-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » Sukmawati, selain leluhur, budaya Bali, sosok AWK juga sebagai penuntun

 


GATRADEWATA NEWS | GIANYAR | Keinginan seorang tokoh Nasional dan juga putri dari presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri (70), untuk pindah memeluk agama Hindu akhirnya tercapai melalui upacara Sudhi Wadani yang rangkaiannya diadakan tanggal 25-26 Oktober 2021.




Menurut keterangan yang disampaikan oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (AWK), Muhammad Putra Al Hadad putra dari Sukmawati Soekarnoputri, turut hadir menyaksikan secara langsung rangkaian upacara ritual Sudhi Widani.




Menurut keterangan langsung oleh Sukmawati Soekarnoputri dalam konferensi persnya menuturkan, mengapa ia melakukan perpindahan agama lamanya menjadi agama Hindu. Ia mengungkapkan bahwa, ini merupakan proses yang panjang yang dilaluinya bahkan sampai 66 tahun perjalanan proses dirinya untuk memutuskan kembali kepada agama leluhurnya.






"Jadi waktu saya kecil umur 4 tahun, ibu saya Fatmawati yang sangat menghormati dan mencintai ibu mertuanya, Eyang putri Ida Ayu Nyoman Rai (Bali_Bale Agung Singaraja), ia merasa agaknya layak menjadi penari Bali. Diusia itulah saya didandani sebagai penari dengan kostum penari pria, penari kebyar, "ungkapnya dalam acara konferensi pers, Selasa (26/10/2021), di Istana Mancawarna, Gianyar.

Ia juga menceritakan bahwa sosok Eyang Putri inilah yang banyak memperkenalkan tradisi dan kebiasaan budaya Bali kepada dirinya. Eyang putri juga menuntunnya mengenal lebih banyak tari Bali, dengan melantunkan nada gamelan sederhana untuk membujuk cucunya agar mau belajar menari Bali.

"Kesan dari masa kecil inilah yang membuat saya mencintai kesenian terutama kesenian asal Bali, dengan banyaknya pentas membuat saya makin mahir menarikannya, "ungkapnya.

Saat menginjak lulus SMA dirinya menceritakan bahwa merasakan sangat pahit dan sedih dijaman politik kala itu, penuh duka derita bagi keluarga bung Karno. Ia melanjutkan bahwa kakaknya mas Guntur sudah di drop out dari universitas, Megawati juga di drop out dari universitas karena aktivis nasionalis (ormas GMNI), dan dirinya merasa juga pasti akan ditolak masuk universitas karena merasa putri dari Soekarno yang sudah tersisihkan.

"Dari kondisi itu ibu menginginkan saya untuk meningkatkan talenta dalam menari. kebetulan di taman Ismail Marzuki didirikan pusat kesenian (akademi) seni pertunjukan, dari seni tari, seni musik, seni rupa, seni teater dan seni film (cinematografi), lalu saya mendaftar menjadi mahasiswi akademi tari, "jelasnya kepada awak media.

Dari semua yang ia ceritakan setiap detail itulah yang membuat dirinya mengagumi kehidupan Bali, dan ia juga bercerita tentang banyaknya kejadian niskala (gaib) yang dialaminya, yang juga menuntunnya ke arah spiritualitas Hindu Dharma.

"Semangat hidup yang saya jalanin tidak lepas dari pengaruh leluhur (Eyang putri) dan juga budaya Bali itu sendiri. Ya saya juga banyak dipengaruhi oleh sosok Arya Wedakarna, pemuda yang religius ini juga banyak mengajarkan bagaimana sembahyang dengan cara Hindu Bali, "ungkapnya. 

Tokoh Puri Gerenceng Pemecutan, Anak Agung Ngurah Agung turut hadir (kiri), AWK (Kanan)


Perayaan ulang tahun sukmawati soekarnoputri


Dukungan juga mengalir dari tokoh puri Gerenceng Pemecutan, Anak Agung Ngurah Agung juga ikut mendoakan agar kelak agama yang dianutnya sekarang dapat memberikan pencerahan, kedamaian dan kebaikan dari segala penjuru kehidupan. (Ray)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post