-->

Search News


situs resmi covid-19

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » Tak Dihargai, Miliki Surat Mandat POSSI Tetap Dikeluarkan

 

Togar Situmorang

GATRADEWATA NEWS ● BALI | Sikap tegar seorang Panglima Hukum Togar Situmorang yang dipermalukan didepan khayalak ramai dalam Musorprov Koni Bali yang dihelat pagi tadi, Sabtu (19/03/2022), di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali
Jl. Basuki Rahmat-Renon Denpasar.

Bila diperhatikan di Musorprov KONI Bali yang diselenggarakan hari ini terpampang jelas secara nyata sikap yang dipertontonkan penyelenggara, ada sikap tidak elok dan cenderung mempermalukan seorang calon ketua umum. Ini tentu mempertontonkan sikap yang tidak mencerminkan hubungan yang harmonis didalam keluarga besar KONI.

Padahal prestasi KONI setidaknya membutuhkan kekompakan dan sportivitas, jiwa kesatria disana sepertinya hilang dalam tubuh KONI. Mana penyelenggara mana wasit sepertinya campur aduk. Bagaimana tidak Togar Situmorang jelas seorang calon Ketua KONI yang memiliki hak yang sama dalam membangun kebaikan juga dalam visi misinya yang hendak ia juga ungkapkan, pupus sudah.

Ditanya langsung melalui sambungan telepon beliau mengungkapkan kekecewaannya, "Mengapa saya diperlakukan seperti musuh, apasih yang kalian takutkan. Kalo begini kental sudah dugaan kita ada permainan apa ini, apalagi ada dugaan penyimpangan dari AD/ART KONI sendiri soal 20 dukungan cabor, "sebutnya, sabtu (19/03/2022).

Tentang laporan ke Kejati dirinya mengaku akan tetap mengawal hal itu, "saya mohon Kejati mampu untuk membuka ke publik tentang transparansi penggunaan keuangan KONI. Saya percaya Tuhan akan memperlihatkan kebenaran, saya hanya ingin ikut menyumbang pemikiran karena saya merasa sudah menjadi keluarga besar KONI, "ungkapnya.

Ditanya apakah menerima hasil dari Musorprov hari ini, dirinya masih memikirkan untuk membawanya kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori).

"Saya masih shock atas kejadian ini, saya seperti dipermalukan depan umum, saya memiliki surat mandat yang syah dari ketua saya (POSSI Provinsi), tapi tetap disuruh keluar, "sesalnya. (Ray)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama