-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » Arsa Wikanta, lanjutkan program jalan usaha tani mudahkan akses pertanian

 

Upayakan perkuat kembali usaha masyarakat Produksi kembali VCO yang pernah mencapai 1000 liter / bulan

GATRADEWATA NEWS | TABANAN | Perebutan kursi Perbekel di desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan yang dihelat akhir bulan ini, memunculkan 2 calon. Pemilihan Perbekel (Pilkel) ini juga diikuti incumbent dari perbekel desa Selemadeg yakni I Wayan Arsa Wikanta.




Ditemui di desanya Wayan Arsa Wikanta menyebutkan bahwa perjuangan dirinya ini adalah untuk yang ketiga kalinya. Calon kuat yang diusung masyarakat ini akan tetap melanjutkan program yang sudah bergulir selama ini, yang juga sempat terhenti akibat pandemi covid-19. 


I Wayan Arsa Wikanta, Calon Perbekel desa Selemadeg nomer urut 2


"Pembangunan fisik yang tertunda dalam program periode kedua yang lalu sebenarnya tahun ini sudah selesai, namun pandemi ini menghambat pekerjaan yang ada, "ujar Arsa yang beristrikan Ni Made Suryani seorang anggota DPRD Tabanan ini.

Bila terpilih nantinya ia juga akan melanjutkan program desa yang tertunda, ditanya soal potensi desa Selemadeg ini, ia ungkapkan bahwa akan meningkatkan yang sudah ada seperti Produk Virgin Coconut Oil (VCO) yang asli dari desa Selemadeg. 

"Memang lagi-lagi Pandemi ini meluluhlantakan potensi ini (VCO) sampai nol, sebelum pandemi kita memproduksi VCO sampai 1000 liter perbulan. Turunan dari VCO ini seperti arang yang dijadikan briket, dan kita sudah ajukan ke pemda (Tabanan) untuk pengolahan sambuk (serabut kelapa), kami inginkan mesin pengolahan itu yang bisa menjadikan serat, karena untuk mengolah briket kita sudah ada, "jelasnya, Kamis (21/10/2021).

Mengenai VCO dan turunannya yang menjadi obat gosok atau lainnya, ia menceritakan akan memajang di kantor Bumdes yang berada dipinggir jalan besar. Tempat yang strategis untuk memamerkan potensi desa ini menjadi tertunda akibat pandemi Covid-19. 

"Kami akan upayakan untuk promosikan produk tersebut, kebetulan ada beberapa staff kemendes (kementerian desa) yang datang ke Bumdesma (kecamatan), kami ajak diskusi untuk produk bumdes kami ini. Tidak hanya VCO kami juga punya produk madu murni, "ungkapnya.

Ditanya soal potensi desa wisata dirinya belum memprioritaskan itu, tetapi tidak menutup kemungkinan akan mengembangkan itu setelah jalan usaha tani sudah terealisasi di desa Selemadeg. 

"Mungkin setelah jalan usaha tani selesai, bisa sekalian menjadi tempat jogging trek atau sepeda santai bisa dimanfaatkan dan ini bersambung dari sini sampai wilayah banjar-banjar lainnya yang ada di desa Selemadeg, "pungkasnya, yang menekankan pada prioritas menuntaskan jalan usaha tani. 

 I Ketut Suarsa asal banjar dinas Sukawati desa Selemadeg

Sempat menemui salah satu warga masyarakat, I Ketut Suarsa asal banjar dinas Sukawati desa Selemadeg, yang juga akan memilih perbekel incumbent ini lantaran Perbekel I Wayan Arsa Wikanta yang dikatakannya memiliki sifat merakyat.

"Ia sering terlihat bersama staff desa bila ada acara kematian warganya, ia bagus berbaur dengan masyarakat. Penuntasan untuk masalah sampah TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Resuce, Reuse, Recycle) yang harus dituntaskan diperiode selanjutnya, "ungkapnya. (Ray)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post