-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » Perbekel Gede Wijaya sebut sampah Galungan banyak jadi residu


I Made Gede Wijaya, S.Pt., M.Si., Perbekel Padangsambian Kaja


GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Permasalahan sampah di wilayah Kota Denpasar yang padat penduduk merupakan tantangan tersendiri bagi perbekel yang sudah 3 kali menjabat ini. I Made Gede Wijaya, S.Pt., M.Si., seorang yang bisa dibilang sudah bisa mengatasi sampah yang ada diwilayahnya yakni Desa Padangsambian Kaja walau dalam skala kecil.



Program Tempat pengolahan Sampah Reduce - Reuse - Recycle (TPS3R) yang didengungkan pemerintahan Provinsi Bali, sebagian sepertinya sudah dilaksanakan oleh Perbekel yang satu ini, dari mengolah sampah menjadi kompos, dan menggerakan bank sampah dengan program tukar sampah plastik dengan sayuran atau uang sudah berjalan.


Lihatkan hasil kelola sendiri, kompos cair

"Sampah secara umum kita sudah kerjakan melalui pengangkutan sampah, bekerja sama dengan Bumdes Padangsambian Kaja dan jasa pengolahan sampah masyarakat di Desa Padangsambian Kaja, untuk mengelola sampah yang ada di wilayah Desa Padangsambian Kaja, "jelas Gede Wijaya, Rabu (17/11/2021).


Sayur mayur penukar sampah plastik

Ia juga menambahkan bahwa Tempat pembuangan sampah sementara yang dimilikinya itu mempekerjakan 10 orang. Dari pemilahan menjadi kompos, plastik yang dipisahkan menjadi tabungan (bank sampah), itu pun belum sepenuhnya mampu ditanganinya secata tuntas, jadi residu yang ada tetap meminta armada Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, untuk membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Suwung.


Bisa juga hasilkan ulat maggot

Ia sebutkan juga mengenai bank sampah yang ada di desa adalah sosialisasi dan action, termasuk jemput bola bagi masyarakat yang sudah dipilah, yang memerlukan jasa bank sampah di desa.


Bank Sampah yang aktif 

Ditanya soal sampah hari raya Galungan dan kuningan yang cukup banyak mendatangkan sampah baru, "namanya hari raya pastilah banyak , terutama bahan janur yang masih ada kacip (streples), plastik yang dibuat untuk membungkus jajanan merupakan residu yang sulit untuk diolah, "sebutnya, menerangkan juga bahwa lahan yang cuma 4 are itu sebetulnya sudah tidak dapat lagi menampung jumlah sampah yang ada. (Ray)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post