-->

Search News


situs resmi covid-19

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » Camat Dentim Sebutkan TPS-3R Berjalan dan Sudah Menghasilkan

 

I Made Tirana, SH, MH Camat Denpasar Timur

GATRADEWATA NEWS | BALI | Program Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS-3R) yang merupakan program Walikota Denpasar, untuk desa dan kelurahan sudah mulai berjalan baik. Di wilayah Denpasar Timur (Dentim) ada 3 lokasi, sumerta kaja, Kerthalangu dan Kesiman.




I Made Tirana, S.H., selaku Camat Dentim mengatakan bahwa 3 TPS-3R sudah menghasilkan apa yang diharapkan. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu kendala akan keberadaan lahan.

"Beberapa desa ada yang masih ngontrak lahan. Untuk berkesinambungan nanti semoga tetap bisa digunakan, bila tidak diperpanjang itu merupakan kendala nantinya, "ungkap Camat yang baru Januari lalu menjabat, Rabu (16/02/2022), di ruang kerjanya.

TPS-3R kini dikatakannya sudah menghasilkan pelet, pupuk dan itu ada di sumerta kaja. Bahkan sudah melakukan kerjasama untuk hasil tersebut dengan Indonesia Power di Pesanggaran, Denpasar sebagai bahan bakar. Sedangkan untuk pupuk sudah kerjasama juga dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Pertanian, yang akan disalurkan kepada petani.

Denpasar Timur memiliki beberapa pasar, yakni pasar Ketapian, pasar Yadnya, pasar Tamba, pasar Sebudi dan pasar Biaung yang tidak terlalu besar.

"Sampah pasar sementara diolah sebagian, sebagiannya sebagai residu dan dibuang ke TPA. Dan itu merupakan permasalahan yang akan dituntaskan nantinya, "ungkap Tirana.

Untuk pemilahan di masing-masing rumah tangga sudah juga diedukasikan kepada masyarakat melalui desa dan banjar-banjar. "Kami menggandeng DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk sosialisasi, dan ini berjalan efektif, "sebutnya.

Ditanya soal pelarangan perayaan rangkaian hari raya Nyepi yakni Ogoh-ogoh, dirinya mengatakan bahwa lagi 2 hari akan mengundang Bendesa Adat se-Dentim dan Kades/Lurah atau koordinatornya se-Dentim.

"Kami juga belum berani melakukan rapat juga dengan banyak peserta, karena kasus Covid-19 masih merebak. 2 hari ini akan menyikapi edaran pertama dan edaran yang baru ini, terkait pemelastian dan pawai ogoh-ogoh, "pungkasnya. (Ray)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama