-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion

» » » » Dewa Sudarsana, Art Center serahkan saja ke ISI bila PKB terbangun

 

Berpendapat untuk membangun Bali 

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Kesenian terutama di Bali merupakan ujung tombak bagi sorotan mata dunia. Pernyataan Sumarjaya Linggih (demer) tentang pembangunan Pusat Kesenian Bali (PKB) di eks galian C Gunaksa Kabupaten Klungkung oleh Pemerintah Provinsi Bali, mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Bali. I Dewa Putu Sudarsana ikut memberikan suaranya bahwa pentingnya untuk membangun pusat kebudayaan Bali oleh provinsi Bali.

Ditanya soal anggaran yang berjumlah mencapai 2,5 triliun yang menggunakan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), "Ya jumlah itu kan relatif, saya rasa nilai itu termasuk wajar bila ingin membangun sebuah pertunjukan yang nanti dapat mementaskan sebuah maha karya kelas dunia, "ujarnya.

Ia menambahkan bahwa yang mesti dijaga adalah penggunaan anggarannya nanti, agar tepat sasaran. Mengomentari soal postingan Sumarjaya linggih di point 13, (klik beritanya)Yang berbunyi,  Mindsetnya adalah kebudayaan itu sesuatu yang hidup dalam masyarakat, bukan sesuatu yang dipajang dalam satu gedung untuk dipertontonkan. Suatu kebudayaan yang masih hidup dalam masyarakat harus dipertahankan, jangan dimuseumkan. 

Dalam bincang ringan, Dewa Putu Sudarsana mencoba menjelaskan pemikirannya bahwa, "Manusia adalah ciptaan yang Maha Agung, jika sifat-sifat dihubungkan dengan kebudayaan yaitu Budi dan daya (cipta dan karya) sudah tentu akan berhubungan dengan kemampuan masing-masing individu (manusia sendiri-sendiri), perubahan jaman dalam setiap generasi memiliki ciri khas, " terang Dewa Sudarsana, Jumat (23/04/2021).

Sambil menyeruput kopi di sore hari ia juga menjelaskan bahwa sejarah kebudayaan masa lalu ada berbagai versi masa waktu, jaman batu, jaman perunggu, sampai sekarang jaman IT. Perubahan akan terus terjadi seiring berevolusinya pemikiran manusia dari waktu ke waktu. "Siapa yang menggaransi budaya dan adat Bali akan kekal?, "tekannya.

Dari kekhawatiran itu akan adanya perubahan perlu adanya langkah dan tindakan nyata yang betul-betul terwujud dalam tindakan nyata itu dengan memperkuat rencana pembangunan pusat kebudayaan Bali. "Dari akses bandara ke tempat rencana dibangunnya itu ada bypass Ngurah Rai, manusia Bali dan generasi dimasa depan membutuhkan bukti sejarah dan tindakan nyata yg dapat dimasukan dalam data base, maupun bukti nyata dalam sebagai motivasi generasi muda dan generasi kedepan, kebudaayan bali telah dan pernah menjadikan manusia bali mencapai puncaknya di  setiap generasi kehidupan, " beber yang mengaku mengenal dan mempunyai hobby yang sama dengan Sumarjaya Linggih yakni golf.

Manusia yang memiliki keterbatasan ingatan dapat menggunakan tempat itu untuk menampung setiap karya dan karsa. "Apalagi seperti dijaman ini pikiran manusia Bali diliputi berbagai macam rekaman baik maupun buruk, dan itu tidak menutup kemungkinan bahwa karya-karya ciptaan manusia akan dengan mudah hilang dalam sisi kehidupan dan perubahan jaman yang semakin tidak menentu. Sejarah manusia Bali dengan kebudayaan Bali harus betul-betul dibuatkan tempat dan dilestarikan dalam berbagai etalase beragam, ini akan menjadi motivasi di setiap generasi manusia Bali kedepannya, "terangnya.

"Rencana pembangunan pusat kebudayaan ini akan menjadi tempat awalnya / lahir ciptaan / karya manusia Bali sebelum berakhirnya seluruh kehidupan manusia Bali di bumi, ini akan menjadi tempat yang dapat dilihat setiap saat dalam sejarah dimasa depan. Tempat tersebut dapat di isi dari setiap karya2 Agung manusia Bali, dari sisi ekonomi. Tepat guna, tepat waktu, memiliki nilai jual yang tinggi bagi Bali dan manusia Bali dimasa depan, "ungkapnya dalam pesan elektronik, Sabtu (24/04/2021).

Lalu ditanya soal keberadaan soal Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar Bali ia menjawab singkat, " ISI bisa mengambil itu sebagai tempat pertunjukan yang bisa diisi setiap waktu. Masalahnya lahan parkir dan keberadaannya sudah tidak mungkin untuk mengangkat sebuah event berskala besar, "tutupnya. (Ray)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post