-->

Search News


situs resmi covid-19

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



Susruta, pemerintah jaga upakara agar murah, Krematorium biar Natural

 

Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra, anggota DPRD Kota Denpasar dari fraksi Demokrat. 

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR |Polemik tentang pembangunan Krematorium yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, mendapat sorotan oleh politisi Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra, anggota DPRD Kota Denpasar dari fraksi Demokrat. Politisi cerdas dan sosial ini dengan tegas menolak dan mengingatkan pemerintah soal pembangunan krematorium di Setra Bugbugan atau tepatnya di sebelah barat setra Agung Badung, yang rencananya menggunakan uang Negara.

Sambungnya, Krematorium dapat menggerus keberadaan adat dan budaya yang sudah disepakati untuk dijaga bersama. Komitmen pemerintah Bali dan khususnya Denpasar sebaiknya tetap menjaga adat dan budaya, karena daya tarik Bali selain alamnya, yang nomer satu adalah adat dan budayanya.

"Kami ingin pemerintah bisa mensupport permasalahan yang ada, seperti mungkin banten dan perlengkapan upacara yang bisa murah, dengan itu tidak hanya ngaben saja yang terjaga tetapi seluruh upacara yang ada di Denpasar dan Bali bisa lestari, "jelas politisi Demokrat ini.

Sebaiknya Krematorium berkembang secara natural (alami), " Pembangunan krematorium saya rasa tidak bisa dihentikan, karena ada kepentingan masyarakat dan sebagainya. Saya dukung keberadaan krematorium, tetapi saya harapkan pemerintah tidak secara langsung mensupport pembangunan krematorium tersebut, " ungkap Susruta.

Karena ungkapnya bahwa keberadaan krematorium yang didukung pemerintah dengan anggarannya kurang lebih 2,5 milliar ini akan menyebabkan permintaan yang sama tentang pembangunan krematorium ini di wilayah lainnya di Bali.

Ia juga menekankan kepada pemerintah jadilah regulator dari kebutuhan adat dan budaya seperti kebutuhan upakara  bukan malah merubah adat dan budaya tersebut. 

"Degradasi adat dan budaya saya rasa akan terjadi, tetapi kalo pemerintah melakukan ini tentu akan mempercepat proses degradasi (kemerosotan) tersebut. Selama ini permasalahannya adalah mahalnya upakara, nah pemerintah sebaiknya menjadi regulator terhadap kondisi ini dengan tidak merubah adat dan budayanya yang sudah membuat Bali dikenal diseluruh dunia, "pungkasnya. (Ray)

..............

"Pemerintah jadilah regulator yang baik untuk jaga komitmen kita semua dalam menjaga adat dan budaya Bali" 

-Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra-


Adik kakak murid Gede Prama bagikan nasi setiap Rabu dan Sabtu

 

Khrisna sang kakak (baju putih) lagi bagikan nasi bungkus

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Pandemi covid-19 yang masih menghantui mengakibatkan banyak usahawan bahkan pekerja lepas sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan, dan yang terpenting adalah penghasilan untuk makan sehari-hari. Kondisi itulah yang membuat 2 anak adik kakak ini tergerak untuk membuat kegiatan bagi-bagi nasi setiap hari Rabu dan Sabtu setiap minggunya.

Sang ayah yang ikut menemani mereka membagikan nasi bungkus

Krishna (kakak) dan Laskman (adik) bergotong royong membuat nasi bungkus yang memang kesehariannya berjualan nasi bungkus (nasi jinggo / nasi kucing), yang dibantu sang ayah dikarenakan ibunya yang diceritakannya lagi berada di lapas perempuan kelas II-A, Kerobokan. "Ya mama lagi di lapas, ya katanya sih dituduhkan kasus pajak yang tidak dia lakukan, tentu si boslah yang menyuruhnya melakukannya. Mereka orang kuat, mama hanya manager biasa, semua perintah bosnya, "ungkapnya polos, Sabtu (28/08/2021).






Kedua anak ini merupakan murid dari Gede Prama seorang penceramah dan praktisi spiritual yang sudah sangat terkenal di Indonesia bahkan mancanegara itu. Kasih sayang yang diajarkan pada keluarga inilah yang rasanya tidak mungkin kalo salah satu anggota keluarganya terlibat kasus kriminal.

"Guruji (sebutan Gede Prama) mengajarkan kita untuk selalu mengembangkan Compassion (kasih sayang), derita, sementara tidak ada mama ini yang saya sendiri yakin tidak bersalah, merupakan bagian dari proses pemurnian diri saya untuk menerima. Bukan sebuah karma tetapi pelajaran terbaik yang hendak diberikan semesta pada keluarga saya, "sebut laksman dan mendapat anggukan kakaknya Krishna yang merupakan anak dengan kebutuhan khusus.

Ia juga mengatakan bahwa mereka akan berusaha menolong dengan kemampuan terbaiknya, tetapi katanya lagi, "Guruji ajarkan untuk menolong, dengan menolong akan meningkatkan Compassion kita. Bila kita tidak mampu menolong yang kita lakukan jangan membuat susah atau menyakiti mereka, karena semesta merekam itu, "sebutnya sambil terus meninggalkan awak media, menyambut permintaan nasi bungkus pengendara motor yang lewat. (Ray)

Icha bagikan sembako, Jadilah manusia yang sukses dan mulia

 

Mariza Sulton (Icha) bagikan sembako dan makanan setiap jumat

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Sudah sekian kalinya selama pandemi ini sosok ibu yang single parent ini tetap bergerak ikut membantu meringankan beban sekitar dan masyarakat Bali di tengah badai Pandemi Covid-19. Sumbangan berupa makanan siap saji sampai dengan sembako untuk dibagikan juga sering ia lakukan. 


Mariza Sulton yang akrab dipanggil Icha ini memang memiliki pemikiran bahwa berbagi itu adalah jalan memperlihatkan agar yang tergerak hatinya untuk ikut melakukan hal yang sama, " untuk kali ini donasi ini adalah titipan, program Icha yang setiap jumat membagikan bantuan mulai dilirik kawan-kawan untuk ikut berpartisipasi, mereka menelpon, chat untuk menawarkan ikut berbagi, "jelas orang yang aktif berorganisasi ini.



Ia juga mengatakan bahwa sebaiknya kita semua bergerak bersama membantu sekitar kita agar bisa ikut saling menopang kehidupan sesama kita, " ya mungkin mereka mencari berkah, disaat pandemi seperti kita harus bergerak, kalo gak sekarang kapan lagi, "ujarnya.

Harapan yang ingin dilakukan adalah menggerakan hati bagi penderma lainnya, ia mengatakan juga bila ada yang menitipkan kepadanya semoga itu menjadi amanah yang penuh berkah juga. Ia katakan juga bahwa ini semoga akan bergulir terus, ia selalu mengingatkan kepada kawannya bahwa jadilah orang sukses yang mulia.



Icha juga menjelaskan bahwa dirinya dari dulu memiliki sifat yang sosial tetapi dalam kedermawanannya ia juga mengatakan bahwa dirinya masih banyak kekurangan, "Bagi saya kemanusiaan masih nomer satu, minimal tenaga saya akan salurkan, "saya ingin kawan-kawan lihat kebawah jadi ada rasa syukur, dan ingin ikut membantu, jangan melihat hanya keatas saja, justru saat inilah kita harus menggerakan hati, " pungkasnya. (Ray)

............

"Menurut agama saya, mensucikan harta kita itu dengan bersedekah, Jadilah orang sukses yang mulia"

----Icha-----

Wayan Muntra, terbang lebih tinggi dengan burung garuda Gerindra

 

 I Wayan Muntra, Sekretaris DPD Partai Gerindra Bali

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Tokoh yang sempat menghebohkan jagat Badung, I Wayan Muntra yang dikenal sebagai kader beringin, kini telah resmi bergabung di pengurusan baru Partai Gerindra. Mantan ketua Badan Hukum dan HAM (Bakum HAM) DPD I Golkar Bali mendapatkan amanah menjadi Sekretaris DPD Partai Gerindra Bali, menggantikan I Wayan Wiratmaja.



Surat Keputusan (SK) DPP Partai Gerindra yang diterimanya merupakan roh baru untuk bisa terbang lebih tinggi. SK tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, Keanggotaan (OKK) DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Rabu (25/8), di Restoran Sector Bar, kawasan Inna The Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar Selatan.

Ditemui di kantor DPD Partai Gerindra Bali, Renon, I Wayan Muntra mengucapkan terima kasih kepada DPP Partai Gerindra yang sudah mempercayai dirinya untuk ikut membesarkan Partai Gerindra. " Disini di Partai Gerindra, Saya bisa menemukan kenyamanan hati, ibarat rumah saya disini bisa berteduh dengan nyaman dan bisa melakukan aktifitas, memberikan sumbangsih tentang pemikiran saya yang positif, untuk kebesaran partai Gerindra di Bali, "jelas Muntra.


Ditanya soal apakah gerbong dukungan akan dibawa serta, " Saya masuk ke partai Gerindra sudah dapat dukungan dari keluarga, persoalan nanti teman - teman yang sebelumnya ikut bernaung dimana saya dulu berada mau ikut dengan saya itu kembali kepada pilihan saudara-saudara saya disana. Itu adalah hak mereka akan kemana, "terangnya.

Ia juga mengungkapkan mengapa dirinya memilih partai Gerindra, " Partai Gerindra dari kacamata saya, Partai Gerindra memiliki sistem pengkaderan dan kepemimpinan yang bisa di contoh dan pedoman untuk belajar berpartai politik. Makanya saran saya kepada masyarakat yang mau belajar tau politik dan saya harapkan masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada partai Gerindra, "ungkap tokoh kharismatik ini.

"Apa yang lakukan di organisasi partai politik, sosial kemasyarakatan, itu semua adalah pengalaman dan pengetahuan, dimana hal-hal positif saya dapatkan tentu saya akan mencoba dalam rangka untuk membesarkan partai Gerindra bersama dengan ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Made Muliawan alias De Gadjah (Big Daddy), " tegasnya.

Ia mengungkapkan juga bahwa salutenya dengan Partai Gerindra adalah walau dirinya orang baru, tetapi Partai Gerindra dan kader Gerindra telah memberikan tempat yang terbaik bagi dirinya, karena mereka menghormati keputusan dari DPP Partai Gerindra. 

"Partai Gerindra itu guyup (rukun), saya merasakan atmosfer yang baik dan solid. Tidak ada gesekan-gesekan, yang hebatnya lagi ketua terpilih (De Gadjah) mengayomi semua lapisan masyarakat, ditampung dijadikan satu, diakomodir dan dijadikan satu dan sama-sama membesarkan Partai Gerindra. Mengabdi dan berbuat kepada masyarakat untuk yang lebih baik, " ungkapnya.

Ia terlihat juga membawa gerbong dari Partai dimana dirinya dulu bernaung, antara lain yakni Kusnandar (mantan Wakil Sekretaris DPD Golkar Bali di era kepemimpinan I Ketut Sudikerta,  I Made Mastra Arjawa (mantan Wakil Ketua Bakum HAM DPD I Golkar Bali), I Gusti Ngurah Agung Buminatha (politisi asal Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung yang mantan Wakil Ketua OKK DPD II Golkar Badung), Anak Agung Nanik Suryani alias Gung Nanik (Srikandi Politik asal Puri Carangsari, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung mantan Wakil Ketua Bidang Pertahanan DPD I Golkar Bali), semua adalah tokoh penting Golkar pada masanya. (Ray)

De Gadjah, Gerindra tidak ada gerbong-gerbongan, Kita Partai Gerakan

 

I Made Muliawan alias De Gadjah (Big Daddy), Ketua DPD Partai Gerindra Bali

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Ketua DPD Partai Gerindra Bali terpilih, I Made Muliawan alias De Gadjah (Big Daddy) saat ditemui di kantor DPD Partai Gerindra Bali di bilangan renon, Kota Denpasar, mengungkapkan bahwa amanah yang diberikan oleh DPP Partai Gerindra merupakan tugas yang cukup berat.


Tetapi seorang De Gadjah merupakan sosok yang tidak mudah menyerah, tidak banyak bicara, tetapi banyak bekerja untuk masyarakat khususnya masyarakat kota Denpasar. Saat ini tanggung jawab yang lebih besar yakni 9 Kabupaten dan Kota di Bali menjadi tanggung jawabnya dalam membesarkan Partai Gerindra dan sekaligus juga bekerja untuk masyarakat Bali.

"Kami optimis dan kami yakin bisa, karena kekompakan, semangat dan kerja keras dari pengurus DPD, DPC, sampai tingkat ranting semakin membara. Pada yang ditargetkan pengurus pusat (DPP) partai Gerindra bisa kami capai, "ungkapnya, Jumat (27/08/2021), di Kantor DPD Partai Gerindra Bali.

Saat ditanya strategi politik dalam meraih dukungan massa dan nama yang semakin dikenal dari mulut ke mulut dari kalangan warung kopi sampai atas, dirinya merendah dengan mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki strategi apa-apa.

" Saya hanya mengikuti seperti air mengalir, apa yang menjadi tanggung jawab saya, apa yang menjadi kewajiban saya, apa yang menjadi hak saya, saya lakukan dengan baik, dan dengan setulus hati. Bila saya dikatakan kuat di 'grass root' (akar rumput) atau di warung kopi itu kan sebagai bonus hasil kerja keras, jadi jujur tidak ada strategi apa, saya hanya mengalir seperti air, mengisi ruang dan waktu, " terang penghobby body builder ini.

Ia menambahkan bahwa ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar yang dulu diembannya, kini diamanahkan kepada Ida Bagus Yoga Adi Putra alias Gus Yoga (putra dari almarhum IB Putu Sukarta), "Memang Gus Yoga adalah pilihan saya, dan itu juga sepertinya klop dengan pilihan DPP. Karena beliau adalah kader muda, cerdas dan bertalenta dan punya masa depan yang cerah. Walau sekarang 'scope' (lingkup) saya Bali, tidak serta merta saya akan meninggalkan apa yang sudah saya 'create' (buat/cipta) di Denpasar, kita akan terus 'support' (dukung), kebetulan kita berkantor yang sama, "ujarnya menyemangati.

Ia menambahkan bahwa perhelatan politik sebentar lagi, yakni 2,5 atau 3 tahun dari sekarang, akan bagi-bagi tugas, "Saya dan pak sekjen (Bali) akan bagi-bagi tugaslah. Wakil ketua kita juga akan berdayakan, kita punya tupoksi masing-masing, dan semua saya harapkan berjalan dengan baik, "jelas ketua DPD Bali terpilih.

Ditanya kapan road show (keliling) Bali, De Gadjah sebut, "Setelah konsolidasi kita akan rapat pleno, setelah itu akan kita berikan job desk kepada ketua dan wakil ketua (Seluruh Bali), setelah itu kita rapikan DPC-DPC, baru kita akan 'road show'. Semua incumbent diakomodir, seluruh incumbent harus nyaleg, tidak ada yg dibuang dan kita akan rangkul tokoh-tokoh masyarakat dan semua aktif dalam organisasi, "pungkasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya terpilih menjadi ketua didukung oleh seluruh pengurus partai Gerindra yang ada di Bali. Itu terbukti tidak adanya riak-riak perpecahan yang dirasakan oleh De Gadjah, "ini partai Top Down, jadi semuanya dipilih dari pucuk pimpinan, yaitu Prabowo Subianto. Setelah saya mendapatkan SK semua menyatakan siap kami bekerja, dan semangat mereka sangat membara. Bahkan sahabat kami Muntra yang sudah masuk menjadi Sekretaris DPD Partai Gerindra Bali, dan beberapa sahabat beliau yang masuk, ya kami sangat welcome (menerima dengan baik), dan ada juga partai lain yang masuk, kami akomodir, tetapi kami lihat track recordnya juga (rekam jejak), "imbuhnya.

"Jadi di Gerindra ini gak ada gerbong-gerbongan, sekali masuk Gerindra, tidak ada kata baru dan lama, semua Gerindra. Ini partai gerakan, gerakan bersama. Apapun itu kita adalah semua keluarga Gerindra, "Tekannya. (Ray)

..............

A family man. I am what I am. Respect, Love & Peace.

De Gadjah (Big Daddy)

Dicari entrepreneur dalam kompetisi The Funding Pitch Event dengan hadiah $10.000

 

Founder dari The Funding, Wayne Thompson

GATRADEWATA NEWS | BADUNG | Seperti seorang ahli ekonomi dari Australia Joseph Schumpeter, mendefinisikan entrepreneur adalah seorang yang ingin dan mampu untuk melakukan perombakan sistem ekonomi, mengubah ide baru atau penemuan baru menjadi sebuah inovasi yang sukses.



Klik untuk zoom

Wayne Thompson yang merupakan sosok dibelakang dari The Funding, Ia memiliki mimpi dan tujuan untuk membantu bibit-bibit ekonomi itu bertumbuh, kaum dimana sosok entrepreneur memerlukan wadah untuk bertumbuh dan besar menjadi starup (bisnis perintisan) di era New Normal dalam bentuk serial reality.



"Success is nothing when you are not able to use it as a medium to teach and empower others" - Wayne Thompson

Konten The Funding terutama akan berfokus pada bisnis baru yang ada, tetapi juga mencakup berbagai aspek kewirausahaan seperti pertumbuhan pribadi, pengembangan bisnis, dan Platform online multiguna yang berkesinambungan.

The Funding akan memanggil para entrepreneur diluar sana untuk bergabung berkompetisi dalam The Funding Pitch Event @Jimbaran Hub. Proyek ini akan berbentuk serial reality show di mana tim The Funding akan memilih 10 kandidat yang memenuhi syarat melalui pendaftaran online. Mereka akan berusia antara 18 hingga 40 tahun dan bersedia berada di depan kamera setidaknya selama sebulan.


Jenis bisnis akan bervariasi tergantung pada skalabilitas, inovasi, dan pengetahuan individu terhadap produk atau layanannya. Setiap pelamar terpilih akan menerima investasi awal sebesar $1.000 dan bimbingan bisnis yang disesuaikan dengan peluang memenangkan hadiah utama berupa investasi sebesar $10.000. Seri web ini akan memberikan paparan sosial, inspirasi dan menunjukkan pasang surut perkembangan bisnis dan akan disiarkan di YouTube dan Instagram.

Hal serupa diungkapkan oleh Arro Davun yang merupakan project manager dari event ini. Dalam percakapan singkat dengan Anggela Intanisari yang juga merupakan Marketing Communication, mengungkapkan bahwa dirinya lagi mencari entrepreneur dalam suatu kompetisi, "bagi siapa aja yang memiliki ide bahkan baru hanya berbentuk ide aja atau sudah berjalan usahanya mari bisa bergabung dengan kita, "ungkapnya, Rabu (25/08/2021) di Jimbaran Hub, Badung, Bali.

Bisnis Kategori yang akan memeriahkan event ini adalah Technology (Teknologi), Sustainability (Keberlanjutan), Photography / Videography, Craft (Keahlian/kerajinan), Culinary (Kuliner).

Ditanyakan soal Sustainability Arro Davun menjelaskan bahwa itu merupakan daur ulang, "sesuatu ide yang didapat dari daur ulang itu bisa gabung di kita. Tanggal 11 September 2021 ini kita ada event, jadi kalian yang ingin bisa datang, bisa follow IG kita, semua ada disana, pada saat datang di Jimbaran Hub yang dimulai dari jam 09.00 pagi sampai jam 06.00 sore, saat itu dapat registrasi dan mendaftarkan produk-produk kalian disana. Ada games, challenge (tantangan) dan juga ada hadiah yang menarik,  " pungkasnya. (Ray)

IG The Funding (klik untuk link)

........

"True Gratitude can only be realized through the act of giving. So, give graciously…" - Wayne Thompson

Sudahi rebahanmu, yuk kita berkarya melalui seni tari

 

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Dalam rangka menyambut Global Youth Conference on Sustainable Development Goals 2021 (GYC 2021), tahun ini Precious Island bersama dengan KITAPOLENG mengadakan kompetisi tari kontemporer dengan tema Menari untuk Bumi. Kompetisi ini terbuka untuk seluruh anak muda berusia 15-25 tahun dan juga terbuka untuk peserta dengan disabilitas.

Latar belakang diadakannya kompetisi tari ini adalah Precious Island sebagai sebuah bisnis sosial yang berpegang teguh pada Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Berkelanjutan Global sadar bahwa generasi muda Indonesia memiliki banyak inisiatif untuk menyelesaikan isu masalah global. Tetapi sayangnya, belum ada wadah yang cukup untuk memberikan ruang terbuka bagi generasi muda untuk menyuarakan pandangan mereka. 

Maka dari itu, Global Youth Conference (GYC) on SDG mulai dibentuk sebagai panggung akbar anak muda dalam menghimpun dan menyatukan pandangan mereka tentang isu terkait 17 tujuan pembangunan berkelanjutan sehingga nantinya anak muda mampu beraksi nyata menggerakan inisiatif mereka dan saling berkolaborasi demi terciptanya sebuah solusi yang efektif dan positif serta mampu menghantarkan suara anak muda Indonesia menggema di seluruh penjuru dunia.

Sebuah aksi bisa dituangkan dalam perwujudan apapun, termasuk seni.

Mengangkat seni tari kontemporer sebagai medianya, Global Youth Conference (GYC) di tahun 2021 ini ingin merangkul para pecinta tari di kalangan anak muda untuk berkreasi dan berkontribusi untuk memperkenalkan SDG melalui pesan dalam sebuah tarian. 

Untuk mencapai hal tersebut, Precious Island sebagai penyelenggara GYC menggandeng KITAPOLENG dalam menyelenggarakan kompetisi tari bertema SDG, utamanya di poin aksi perubahan iklim. KITAPOLENG sendiri telah menjadi platform untuk karya-karya seni hasil kolaborasi yang melibatkan pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan karya dalam bentuknya yang idealis maupun inovatif.

KITAPOLENG berupaya menciptakan karya seni yang membumi sesuai tuntutan dan perkembangan zamannya. Hampir seluruh karya produksi KITAPOLENG berangkat dari tradisi sebagai dasar pemikiran di dalam melahirkan berbagai ekspresi imajinasi. Bentuk kesenian tradisi yang selama ini mapan menjadi titik berangkat pengembangan dan eksplorasi yang lebih detail, menggugah, kemudian menawarkan

Pendaftaran kompetisi tari ini dibuka mulai tanggal 17 Agustus hingga 5 Oktober 2021. 

Peserta tidak perlu membayar sepeser pun, sebab pendaftaran kompetisi kali ini gratis. Tak hanya itu saja, bagi pemenang kompetisi nantinya akan tampil di ajang Global Youth Conference on SDG 2021.

Ketentuan

● Memiliki tim dan karya original

● Seluruh anggota tim follow Instagram

preciousisland.id,gyconsdg,

kitapolengbali

● Salah satu perwakilan tim mendaftar di

bit.ly/LombaTariGYC2021

Benefit

● E-sertifikat keikutsertaan sebagai peserta

● Hadiah uang tunai

● Program berkelanjutan menuju GYC on

SDGs 2022

● Perform di GYC 2021

kemungkinan-kemungkinan baru  digali kembali.

“Sebetulnya kepedulian lingkungan tidak serumit yang kita pikirkan, bisa memulai dari sesuatu yang selalu ada dalam kehidupan kita, dan sekitar. Bumi itu sederhana maka kesederhanaan adalah yang mampu memulihkan Bumi '' ucap Jasmine Okubo, salah satu pendiri KITAPOLENG. Jasmine sangat optimis minat anak muda saat ini sangat tinggi untuk mengeksplorasi seni, khususnya seni tari, ke arah tujuan global berkelanjutan yaitu SDG.

Silahkan kunjungi media sosial kami melalui Instagram @preciousisland.id untuk mengajukan pertanyaan dan update informasi terbaru atau kontak panitia yang tertera dibawah ini. (Tim)

Kontak :

Jasmine (0821 1111 7387) 

Surat Pendek untuk Ibu Risma

Ibu Risma yang cantik jelita, tahukah Ibu bahwa ada anak korban penculikan sedang "ditawan" di Balai Anak Handayani DKI Jakarta milik Kemensos RI. Namanya Darryl Kurniadi. Semoga Ibu berkenan "melepaskan tawanan" itu. Terima kasih.

Dari pengagum Ibu Risma,

Wilson Lalengke (081371549165)

Kedae Boecoe resmi dibuka, sambil membagikan Sembako ke Masyarakat

 

Salah satu hidangan desert dari Kedae Boecoe, Jaje Injin yang beda dan lezat

GATRADEWATA NEWS | BADUNG | Peresmian Kedae Boecoe dibuka untuk umum, kedae Boecoe merupakan sebuah kedai makan dan minum yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri, suasana sawah, pepohonan rimbun sampai pemandangan sungai, dan dekat pula dengan kota dan daerah wisata.


Ditemui salah satu 'founder' dari Kedae Boecoe ini, I Ketut Darmayasa yang juga merupakan Director Food and Beverage, Grand Istana Rama Hotel, Ketua Umum Balabec (Bali Local Alkohol Beverage Control), Ketua IFBEC Bali (Indonesian Food & Beverage Executive Association), dengan segudang pengalaman ini diharapkannya makanan dan minuman Kedae Boecoe dapat memberikan level yang sesuai dengan pengalamannya di dunia hospitality, tetapi dengan harga terjangkau serta tetap mengedepankan local genius (Kearifan lokal) dari suatu hidangan yang disajikan.


"Kita harus tetap berkreatifitas, berinovasi, berkontribusi ditengah Pandemi covid-19, jadi kita berusaha mengajak teman-teman baik itu dari asosiasi, baik itu teman seprofesi untuk membangun sebuah usaha agar kita tidak berdiam diri ditengah pandemi saat ini, "ungkap Ketut Darmayasa, Sabtu (21/08/2021) di Kedae Boecoe, Jalan Tukad Penganyutan no 6 Banjar Pasekan Buduk, Mengwi, Badung, Bali.

Telur ikan untuk camilan sambil 'metuakan'

Ia juga menambahkan bahwa strategi dalam menghadapi pandemi ini, protokol kesehatan menjadi yang utama selain kreatifitas yang dapat menjadi inovasi dalam berkarya. Ia juga menambahkan upayanya ini diharapkan dapat membantu teman-teman yang dirumahkan untuk dapat bekerja dan tetap berkreasi.

Kerabat dan kawan dari berbagai hospitality Industry dan kelompok Bali Metangi

"Saya mengharapkan pengunjung dapat merasakan aman dan nyaman dalam menikmati suatu produk sajian dari Kedae Boecoe ini, dari pemandangan sawah, sungai untuk mancing, ada suasana alam dan burung, terutama kita hadirkan suasana alam yang nyaman buat dikunjungi, tidak lupa soal harga yang terjangkau bagi masyarakat sekitar juga yang ingin menikmati sajian di kedae Boecoe ini,  "tambahnya.

Ditemui setelah acara pembagian sembako kepada masyarakat, I Ketut Sudarsana, SH., sebagai pemilik Kedae Boecoe ini, yang merupakan tokoh masyarakat dari Banjar Pasekan, desa Buduk, kecamatan Mengwi, Badung mengungkapkan bahwa bermula terciptanya Kedae Boecoe ini adalah rembuk-rembuk dengan teman-teman. Motivasi yang Ia ungkapkan adalah karena banyaknya orang-orang yang dirumahkan dari tempat dirinya bekerja, nah dari hal itulah dirinya bersama dengan PT. TAMANA membuat tempat kuliner.




"Intisari yang kita ingin dapatkan adalah membuka lapangan pekerjaan, menampung yang dirumahkan dengan mengajak kerjasama mereka untuk membangun inovasi dibidang kuliner, jadi terbentuknya kedae boecoe ini, "jelas Ketut Sudarsana yang pernah menjadi perbekel Desa Buduk (kepala desa) ini, Sabtu (21/08/2021).

Ia juga menuturkan bahwa dirinya sebagai tokoh masyarakat dalam acara grand opening Kedae Boecoe, ikut membagikan sembako dan makan secara gratis untuk keanggotaan dan masyarakat yang saat ini sangat membutuhkan. "Kita hanya secara simbolis saja dulu sekitar 100 orang, karena kita sangat menjaga sekali protokol kesehatan, tidak ingin banyak berkerumun, karena saat ini masih PPKM. Dari Koperasi Werdhi Utama telah memberikan sembako juga tahap pertama, saat ini juga tahap kedua untuk kelompok anggota peternak, paiketan seni juga mendapatkan bantuan sembako, dan musik yang kita nikmati sekarang juga dari paiketan seni ini juga, kita juga punya club sepeda (Jasebo), kami harapkan ini dapat sedikit membantu masyarakat, "ungkapnya.

Nyoman Gede Suasta founder Kedae Bocoe

Begitu juga Nyoman Gede Suasta selaku founder Kedae Boecoe mengungkapkan hal yang serupa bahwa dibentuknya ini merupakan keinginan dirinya dan kelompok untuk dapat terus berinovasi dan memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian banyak pekerja yang dirumahkan, " Saat pandemi ini kita juga mencari celah guna meningkatkan ekonomi, karena peluang orang diluaran sana sekitar 35% masyarakat masih memiliki simpanan uang. Nah dari pengalaman hospitality industry yang kita miliki PT. Tamana ini saya harap dapat meningkatkan ekonomi anggota juga, "ungkapnya.

Dirinya berharap dapat juga meningkatkan ekonomi sekitar dengan memanfaatkan barang dan jasa dari pasar terdekat dalam mengolah menu di Kedae Boecoe ini. "Dari ini saya pikir mutualisme itu akan terjadi dari kondisi ini dari persawahan dan perkebunan yang ada disekitar daerah ini, "pungkas Gede Suasta, yang menerangkan juga bahwa kedae Boecoe buka saat ini dari jam 12.00 Wita sampai Jam 21.00 Wita, parkir luas, free wifi, billiard dan karaoke. (Ray)

...............

Menu yang dapat dinikmati di Kedae Boecoe, klik link menu.

Dewa Sudarsana, kemana kami mencari keadilan, Semua seperti tutup mata

 

Pihak pemilik Gedung Olahraga bulutangkis Pranitha menjelaskan kepada aparat polsek Denpasar Selatan, perihal kebisingan

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Perjuangan I Dewa Putu Sudarsana mencari keadilan terhadap kondisi kebisingan dan limpahan air cucuran atap belum juga menemukan titik temu. Gedung Olahraga bulutangkis Pranitha yang dimiliki ketua umum Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali, I Wayan Winurjaya, yang disinyalir tidak berijin (IMB) tersebut terus beroperasi dimasa pandemi covid-19.

Suasana di lapangan 

Gedung olahraga bulutangkis Pranitha tadi malam, Rabu (18/8/2021) didatangi pihak Polsek Denpasar Selatan (Sanur), karena ada laporan warga yang merasa terganggu akibat kebisingan yang diakibatkan beroperasinya Gedung Olahraga bulutangkis itu dari teriakan-teriakan para pemain.

Aparat yang datang mengecek tentang kelengkapan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, tidak bergerombol, dan kelengkapan bak cuci tangan yang wajib disiapkan oleh pengelola Gedung olahraga bulutangkis Pranitha, di jalan tukad citarum tersebut.

I Dewa Putu Sudarsana sempat mengeluhkan keberadaan gedung olahraga bulutangkis Pranitha tersebut, lantaran rumah yang sebelah bersebelahan tersebut gedung olahraga tersebut sangat menempel dengan dinding kamar tempat tinggalnya, "Ini sangat mengganggu kami dan keluarga, kalo berteriak-teriak (main bulutangkis) begitu bagaimana kami bisa istirahat, "ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan ijin (penyanding) berupa tanda tangan apapun, gedung itu dipergunakan untuk umum. "Saya tidak masalah kalo digunakan untuk putra atau putrinya latihan, tetapi kalo untuk umum ini menyebabkan keramaian dan juga pada masa pandemi covid-19 begini yang kami lihat berkumpul tidak menggunakan masker. Apalagi ini merupakan kawasan padat penduduk, saya merasa terganggu dan terzolimi, "ungkapnya.

Ditemui malam itu I Wayan Winurjaya mengakui bahwa dirinya sudah memenuhi apa yang menjadi kesepakatan pada waktu mediasi di kantor lurah pada waktu yang lalu. "Saya sudah masang peredam yang paling bagus, mana ada gor pakai peredam di Bali, waktu kita juga sudah batasi sampai jam 21.00 (9 malam), kita juga sudah tidak pakai musik, prokes juga sudah kita himbaukan kepada pemain dan pemain sudah kita batasi 8 orang saja, mengenai air cucuran atap masih dalam proses, itu karena ada sedikit insiden yang terjadi, "jelas Winurjaya, Rabu (18/08/2021).

I Dewa Sudarsana juga kembali menjelaskan, "sebagai kepercayaan orang Bali, kalo air cucuran atap tetangga masuk ke pekarangan rumah itu sungguh tidak baik, kami sangat dirugikan. Mengapa sepertinya aparat yang berwenang tidak bisa mengambil tindakan tegas terhadap kondisi ini, padahal sudah jelas ini melanggar perda yang ada tentang pembangunan, apalagi ini kawasan pemukiman padat penduduk, "ulangnya lagi.

"Kami akan tetap berjuang terhadap hak-hak kami mendapatkan ketenangan, saya pikir pemerintah harusnya kasus seperti ini menjadi contoh untuk penegakan perda, bukan seolah-olah tutup mata terhadap hal ini. Apakah pemerintah ingin melihat masyarakatnya berseteru berlarut-larut, "pungkasnya. (Ray)

.......

Berita sebelumnya (klik judul untuk link berita)

1. GOR di Citarum tak hiraukan keluhan warga sekitar

2. Mediasi terpotong telpon ajudan walikota, Lurah Panjer : tidak ada intervensi

3. Mediasi kedua, Gor Pranitha tetap operasi walau diduga belum kantongi ijin

4. Belum penuhi syarat perdamaian, Gor Pranitha tetap beroperasi, Satpol PP datangi TKP

I Wayan Suata, Komunitas Angkutan pariwisata dapat bantuan 3 ton beras

 

Drs. I Wayan Suata (Aya), ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Asosiasi Sopir Angkutan Pariwisata (ASAP)

GATRADEWATA NEWS | BADUNG | Tokoh kharismatik Drs. I Wayan Suata yang merupakan ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Asosiasi Sopir Angkutan Pariwisata (ASAP) Bali, menuturkan perjuangannya untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Itu semua guna menjaga anggotanya yang berjumlah 871 orang dalam keterpurukan masa pandemi ini, dirinya juga mengaku mencari bantuan ke pemerintah khususnya Wakil Gubernur (Cok Ace) dan mendapat respon yang positif.


"Saya berjuang untuk anggota, minimal mendapat perhatianlah dari pemerintah. Khususnya wakil Gubernur Cok Ace yang memberikan perhatian khusus terhadap komunitas kami (ASAP Bali), yang telah memberikan bantuan beras untuk anggota kami, " ujarnya, Rabu (18/08/2021).

KSU ASAP Bali yang berdiri sejak tahun 2011, yang telah mengayomi 817 orang anggota telah mendapatkan jatah bantuan untuk meringankan di masa pandemi ini sebanyak 300 tas yang isinya masing-masing 10 kg beras. Dengan jumlah 3 ton ini tentu kurang bila dibandingkan dengan jumlah anggota yang ada. "Pak Wagub berjanji akan memberikan pada tahap 2 nanti untuk kekurangannya, tetapi kapan waktunya kita belum tahu, "terang Suata yang memiliki putra seorang polisi ini.

Ia juga berterima kasih kepada wakil gubernur Bali Cok Ace atas usahanya dalam memperhatikan anggota yang dipimpinnya. "Semoga pemberian ini bisa dapat meringankan dan membantu keterpurukan sopir freeland yang sudah tidak dapat lagi bekerja seperti biasanya, mereka ada yang kembali ke kampung menggarap kebun, ada yang berjualan dan lainnya. Saya berharap pemerintah dapat menyukseskan program pengendalian Covid-19 ini, agar kami bisa kembali bekerja seperti semula lagi, "pungkasnya. (Ray)

Angkutan Pariwisata terpuruk, PAWIBA dan pelaku pariwisata dapat bantuan sembako

Bersama Aliansi pelaku Pariwisata Bali dan perwakilan dari Polda Bali


GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Polda Bali membagikan paket sembako kepada para pelaku pariwisata yang bergerak dibidang transportasi di Bali sebanyak 125 paket. Penyerahan tersebut dilakukan di Gedung PAWIBA, Jalan Puputan Renon, Denpasar, Senin (16/08/2021).




Kegiatan penyerahan ini melibatkan personel dari Ditlantas dan Dit Pam Obvit Polda Bali yang dihadiri Dir Pam Obvit Kombes Pol Harri Sindu Nugroho didampingi oleh Kasubdit Wisata Dit Pam Obvit Polda Bali Kompol Fahmi A.Md, S.H., menurut Fahmi pembagian paket sembako tersebut merupakan bentuk apresiasi dan perhatian dari Panglima TNI dan Kapolri untuk para pelaku wisata.

"Kerjasama ini kami lakukan bersama dengan AMPB (Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali), dan PAWIBA (Persatuan Angkutan Wisata Bali) untuk menyerahkan paket sembako dari Panglima TNI dan Kapolri, "terang Fahmi pagi tadi (16/08/2021).


Diterangkannya pembagian tersebut dibagikan ke anggota PAWIBA, ASITA, HPI, SPSI-Par dan EO Pariwisata di Bali, mereka datang menggunakan Bus Pariwisata karena terlihat berjejer dijalan raya Renon pagi tadi. Pembagian ini dilakukan bukan saja ajang silaturahmi tetapi untuk sedikit meringankan beban para pelaku usaha dan memberikan semangat bagi mereka yang terpuruk akibat situasi pandemi ini.

I Nyoman Sudiarta, SE., selaku Ketua PAWIBA didampingi oleh Anggota Bidang Umum dan Media Persatuan Perusahaan Angkutan Pariwisata Bali (PAWIBA) Wayan Thomas B, menjelaskan bahwa penerimaan paket sembako ini melalui aliansi masyarakat pariwisata. Sudiarta juga mengatakan bahwa pembagian hari ini dirinya mengaku menerima 50 paket sembako, tetapi pembagian total hari ini sejumlah 125 paket Sembako.

"Kondisi saat ini pelaku transportasi pariwisata bisa saya katakan sangat terpuruk sekali, ibarat hidup segan mati tak mau. Banyak pengusaha yang sudah tidak beroperasi lagi, walaupun ada juga sebagian kecil pelaku ini masih bertahan, karena unit sudah habis dijual, " ungkap Sudiarta.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya mewakili anggota PAWIBA sudah menghadap ke DPRD Provinsi Bali, Komisi II. Ia mengungkapkan bahwa dirinya ingin dari pemerintah memberikan proteksi dan perlindungan kepada anggotanya khususnya angkutan (Bus) Pariwisata untuk menghimbau para pengusaha pembiayaan yang ada di Bali, untuk tidak melakukan kegiatan menarik armada.

"Karena kami belum mampu beroperasional dikarenakan pandemi covid-19 ini. Soal tanggapan dari DPRD sudah kami terima, dan kami akan segera menghadap kepada Bali satu (Gubernur Bali). Gubernur Bali belum menerima keinginan kami untuk menghadap, kami sedang menunggu kapan kami bisa diterima, "tekannya. (Ray)

Penegakan Hukum Kasus Jiwasraya-Asabri oleh Kejaksaan Agung Pulihkan Kepercayaan Investor

 

GATRADEWATA NEWS | JAKARTA – Penegakan hukum dalam kasus mega korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) tidak mempengaruhi kinerja pasar saham ataupun investasi secara umum di Indonesia.

Sebaliknya, konsistensi penegakan hukum dalam kedua kasus itu penting untuk mengembalikan kepercayaan investor dan masyarakat, serta memberikan jaminan berusaha dan memulihkan kerugian negara.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Forum Hukum (Forkum) BUMN Dr(c) Verrie Hendry SH MKn  dan Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad yang dihubungi secara terpisah, Sabtu (14/8/2021).

Mereka diminta tanggapan mengenai hasil survei KedaiKOPI, yang salah satunya menyatakan penanganan kasus korupsi Jiwasraya dan Asabri oleh Kejaksaan Agung telah mengganggu roda pasar saham dan investasi di Indonesia.

Menurut Verrie, penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dalam kasus Jiwasraya dan Asabri tidak mengganggu iklim investasi, tetapi justru memberikan jaminan hukum dan kepastian berusaha bagi investor.

“Putusan pengadilan dalam kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum di Indonesia serius dalam memberantas korupsi dan hal-hal seperti itu,” kata Senior Partner & Funder Hendrylaw ini.

Dia menilai penanganan kasus Jiwasraya dan Asabri oleh Kejaksaan Agung selama ini sudah tepat dan sesuai hukum acara. Dia pun mengajak semua pihak agar menghormati putusan pengadilan dalam kedua kasus itu.

“Semua yang sudah divonis sudah sepatutnya dihukum karena menyalahgunakan dana masyarakat untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ujarnya.

Verrie juga mengingatkan bahwa penyitaan aset merupakan wewenang penegak hukum dan atau lembaga peradilan. Dalam hal ini, Kejaksaan Agung dinilai sudah bekerja sesuai dengan aturan dan hukum acara sehingga penyitaan itu sah.

Salah satu bukti, tutur Verrie, Kejaksaan Agung memenangkan gugatan Praperadilan atas penyitaan aset tersangka kasus Asabri Benny Tjokrosaputro di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

“Sekali lagi, tindakan Kejaksaan Agung sudah tepat dan menunjukkan pemerintah serius dan hal itu dapat menumbuhkan kepercayaan investor,” ujar Verrie, yang juga Sekretaris Bidang Hubungan Antar Lembaga DPN Peradi.

Dia mengaku tidak heran jika Kejaksaan Agung diserang karena berani menyita aset para tersangka yang nilainya triliunan rupiah. “Masyarakat harus cermat, jangan sampai tergiring oleh opini pihak-pihak tertentu untuk membantu pelaku korupsi,” ungkapnya.

Kepercayaan Investor sementara itu, Tauhid Ahmad mengatakan kasus korupsi di Jiwasraya dan Asabri telah mengikis kepercayaan investor dan masyarakat, bahkan menggerus kredibilitas pemerintah. Oleh karena itu, harus ada penegakan hukum yang tegas disertai pembenahan sistem tata kelola perusahaan (good corporate governance) di BUMN.

“Investor akan ragu berinvestasi kalau penegakan hukum lemah karena menimbulkan ketidakpastian berusaha. Di negara lain, hukuman korupsi itu sangat berat, bahkan bisa dihukum mati. Karena itu, semua yang terlibat harus bertanggungjawab, apalagi nilai kerugian negara dalam kasus tersebut sangat besar,” ungkapnya.

Tauhid tidak melihat dampak negatif penegakan hukum kasus Jiwasraya dan Asabri terhadap investasi ataupun kinerja pasar modal di dalam negeri. “Pasar saham sempat terpengaruh (saat kasus mencuat) tetapi sebentar. Itu bukan faktor utama, kinerja pasar saham selama ini lebih banyak dipengaruhi faktor lain, seperti kondisi ekonomi,” ujarnya.

Dilihat dari sisi investasi langsung, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi investasi (selain sektor hulu migas dan jasa keuangan) pada Januari-Juni 2021 cukup meyakinkan meski terdampak pandemi, yakni mencapai Rp 442,7 triliun atau 49,2% dari target 2021.

Bahkan, foreign direct investment (FDI) Indonesia mulai pulih dibandingkan negara-negara lain yang FDI-nya masih turun. Data BKPM, FDI Indonesia saat ini berada di kisaran 52,4% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 47,6%.

Berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, nilai kerugian negara akibat kasus korupsi di Jiwasraya Rp16,8 triliun, sementara di kasus Asabri kerugian negara mencapai Rp22,78 triliun. Ada dua tersangka yang terlibat dalam kedua kasus tersebut.

Salah satu tersangka di kasus Asabri adalah Benny Tjokrosaputro yang menjabat Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Di kasus Jiwasraya, dia sudah divonis penjara seumur hidup. (Tim)

KODAM IX/Udy melalui LSM Jarrak Bali distribusikan beras untuk masyarakat

 

Distribusi beras buat masyarakat membutuhkan, tidak ciptakan kerumunan

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Bantuan covid terus mengalir, kali ini Komando Daerah Militer IX / Udayana menyerahkan bantuan Covid-19 berupa beras kepada LSM Jarrak Bali sejumlah 150 sak, yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan juga para pemulung di seputaran Kota Denpasar, Jumat (06/08/2021).

Dengan armada yang siap mendistribusikan mempermudah LSM jarrak Bali memberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan tidak lagi menciptakan kerumunan, karena terdistribusikan secara langsung dan tepat sasaran. Dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua BPW LSM JARRAK Bali, I Made Rai Sukarya, mengiyakan adanya pendistribusian beras buat masyarakat yang berasal dari bantuan sosial (Bansos) Covid -19, oleh Kodam IX/Udayana.

"Iya betul, baru dari Bekangdam IX/Udayana, kita distribusikan ini untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan, "ujarnya singkat.

Dengan bantuan sosial berupa beras ini diharapkan masyarakat yang merasakan dampak dari PPKM yang masih berlanjut ini, dapat merasa diringankan. Dan berharap dapat tetap sehat tetap pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak serta telah tervaksin. (Ray)

Awal Tes Negatif, Seorang Ibu di Denpasar Kaget ! Didata Kemenkes menjadi positif

 

Seorang Ibu merasa syok yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba...

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Denpasar, Bali, Siti Herlina merasa 'dicovidkan' oleh Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Sebab, secara tiba-tiba, perempuan berusia 40 tahun tersebut menerima pesan singkat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Selasa, (3/8/2021), yang menyatakan dirinya positif Covid-19.

Padahal, dibeberkan suami Siti Herlina, hasil tracing tes antigennya negatif Covid-19. Pesan singkat yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19 itu membuat kepanikan pihak keluarga. Pihak keluarga mempertanyakan asal-usul Kemenkes bisa menyatakan Siti Herlina positif Covid-19.

"Ini bagimana kok bisa dinyatakan positif Covid-19, padahal hasil antigen istri saya negative. Dalam ketentuan yang disampaikan di lingkungan Banjar saya, hanya orang yang dites antigen positiflah yang dilanjutkan swab PCR untuk menentukan positif atau negative," ujar suami Siti Herlina, Kamis (5/8/2021).

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga meragukan validitas data jumlah pasien Covid-19 yang setiap hari dirilis Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kodya Denpasar. Pihak keluarga pun memprotes kejadian tersebut karena tidak ada bukti yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19. 

Diceritakan sang suami, awalnya salah seorang anggota keluarga Siti Herlina menderita sakit flu. Karena curiga kena Covid-19, lantas mereka memeriksakan anggota keluarganya dan langsung test PCR.
 
Hasil test PCR yang dikeluarkan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali menyatakan seorang anggota keluarga ibu Siti Herlina positif. Menyusul temuan tersebut, seluruh keluarga Siti Herlina di Purnawira dilakukan tracing dengan test antigen.
 
Menurut petugas, jika ada yang hasil test antigennya positif, maka wajib melanjutkan ke tes swab PCR untuk menentukan apakah warga tersebut benar positif covid-19 atau tidak. 
Siti Herlina bersama anggota keluarganya yaitu suami dan dua anaknya juga menjalani test antigen dan hasilnya semua negative, sehingga tidak satu pun dari anggota keluarga Siti Herlina yang lanjut menjalani test swab PCR. 

Anehnya, tiba-tiba pada tanggal 3 Agustus, Siti Herlina mendapat pemberitahuan whatsApp dari Kemenkes  RI. Pesan singkat itu berisikan pemberitahuan bahwa Siti Herlina lengkap dengan nomor KTPnya, dinyatakan positif Covid-19. 

"Halo Bapak/Ibu SITI HERLINA. NIK kamu 51710168108**** terdata dalam sistem Kemenkes RI sebagai pasien lositif Covid-19 di Provinsi Bali. Covid-19 dapat disembuhkan dan kamu berhak mendapatkan konsultasi dokter dan Obat GRATIS dari Kemenkes RI. Dokter akan langsung menghubungi kamu untuk memberikan konsultasi & resep untuk ditebus GRATIS, balas dengan YA untuk konfirmasi. Salam Sehat. Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Bali" demikian tulisan pemberitahuan melalui WhatsApp yang diterima Siti Herlina. 

Beberapa media berusaha meminta konfirmasi Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai melalui pesan WhatsApp pada Rabu 4 Agustus 2021. Mendapat informasi tersebut, I Dewa Gede Rai, lantas menanyakannya kepada Kabid pencegahan penyakit menular dinas kesehatan Kota Denpasar. 

Namun sayangnya, jawaban Kabid pencegahan penyakit menular dinas kesehatan Kota Denpasar yang dihubungi Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, sangat ngambang.

"Nggih sudah tyang (saya -Bali) info pak agar isoman aja dulu sambil nunggu exit test hari ke 5, kalau hasil negatif kita akan nyatakan sembuh. Kalau hasil positif baru baru terkonfirmasi covid-19," kata Kabid pencegahan penyakit menular dinas kesehatan Kota Denpasar yang dikirimkan kepada I Dewa Gede Rai.

Sementara suami Siti Herlina menyatakan sangat keberatan dengan jawaban Kabid pencegahan penyakit menular dinas kesehatan Kota Denpasar yang dihubungi Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai tersebut. 

"Kok bisa seenaknya seperti itu ya. Orang dinyatakan positif, tanpa bukti hasil PCR. Lalu enak saja bilang nanti lima hari lagi kalau hasil negative maka dinyatakan sembuh. Berarti laporan pasien positif dan pasien sembuh itu bohong semua," ujarnya kesal. (Tim)