-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion

» » » » Prof. Kun, bila art center diserahkan ke ISI itu ibarat tutup botol ketemu botol

 

Prof 'Kun' Adnyana (Rektor ISI Denpasar)

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Prof Dr Wayan 'Kun' Adnyana yang merupakan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode 2021-2025, disela-sela kesibukannya bersedia ditemui awak media dalam ruang kerjanya. Ia juga ikut bersuara ketika mendengar isu yang lagi bergulir di masyarakat bahwa kelak bila Taman Werdhi Budaya (Art Center) diserahkan pengelolaannya oleh ISI Denpasar.


Kita tahu bahwa Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), yang akan dibangun oleh pemerintah Bali dengan Dana 2,5 Triliun melalui dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sepertinya akan bergulir walau pro dan kontra tetap ada di masyarakat. 


Simak berita sebelumnya, 


Sumarjaya Linggih komentari rencana pembangunan PKB di eks galian C Gunaksa (klik link berita)


Dewa Sudarsana, art center serahkan saja ke ISI bila PKB terbangun (klik link berita)


Pembangunan PKB, AA Gde Agung Pentingnya menjaga titik wilayah kebudayaan Bali (klik link berita)


Gung Grenceng, Bali telah memiliki Puri sebagai sentral kebudayaan, manfaatkan itu ! (Klik link berita)

Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar Bali yang kini sudah tidak layak lagi untuk pementasan skala besar, dari problem lahan parkir sampai tempat pementasan yang tidak cukup besar itu. Kelak bila diserahkan pengelolaannya akan mendapatkan manfaat yang cukup besar di dunia pendidikan kebudayaan, seperti latihan pementasan sampai tempat promosi bagi talent-talent muda kedepannya, dan dapat dipergunakan setiap hari.


Kun Adnyana berujar bahwa, adanya harapan dan juga saran dari masyarakat terutama dari tokoh-tokoh seni budaya, gubernur maupun wakil gubernur yang akan mendedikasikan Taman Werdhi Budaya (Art Center) setelah terbangun nantinya Pusat kebudayaan di Klungkung kepada ISI Denpasar, "Kami kira ini sebuah dedikasi sejarah untuk generasi kita dalam membangun kualitas dan karakter dalam penguatan dan kemajuan seni budaya Bali, " terangnya, Senin (17/05/2021), di Kampus ISI Denpasar.


Ia juga menambahkan bahwa secara posisi letak dari Taman Werdhi Budaya yang berdekatan, bahkan menyatu dengan keberadaan kampus ISI, ini membuat kondisi yang baik, dan dapat dimanfaatkan secara kreasi dan kreatifitas dalam menyongsong generasi yang melahirkan kualitas seni budaya Bali kedepannya. "Saya mewakili kelembagaan dan pribadi sendiri simpati dengan gagasan, keinginan dan dorongan dari banyak pihak untuk menggunakan taman budaya sebagai ruang pengembangan dan laboratorium untuk penguatan seni budaya dan pembelajaran di ISI Denpasar. Atas saran itu kami ucapkan terima kasih, "ujar Prof. Kun Adnyana yang dulunya merupakan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.


Ditambahkan bahwa, ia juga mengatakan kebutuhan ruang yang lebih luas dan fungsional untuk mengakselerasikan ruang pembelajaran, yang arahnya selalu di kolaborasikan dengan kerja - kerja masyarakat seni budaya yang lebih luas, " dari itu kami membutuhkan panggung yang bagus, ruang-ruang latihan dan ruang - ruang kolaborasi yang representatif. Nah Taman Budaya tentu memiliki ruangan tersebut yang kelak dapat kami pergunakan sepenuhnya baik untuk ruang pelajaran untuk menumbuhkan dedikasi penguatan seni budaya Bali, "tekannya.


Metode pembelajaran di dunia perguruan tinggi kreatif ISI Denpasar, Merdeka belajar kampus Merdeka. Ini merupakan pembelajaran dengan 20 SKS atau sekurang kurangnya 1 tahun pelajaran, sepenuhnya dilakukan diluar institusi kampus, "itu artinya mahasiswa akan mencari partner, mitra dan teman kolaborasi yang tujuannya untuk bersinergi dalam membuat kreasi dalam karya yang berkelas dan monumental. Dari itu semua perlu ruang yang sekiranya representatif untuk mempertemukan itu, dan saya kita Taman Budaya merupakan ruang yang tepat dan layak sekaligus kebanggaan untuk lembaga ISI Denpasar, "terangnya.


Ini juga membuktikan betapa eratnya dan hadirnya pemerintah Provinsi Bali dalam penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali melalui hulunya, basisnya di lembaga pendidikan seni seperti ISI Denpasar. (Ray)



«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post