatkan chat dengan Denpom (screen shot) untuk memfasilitasi dirinya dan pemilik PT. DOK ini bertarung.

"Dia juga memperlihatkan kirimin screen shot Komang yang nge-chat dengan Denpom untuk memfasilitasi dirinya duel"

Ditanya soal chat tersebut dirinya belum bisa memperlihatkan, masih mencari.

Investasi ini berawal dari 10 juta yang dirinya investasikan, karena tidak menyangka bahwa dirinya mendapatkan keuntungan, masuk langsung ke rekening.

"Kembali saya mendengarkan pemaparan PT. DOK ini dengan 0 resiko, beli putus, beli barang dengan harga lunas dan saya tertarik, saya masang 100 juta lalu beberapa bulan lagi langsung goyang"

"Tertingginya saya pernah mendapatkan 2,5%, dengan nilai 2 juta per-minggu, 1,8 juta per-minggu, atau 2,2 juta per-minggu tidak tentu"

Ia juga menegaskan bahwa keinginannya adalah uangnya kembali, masalah pidana atau tidak itu tidak soal. (Ray)

EXPAT Coffee Roasters, Perkenalkan Kopi Columbia, Brazil dan Fermentasi baru

 

Yande J. Wirawan yang juga Brand Ambassador dan Training Manager at EXPAT Roasters

BADUNG - Menikmati secangkir kopi bagi sebagian orang adalah gaya hidup, inilah yang ditawarkan oleh EXPAT COFFEE ROASTERS BALI. Mengunjungi acara Kuta Bali Cupping Season di The Beach Walk Shopping Center, Rabu (03/08/2022).




Expat Coffee Roasters juga menggunakan mesin penggiling kopi keren sekelas Victoria Arduino Mythos One dan Mahlkonig EK43. Tim Garda Media juga mendapat jamuan secangkir kopi yang nikmat, sambil berbincang ringan dengan Yande J. Wirawan yang juga Brand Ambassador dan Training Manager at EXPAT Roasters.

Ia menjelaskan bahwa bisnis EXPAT ini bergerak menjual dan menyediakan coffe beans (biji kopi) ke Cafe-cafe seluruh Indonesia dan di luar negeri, training dan penjualan coffee shop.

"Kita ada coffe shop di Beach Walk dan Peti tenget"

Dalam acara tersebut ia juga menjelaskan bahwa tujuan EXPAT adalah memperkenalkan coffee asal Columbia, Brazil dan beberapa fermentasi unik dari Cofinet.

"Ini merupakan generasi yang ke-4 Coffe Columbia dan juga memperkenalkan fermentasi baru dari Cofinet," ungkap Yande.

Kopi yang yang digunakan EXPAT ini memang dari dulu menggunakan Kopi asli nusantara, tetapi kali ini mencoba membuat terobosan baru untuk mencampur (blend) antara biji kopi lokal dan luar negeri tadi. Ia menjelaskan juga rasa origin dari kopi Columbia ini, yang biji kopinya berasal dari Ethiopia (genetik) dan ditanam di Columbia. Dengan kandungan tanah Columbia yang bagus itu, cocok dengan varian jenis ini, tentu membuat cita rasa yang lebih baik.

"Kopi Bali sendiri juga memiliki cita rasa yang berbeda. Mix inilah yang nanti membuat EXPAT bisa beda"

Torik seorang barista EXPAT Roasters menjelaskan produk-produk yang dijual di kedai ini. Ada juga jenis Coffee sachet yang dijual, mempermudah pelanggan untuk menyeduhnya dirumah dan lebih praktis untuk satu cangkir kopi pada pagi hari.

"Kopi sachet ini simpel, jenis Nomad ini sendiri untuk sehari-hari dengan rasa yang lebih balance (seimbang), jadi untuk kakak-kakak yang punya masalah lambung jadi masih lebih aman, tidak ada masalah"

"Ini untuk satu gelas seduh dengan harga Rp. 17.500,- belum termasuk tax and service, "ungkap Torik. (Ray)

Terminal LNG, Wandhira Bersikeras di Benoa, Susruta: Jangan Demo-Demolah

 

I Wayan Mariyana Wandhira (kiri) dan Anak Agung Susruta Ngurah Putra (kanan), latar sumber IG walhibali

DENPASAR ● Dua tokoh Denpasar yang ditemui terpisah saling memberikan opininya terhadap keberadaan rencana pembangunan terminal khusus (Tersus) LNG Sidakarya. Polemik yang terjadi diantara pro dan kontra membuat banyak masyarakat Bali yang baru menghadapi pandemi ini sudah dihebohkan lagi dengan aksi demo tolak terminal LNG.




Menemui I Wayan Mariyana Wandhira selaku wakil ketua DPRD Kota Denpasar, yang dibeberapa media dikatakan bungkam kepada media soal dirinya melakukan aksi demo pada saat Bali baru saja pulih dari Pariwisatanya.

Ditanyakan soal Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Denpasar Tahun 2021-2041, yang digagasnya mengapa sekarang ditolak.

"Kita sejatinya tidak menolak yang namanya energi bersih, tetapi energi bersih ini jangan kontradiktif bila ini nanti merusak lingkungan," sebutnya, Selasa (02/08/2022), di ruang kantor Partai Golkar Denpasar.

Ia juga menekankan bahwa Menteri BUMN sudah mengesahkan disana, cadangan energi itu ada di pelabuhan Benoa. Wacana PT.DEB dalam pengamatannya menjelaskan bahwa lokasinya ada di wilayah Tahura Mangrove, itu penolakannya bukan tanpa alasan tekan Wandhira kepada awak media.

"Kita tidak menolak LNG-nya, bila ada lokasi di Desa Sidakarya yang representative tanpa merusak alam lingkungan tentu kita tidak tolak, kita menolak perubahan bentuk alam. Tentu itu harus ada kajiannya"

Ia juga bertanya balik tentang kemandirian energi, apakah betul kita butuhkan itu. Selama ini tidak diberikan data yang pasti berapa defisit energi Bali. Ia juga menegaskan bila saja itu diletakan di lepas pantai tidak masalah, itu sejalan dengan wacana Gubernur Bali untuk tidak membabat mangrove.

"Ini semua teknis seperti kemandirian bisa gunakan angin, matahari (solar). Ini tentu butuhnya kajian"

Ditanya kembali tentang letak Terminal LNG secara wilayah dengan dreging yang sudah ada saat proyek PT. Bali Turtle Island Development / BTID 9 meter jadi tinggal nambah 1 meter lagi, dirinya tetap bersikeras mengapa tidak di Pelabuhan Benoa, ungkapnya Balik.

Ditanya tarik menarik kepentingan BUMN dan Perusda dirinya malah menginginkan duduk bersama untuk berkolaborasi.

"Mengapa pemerintah (BUMN) tidak bekerjasama dengan pemerintahan (Perusda) juga, pendekatan itu juga belum pernah terjadi kepada masyarakat tiba-tiba saja"

Ditanya soal nelayan binaan Golkar dirinya juga mengatakan akan melakukan deklarasi juga terhadap rencana keberadaan Terminal LNG ini.

Menemui Anak Agung Susruta Ngurah Putra di kediamannya justru menginginkan menggunakan cara-cara yang elegan. Dengan adanya demo berjilid-jilid ini tentu akan merusak kembali kondusifitas posisi pariwisata Bali yang baru aja akan pulih.

"Tidak usahlah ada demo-demo, duduk bersamalah Perusda, Pelindo, PLN dan semua yang berkepentingan untuk mencari solusi terbaik, "ungkap Susruta, Selasa, (02/08/2022).

Menanyakan soal letak yang berubah tidak lagi merusak mangrove, Susruta semangat menekankan, "apa lagi yang harus di demo kalo sudah seperti itu"

Walau tidak setuju dengan cara demo ala Wandhira, Susruta mendukung juga tentang keberadaan embung sanur yang menjadi andalan masyarakat sekitar untuk menangulangi banjir.

Ditanya soal atribut yang digunakan untuk demo, justru ia tidak ingin kondisi itu terulang kembali. Tidak elok membawa-bawa agama dalam ranah ini.

"Kita berada di NKRI, janganlah dibawa-bawa agama itu untuk suatu kepentingan"

Harusnya statemen Gubernur Bali haruslah juga didengar sebagai kesepakatan baru dengan tidak membabat mangrove, tentu ini menjadi baik dan menjadi solusi bagi masyarakat yang pro maupun kontra.

Ditanyakan bila saja rencana Terminal LNG ini dipindah ke pelabuhan Benoa, akses kapalpun tidak bisa juga masuk. Jadi harus ada permohonan dreging kembali dan pemotongan reef atau karang di Tanjung Benoa, berbeda dengan lokasi awal yang sudah tersedia akses kapal besar dari dreging yang lalu.

"Janganlah memaksakan harus ini, pokoknya ini. Kajianlah, datanya lah lihat nanti bagaimananya. Kita harus jaga pariwisata ini, Bali tidak hidup dari industri dan pabrik, "pungkasnya mengingatkan. (Ray)

Sugeng Pramono Sebut Seluruh Stakeholder Pariwisata Wajib Sosialisasikan App. 'LoveBali'

 

Sugeng Pramono, "Wajib Sambut baik aplikasi lovebali"

DENPASAR ● Sugeng Pramono selaku pengamat pariwisata Bali, mendengar peluncuran aplikasi 'LoveBali' oleh Gubernur Bali Wayan Koster dirinya menyambut baik. Ia mengatakan bahwa ini harus ditindaklanjuti oleh semua stakeholder dan jaringan pariwisata yang ada khususnya di Bali dalam mendukung program ini. Promosi ini tentu sangat perlu sampai ditelinga Wisman melalui Whole sales agentnya yang ada di luar negeri.

"Perlu peran serta GIPI dan stakeholder pariwisata lain untuk ikut mensosialisasi secara massif di hotel, objek wisata, airlines dan Bandara termasuk pemandu wisata, "ungkapnya melalui sambungan elektronik, Selasa (02/08/2022).

Ia berharap suasana launching yang sangat bagus itu dapat ditindaklanjuti bisa menjangkau ke seluruh negara.

"Mohon ini untuk disikapi oleh semua pelaku pariwisata dan ini wajib. Mensosialisasikannya wajib dengan berbagai bahasa"

Ia juga menjelaskan bahwa peraturan daerahnya sudah ada dan jelas dan ini untuk menjaga, melindungi lingkungan alam dan budaya Bali.

Klik link untuk app. lovebali

Ia juga menjelaskan gerakan berupa terobosan inovatif untuk menjaga ekosistem alam yang bersih dan harmonis dilakukan dengan berbagai upaya sesuai dengan sambutan Gubernur Bali pada waktu yang lalu , yaitu:

1) kebijakan pembatasan
timbulan sampah plastik sekali pakai yang diatur dengan Peraturan
Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018; 2) menyelenggarakan
sistem pertanian organik yang diatur dengan Peraturan Daerah
Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019;
3) kebijakan Bali Energi Bersih
yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun
2019;
4) penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai
yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun
2019; dan
5) kebijakan pelindungan danau, mata air, sungai, dan
laut yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun
2020.

Klik untuk link berita sebelumnya

"Bagaiamana mereka harus berkontribusi, saat berangkat tiba atau saat berada di Bali,"tutupnya. (Ray)

Kasus Dualisme Bendesa Tunju 'Deadlock', Warga: Tanyakan Ke MDA Provinsi

 

Mediasi oleh Camat Seririt yang baru menjabat

BULELENG ● Kekisruhan panjang Desa Adat Tunju, Desa Gunungsari, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng dari isu penyerobotan tanah SD Negeri 2 Gunungsari, keluhkan pelayanan administrasi desa, penolakan pemasangan tower di Setra (Kuburan Bali), sampai dualisme kepemimpinan Bendesa Desa Adat Tunju.




Permasalahan dualisme kepemimpinan Desa Adat Tunju ini coba dimediasikan oleh I Gusti Putu Ngurah Mastika, S.STP, M.M., selaku Camat dari Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Melalui surat undangan tertanggal 27 Juli 2022 dengan nomor surat 005/268 /V11/2022 yang ditandatangani secara elektronik, ditujukan kepada Bendesa Adat Tunju (Ketut Arta) dan jajarannya serta pelaksana tugas (plt) Bendesa Adat Tunju (I Gede Suradnya) dan jajarannya, serta disaksikan oleh krama adat tunju, pihak kepolisian, Koramil 1609-03 Seririt, BPD Gunungsari, LPM Gunungsari, MDA Kabupaten Buleleng, MDA Alitan Seririt, Perbekel Desa Gunungsari dan Tim 9 bentukan Krama Adat Tunju untuk pemulihan Setra, di gedung serba guna Desa Gunungsari.

Baca berita sebelumnya (klik untuk link).....

Namun kekecewaan ditunjukan oleh Ngurah Mastika (Camat Seririt) bahwa pihak dari Majelis Desa Adat (MDA) yang diundang tidak bersedia hadir. Ada sindiran mengenai tidak dilayani secara kedinasan ini sebenarnya tidak perlu diungkapkan oleh Camat dan Perbekel yang hadir, karena bisa saja ini dianggap menekan masyarakat yang terlibat konflik, jadi aturan dinas sebaiknya dilaksanakan oleh kedua belah pihak karena permasalahan yang ada di Desa Adat Tunju adalah masalah Adat bukan masalah Dinas administrasi.


"Bila MDA sigap hadir terhadap permasalah yang ada tentu sindiran seperti ini tidak perlu ada, "sindir salah satu warga


Dalam wawancara usai acara, Ngurah Mastika mengatakan hanya ingin memediasi dan mencarikan solusi konflik dualisme Bendesa Adat yang terjadi, walaupun dirinya menjelaskan bahwa tidak ada kewenangannya masuk mencampuri ranah adat.

"Kita ingin mencarikan solusi permasalahan adat ini agar tidak berlarut-larut, dan dapat menimbulkan permasalahan lain, "ungkapnya.

Ditanyakan mengenai surat rekomendasi Camat yang lalu mengenai persetujuan tower di Setra Adat Tunju, ia juga mengatakan sudah dicabut oleh Camat sebelumnya per-tanggal 12 Juli 2022.

"Kebetulan saya melihat suratnya langsung tentang pencabutan tersebut, kita kesampingkan dulu masalah tersebut, kita konsen untuk permasalahan dualisme kepemimpinan Bendesa Adat"

"Solusi saya adalah kolaborasikan antara keduanya, tetapi tidak mendapatkan titik temu (deadlock), saya berharap hati bisa terbuka semua untuk bisa mempersatukan desa ini, bisa saja dimediasi kembali oleh MDA atau mengambil keputusan dari MDA," jelasnya.

Tentu ini mendapat penolakan dari Ketut Arta selaku Bendesa Desa Adat Tunju, ia dan Putu Budhiana selaku Kertha Desa mengatakan tidak mungkin berkolaborasi dengan yang tidak memiliki SK penunjukan dari MDA Provinsi Bali.

"Kalo kita ingin ayo sama-sama datang ke MDA Provinsi dan mendengar langsung dari sana, apa yang menjadi keputusan mereka terhadap Bendesa Desa Adat Tunju," bantah Putu Budhiana.

Tentu ini menjadi momentum bagus buat MDA untuk menyelesaikan konflik adat yang ada, tidak seperti spanduk sindiran yang sempat beredar di masyarakat pada waktu yang lalu.

Bantahan itu juga dilontarkan Ketut Sudiarsa selaku salah satu krama Adat Desa Tunju. Ia mengatakan bahwa krama desa adat selama ini belum pernah mendapatkan kesejukan, konflik terus menerus yang tak kunjung usai.

Ia juga memprotes kinerja dari aparat desa yang ada, karena disebutkannya belum mampu mengayomi kepentingan-kepentingan desa adat. Dari pemberitaan sebelumnya dijelaskan juga mengenai keluhan warga terhadap keluhan tidak dilayaninya secara kedinasan oleh oknum pengurus desa.

Klik link

Ia juga menekankan kepada Plt Bendesa Adat Tunju I Gede Suradnya untuk membeberkan hutang dari desa adat saat dirinya mengambil alih sebagai Bendesa. Juga menekankan kepada posisi kolektif kolegial yang seharusnya digantikan oleh jajaran pengurus lainnya yang masih ada, tidak mengganti semua yang dirasa tidak sepaham, ini tentu tidak adil.

"Masalah Nilar Sesana yang dipersalahkan oleh pihak yang berseberangan itu tidak tepat juga karena kesalahan Ketut Arta bukan mengabaikan tugasnya sebagai pengayom masyarakat adat"

"Memang harus ada hati yang besar untuk bisa mau menanyakan kepada MDA Provinsi untuk siapa yang berhak atas Bendesa Adat yang benar, jangan lagi buat masyarakat bingung"

Akhir acara menemui I Gede Suradnya menanyakan tentang dirinya yang naik menggantikan Bendesa Adat Tunju, ia mengungkapkan bahwa dirinya menekankan berawal dari sengketa lahan SDN 2 Gunungsari. Kondisi Bendesa Adat Ketut Arta yang tersangkut hukum itu juga menjadi motivasi, karena dianggap tidak mampu melaksanakan tugas 'ngayah' di Adat Tunju.

"Itu berdasarkan petunjuk dari MDA Kabupaten (Buleleng) untuk mencarikan pejabat sementara atau nama lainnya. Sesuai bab 5 juga disana ada jelas, paruman memutuskan dan sifatnya mengikat dan saya dipilih, dulu posisi saya di Kertha Desa Adat Tunju"

Ia juga menjelaskan rapat juga hanya terbatas karena pandemi covid-19, dan dihadiri oleh 33 orang prajuru adat dan dinas, karena tidak boleh berkerumun.

Menanyakan soal menerima uang dari perjanjian menara telekomunikasi yang jadi permasalahan serius, ia mengakui menerima 5 juta rupiah dan digunakan untuk upacara 'ngeruak' di dua tempat.

"Ya saya terima itu untuk banten 'ngeruak' di Setra (kuburan Bali)"

Walau ini beda dengan yang diungkapkan di salah satu podcast, "tidak saya memang belum terima untuk sewa, ini kan untuk upacara, " pungkasnya. (Ray)

Sindir Bendesa, Demi Keadilan Kesucian, Jana: Tutup Saja Semua Pengolahan Limbah

 

I Ketut Jana

DENPASAR ● Semakin banyak masyarakat Bali yang menyatakan diri sebagai Pejuang Lingkungan Kawasan Suci dan Pencinta Mangrove dalam kepentingan Aksi Tolak LNG Sidakarya.


Melalui pesan elektronik I Ketut Jana S.Pd.H selaku tokoh masyarakat dan mantan Kadus Banjar Sakah Kepaon Pemogan, menyatakan untuk menengok kenyataan bahwa ia sebagai masyarakat pendamping instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) di Kawasan Mangrove Suwung Kepaon Banjar Sakah Pemogan.

Ia menceritakan bahwa sebelum mangrove tumbuh besar seperti sekarang adalah Tambak Udang, masyarakat secara Tradisional & sebagian tambak Udang modern.

"Oleh JICA dari Jepang kala itu di reboisasi dengan di tanam mangrove seperti sekarang ini. Tetapi pada tahun 2002 terjadi pembabatan mangrove untuk membangun IPAL DSDP kurang lebih 10 Ha, "ungkapnya melalui pesan elektronik, Senin (01/08/2022).

Ia menambahkan bahwa hal tersebut juga terjadi keberatan karena berdampingan dengan tempat Melasti Kepaon dan Pura Dalem Watugunung. Tetapi karena ada pendapat Sulinggih terkenal kala itu, menjadi tidak masalah karena Water Closet (WC) juga ada di tempat suci dengan konsep Tri Mandala.

"Akhirnya IPAL DSDP pun dengan banyak syarat bisa diterima demi menyelamatkan pariwisata Bali yang terdampak Kolera karena banyak pencemaran pantai"

Ini bertolak belakang dengan aksi demo yang sekarang banyak terjadi dengan membawa kawasan suci dan mangrove dalam Tolak LNG Sidakarya.

"Tentu itu menjadi sebuah kebenaran, hal yang benar menjadi sebuah informasi penting bahkan sangat penting bagi kami sebagai masyarakat pendamping IPAL DSDP"

"Jika memang mangrove itu sangat penting sekali dan kesucian Pura serta tempat Melasti sebagai keharusan dijaga terkait Kawasan Suci, dan jika kita tidak berjuang seperti pernyataan Bendesa Adat Intaran, maka tentu IPAL DSDP mesti di pindahkan dari kawasan suci tempat Melasti Desa Adat Kepaon"

"Kami tidak mau berdosa jika membiarkan Limbah WC, Softex, Kondom dan lainnya mengalir ke Kawasan suci tempat Melasti kami, "Ujar I Ketut Jana dalam pesannya.

Ia juga panjang lebar menjelaskan sindirannya bahwa kesucian mesti dijaga secara adil agar seluruh warga atau dirinya tidak berdosa seperti ucapan Bendesa Adat Intaran dalam sebuah media online.

Kutipan pernyataan Bendesa Adat (klik untuk link)

"Kesucian kami juga mesti dijaga agar kami tidak berdosa seperti ucapan Bendesa Adat Intaran, apalagi Limbah WC dari komplek esek-esek (pelacuran) dan Bungalow prostitusi banyak menjadi Pelanggan IPAL DSDP"

Tentu itu membuatnya gusar, dalam pesannya juga mengatakan jelas itu juga merupakan salah satu kotoran manusia yang merusak kesucian, dikirimnya menggunakan huruf kapital untuk mempertegas.

Kemudian ia kembali mengutarakan isi hatinya bahwa dulu kawasan hutan mangrove Suwung yang dibabat saat pembangunan, itu juga dikatakannya bahwa limbah kotoran WC yang mengalir ke wilayahnya juga berasal dari wilayah lain. Juga keberadaan bemo corner di kawasan wisata di monopoli Desa Adat setempat.

"Kami juga dulu diusir sebagai bemo corner, tentu keadilan itu tidak bisa hanya dinilai dari penghasil dollar semata. Tapi limbah dan sampah yang dihasilkan yang mengotori lingkungan desa lain juga harus menjadi catatan"

"Lihat saja TPA Suwung yang sering baunya sampai ke wilayah kami tercium, lalu apa mau mereka tidak buang Limbah dan Sampah ke wilayah lain. Kan dosa besar mereka buang limbah dan sampah ke Wilayah lain yang juga ada Tempat Suci di sebelah IPAL DSDP dan TPA Suwung"

"Demi keadilan ya tutup saja, kalau mau semua adil melihat secara utuh, jangan buang Limbah WC ke wilayah desa lain sehingga sebaiknya tutup atau pindahkan saja IPAL ke wilayah masing-masing" (Tim)