-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » Susruta, pemerintah jaga upakara agar murah, Krematorium biar Natural

 

Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra, anggota DPRD Kota Denpasar dari fraksi Demokrat. 

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR |Polemik tentang pembangunan Krematorium yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, mendapat sorotan oleh politisi Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra, anggota DPRD Kota Denpasar dari fraksi Demokrat. Politisi cerdas dan sosial ini dengan tegas menolak dan mengingatkan pemerintah soal pembangunan krematorium di Setra Bugbugan atau tepatnya di sebelah barat setra Agung Badung, yang rencananya menggunakan uang Negara.

Sambungnya, Krematorium dapat menggerus keberadaan adat dan budaya yang sudah disepakati untuk dijaga bersama. Komitmen pemerintah Bali dan khususnya Denpasar sebaiknya tetap menjaga adat dan budaya, karena daya tarik Bali selain alamnya, yang nomer satu adalah adat dan budayanya.

"Kami ingin pemerintah bisa mensupport permasalahan yang ada, seperti mungkin banten dan perlengkapan upacara yang bisa murah, dengan itu tidak hanya ngaben saja yang terjaga tetapi seluruh upacara yang ada di Denpasar dan Bali bisa lestari, "jelas politisi Demokrat ini.

Sebaiknya Krematorium berkembang secara natural (alami), " Pembangunan krematorium saya rasa tidak bisa dihentikan, karena ada kepentingan masyarakat dan sebagainya. Saya dukung keberadaan krematorium, tetapi saya harapkan pemerintah tidak secara langsung mensupport pembangunan krematorium tersebut, " ungkap Susruta.

Karena ungkapnya bahwa keberadaan krematorium yang didukung pemerintah dengan anggarannya kurang lebih 2,5 milliar ini akan menyebabkan permintaan yang sama tentang pembangunan krematorium ini di wilayah lainnya di Bali.

Ia juga menekankan kepada pemerintah jadilah regulator dari kebutuhan adat dan budaya seperti kebutuhan upakara  bukan malah merubah adat dan budaya tersebut. 

"Degradasi adat dan budaya saya rasa akan terjadi, tetapi kalo pemerintah melakukan ini tentu akan mempercepat proses degradasi (kemerosotan) tersebut. Selama ini permasalahannya adalah mahalnya upakara, nah pemerintah sebaiknya menjadi regulator terhadap kondisi ini dengan tidak merubah adat dan budayanya yang sudah membuat Bali dikenal diseluruh dunia, "pungkasnya. (Ray)

..............

"Pemerintah jadilah regulator yang baik untuk jaga komitmen kita semua dalam menjaga adat dan budaya Bali" 

-Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra-


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post