-->

Search News


situs resmi covid-19

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » Pemerintah Wajib Jaga Kesejahteraan Penari, Sempat Vakum Total Akibat Pandemi

 

I Made Malendra (penari Barong) kiri dan Ida Bagus Raka Pudjana (Kanan)

GATRADEWTA NEWS ● BALI | Masa pandemi Covid-19 yang sudah berangsur baik, membuat banyak seniman penari bahkan seniman patung bersorak gembira sambil kecut dihati. Bukan bagaimana, mereka mengharapkan kondisi pulih seperti sediakala tetapi juga berharap akan penghasilan yang kian bertambah sebagai seorang yang hidup dari seniman.




Mengunjungi kegiatan pertunjukan tarian barong yang mulai kembali digiatkan yang sudah tertidur 2 tahun semasa covid-19. Awal bulan Mei 2022 Ida Bagus Raka Pudjana, pria yang lebih dikenal sebagai Komang Apel, kembali membuka pertunjukan barong di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar, Bali.

"Bersyukurlah pada 1 Mei (2022) kita dapat tamu hanya 25 orang, jauh dari harapan seperti dulu 200 sampai 250 tamu yang menonton, "ungkapnya, Minggu, (12/06/2022).

Pria yang memulai bergabung dalam seni pertunjukan sejak tahun 1964 ini, juga mengungkapkan kondisi yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap keberlangsungan pertunjukannya. Penari dalam binaannya ini, ia bercerita bahwa tidak hanya hidup dari menari, bahkan dari pekerjaan tukang, pekaseh, buka salon dan lainnya selain bernari disini.

"Menari bagi mereka itu juga hobby, kalo berharap hasil dari menari masih jauh dari harapan mereka, "sergahnya.

Ida Bagus Raka Pudjana yang dulunya mengatakan sempat memberikan para seniman binaannya ini gaji bulanan, ternyata dirinya sempat merugi bahkan menutupi dari koceknya sendiri. Sekarang sistem kesejahteraan bagi para penari adalah bagi hasil, berapa dapat begitulah pembagiannya.

"Dulu saya malah pernah 'norok' 20 juta, 15 juta untuk membayar gaji mereka. Sekarang kita sistemnya berbeda yakni bagi hasil, "sebutnya.

Rumor tentang guide nakal yang mempermainkan harga fee atau besaran dari bagi hasil pertunjukan sesuai tamu yang dibawa, mendapat tentangan dari Ida Bagus Raka. Ia mengatakan bahwa guide itu tidak pernah memotong fee, jadi itu sesuai dengan kesepakatan awal mereka.

Seka Barong dan Seka Kecak dalam pengetahuannya bahwa sudah memiliki kesepakatan yang baik terhadap pemberian upah terima kasih itu. Jadi isu yang mengatakan guide berperilaku menekan sisi kesejahteraan penari sudah barang tentu tidak benar.

"Itu rasa terima kasih kita, itu take and give. Selama 32 tahun saya belum pernah melihat seperti itu, "bantah Ida Bagus yang juga punya studio musik ini.

Menemui penari Barong, I Made Malendra (45) yang memiliki 2 buah hati, putra dan putri ini, juga mengungkapkan dalam obrolan santainya dengan awak media Gatra Dewata tentang vakumnya pertunjukan selama pandemi Covid-19.

Pendapatan dari menari yang biasa memenuhi dapurnya pun berhenti total, karena tidak bolehnya melakukan kerumunan sekaligus tidak ada tamu yang berkunjung menikmati tarian Barong.

"Tetapi pemerintah sempat juga membantu BLT buat para penari seperti kita, kebetulan saya juga pengurus di desa, "sebutnya, Rabu (15/06/2022), dikediamannya.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya menari adalah sampingan saja, selain membuat kerajinan topeng. Penghasilan sebagai seniman pada masanya dirasakannya cukup menghidupi keluarganya.

"Setelah saya ngukir, nari Barong 2 jam kadang malam di hotel (menari). Saya kasihan juga teman-teman yang lain yang hanya mengandalkan itu saja (menari), sekarang sudah mulai bangkit lagi pariwisatanya, saya bersyukur, "ungkap Malendra yang juga mulai mengajari putra dan putrinya menari.

Ia juga mengungkapkan bahwa Adat dan Budaya Bali sendiri lebih menghargai kesenian tarian, daripada Pariwisata. Itu tentu dilihat dari penghasilan upah yang didapatkan.

Tentang penari dari luar (jawa), kadang dirinya mengatakan karena gengsi juga pernah meninggikan harga bila ditanya berapa dapat upah. Ini karena dirinya ingin menilai tarian Bali dianggap berharga. Sekali menari ia mengaku mendapatkan upah 100, 200 bahkan 300 ribu sekali tampil dalam waktu tertentu.

"Tetapi biar begitu seperti seniman yang terkenal bayarannya sudah lumayan untuk sekali tampil, seperti Clekontong Mas atau Cenk Blong, masyarakat Bali sendiri sudah cukup menghargai, "jelasnya, yang memulai menari sejak tahun 1993.

"Dulu sebelum krisis moneter tips banyak dari tamu, sekarang tidak lagi. Saya berharap Seniman tetap bisa dihargai"

Ditanya soal selain keahlian menari, dirinya juga mengaku mengeluarkan modal baju menari barong itu dan perhiasannya mencapai 3.000.000 Rupiah.

"Ya semua itu dari modal sendiri" (Ray)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama