-->

Search News


situs resmi covid-19

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



LUH MUANI ACADEMY MENYELENGGARAKAN LOMBA FASHION SHOW DI FESTIVAL KOPI 2020

 

GATRADEWATA NEWS|BALI| Luh Muani Academy menyelenggarakan lomba Fashion Show dalam rangka memeriahkan Festival Kopi 2020 pada hari Senin, 23 November 2020 ini dengan tema “Kopi Sebagai Peluang Bisnis Milenial Serta Bersama Kita Tingkatkan Potensi Kopi Menjadi Destinasi Baru Pilihan Wisatawan Lokal Maupun Wisatawan Asing.” 

Tak tanggung-tanggung, sebuah lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk mengasah softskill generasi muda di Bali, yang biasa menggelar kelas modelling, kelas presenter, pageant class, personality class, acting class yang dilatih dengan mentor yang sudah professional di bidangnya ini pun membuat tema yang menarik untuk lomba fashion kali ini. Adapun tema yang diambil adalah Casual Bebas dan Casual Endek dengan persentasi kriteria busana 70% berbahan endek dan 30% berbahan campuran. 

“Tema Casual Bebas ini kami terapkan dan terbuka untuk para peserta pemula yang belum mempunyai pengalaman untuk bisa berpartisipasi lomba secara offline langsung, agar memiliki pengalaman panggung, dan merasakan bagaimana tampil di muka umum (Baca: Publik), tentunya tetap dengan menggunakan protocol kesehatan Covid-19. Sedangkan tema Casual Endek ini kami garap sebagai bentuk dedikasi kami untuk mengkampanyekan kain tenun ikat tradisional (Endek) di tengah Covid 19.” Ungkap Ryan Indra Darmawan selaku ketua Luh Muani Academy. 

Lomba yang dimulai sejak pukul 13.00 Wita ini berhasil menjangkau 100 peserta yang mendaftarkan diri di dalamnya, di mana semua masing-masing peserta dapat mendaftarkan sesuai dengan kategori lomba yang sesuai dengan usia mereka, yang meliputi: Kategori A yang menampung usia dari 3 – 7 tahun; Kategori B yang menampung usia 8 – 12 tahun; Kategori C yang menampung usia 13 – 25 tahun. 

“Lomba ini juga bersinergi dengan Festival Kopi 2020, sehingga nantinya diharapkan peserta yang memenangkan lomba Juara 1 pada kategori C baik Casual Bebas maupun Juara 1 Casual Endek nanti, akan sekaligus kami nobatkan menjadi Duta kopi 2020.”  Tambahnya. 

Di samping itu, dr Visca Zerlinda H menuturkan bahwa diharapkan Festival Kopi 2020 ini menjadi solusi meningkatkan ekonomi UMKM Bali di tengah Pandemi Covid 19. “Mengapa Kopi? Karena kopi ini selain mengandung kekhasan masing-masing daerah, juga bahannya sangat mudah, tidak mahal, dan juga bisa dibisniskan sehingga membuat roda ekonomi dapat kembali berputar.” Paparnya. 

Bagaimana tidak, Lomba Fashion Show Luh Muani Academy yang bersinergi dengan Festival Kopi 2020  ini merupakan sebuah festival apresiasi para penguasaha dan penggiat seni yang dikemas dengan serangkaian acara kolaborasi seni- budaya masyarakat di Bali, Kuliner Kopi, Fashion serta untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi milenial tentang peluang bisnis kopi, sehingga nantinya diharapkan mampu terciptanya destinasi wisata baru yang mampu menjaring wisatawan lokal maupun wisatawan asing ke depannya. 

“Kopi dan fashion, sekilas keduanya tidak saling berkaitan. Tetapi sejatinya keduanya membutuhkan daya kreasi, inovasi yang dituntut untuk menghadirkan tidak hanya keindahan, cita rasa, namun juga menjadi sebuah karya seni yang patut dirayakan.” ungkap Moch Satrio Welang, salah satu juri acara ini. 

Sederetan nama-nama pemenang pun menghiasi acara Lomba Fashion Show Luh Muani Academy ini, khusus pada lomba kategori C di masing-masing thema, nama Callista Tan Winatta dan Putu Calysta resmi menjadi Duta Kopi 2020 setelah berhasil memenangkan perlombaan yang dinilai oleh Mirah Cynthia selaku Puteri Indonesia Bali; Heny Shanti yang berprofesi sebagai aktris FTV, penyanyi Bali, presenter Balinow BaliTV; dan Moch Satrio Welang yang merupakan Aktor Teater, Seniman Muda Bali. (Tim)

Gema Perdamaian kirim Ambassadornya tanam pohon dan bersih-bersih sampah plastik

GATRADEWATA NEWS|BALI| Wujud upaya damai yang sesungguhnya adalah bergerak menginisiasi dengan gerakan nyata, sebagaimana yang dilakukan oleh Ambassador Gema Perdamaian dalam menjalankan program kerjanya. Salah satu program kerja tersebut adalah menjaga keseimbangan alam dan memberikan edukasi dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai yang dapat merusak ekosistem lingkungan. Demikian yang disampaikan oleh koordinator acara ini, Gusti Ayu Istri Sumadiasih.

Gek Istri menambahkan bahwa Damai tidak hanya dilakukan antar sesama manusia namun penting juga  menjaga perdamaian dengan alam semesta. Hal ini sesuai dengan konsep Tri Hita Karana dalam menjaga keharmonisan hidup agar senantiasa dalam perdamaian. Kami memilih kawasan Pura Lempuyang yang berlokasi di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem sebagai objek kegiatan. Selain dapat menanggulangi tanah longsor kami berharap dapat memenuhi kebutuhan makanan dimasa yang datang untuk habitat Kera dengan menanam bibit buah-buahan di kawasan tersebut. 

Kawasan Pura Lempuyang sangat disucikan oleh penduduk sekitar dan disucikan juga oleh umat Hindu di Bali. Selain itu kawasan ini juga dijadikan destinasi Pariwisata sehingga sangat penting mengedukasi masyarakat mengurangi penggunaan sampah plastik dan kalau terpaksa menggunakan plastik sampahnya dibuang di tong sampah yang sudah disediakan. Sesuai dengan tema kegiatan ini yaitu “Tanamkan Kesadaran Generasi Muda Peduli Lingkungan”. 

Bendesa Adat Purwayu, Jro Wayan Jati menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mulia ini. Beliau berharap semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan yang sesuai dengan misi krama Bali yaitu Nangun Sat Kertih Loka Bali. 

Acara ini berlangsung pada hari Minggu 22 November 2020, mulai pukul 08:30 wita sampai pukul 15:00 wita. Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Provinsi Bali yang memberi sumbangan bibit sebanyak 200 pohon upakara dan buah-buahan. Meskipun ditengah pandemi, kami tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE pada saat pelaksanaan kegiatan. Beberapa organisasi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya: komunitas Gema Perdamaian, Sekaa Teruna Teruni Purwa Yowana, kelompok Pemandu Wisata Badra Karma, Jegeg Bagus Karangasem, komunitas Bersih-bersih Bali dan Komunitas Trash Hero Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh Bendesa adat Purwayu sebagai perwakilan masyarakat setempat. (agp)

MODJORIDO: REVOLT IN PARADISE

MODJORIDO

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR|  Datang, bertanding, dan mencekam!

Sebagai grup musik pendatang baru barangkali MODJORIDO belum butuh Veni, Vidi, lalu Veci—menang, menaklukkan, jaya wijaya. Kelewat ambisius dan ngoyo. Cukup mencekam, mencengangkan, menggugah atensi khalayak saja dulu. Sebab down and dirty rock 'n' roll — adicita bermusik MODJORIDO— adalah tentang bersenang- senang, menyalakan api gairah, menjadi muda dan memberontak. 

Seperti energi yang terpancar di tembang perdana dibawah Pohon Tua Creatorium: "Revolt".

"Revolt bisa dimaknai sebagai evolusi, pertanda kebangkitan, kembali menggairahkan musik rock, juga, selayaknya spirit musik rock yang dekat dengan pemberontakan," ungkap Rico Mahesi, biduan sekaligus gitar pengiring di Modjorido.

MODJORIDO sendiri merupakan penggalan dari nama tiap-tiap personel. MO dari Momo Wawengkang, si pencabik gitar. JO dari Joshua Putra, sang hulubalang beduk Inggris. RI dari Rico Mahesi, opsir departemen vokal. DO dari Doni Sura, bertugas menjaga marwah bas.

Predikat "anak bawang" disematkan pada MODJORIDO, well, sejatinya kurang tepat. Sebab masing-masing anggotanya tergolong veteran di kancah music bars di Bali Selatan. Kelompoknya mungkin baru. Tapi pengalamannya sudah sangat lama, jika diumpamakan buah, mereka sudah matang. Siap disuguhkan, good to go.

Dengan didukung jam terbang tinggi tersebut, tak heran jika kemudian MODJORIDO pamornya lekas melesat. Bisa dibilang kuartet ini adalah salah satu yang paling populer di belantika musik Kuta-Seminyak-Canggu.

Kala ditanyai komentarnya kini bergabung dengan label rekaman seberwibawa Pohon Tua Creatorium, mereka mericau dengan berbinar, "Dulu itu mengerjakan sesuatu kurang teratur, kalang kabut, tiada deadline. Beda ketika diproduseri PTC, serba profesional, makin menemukan formula, benang merah dan fondasi jelas, mata seperti terbuka, mengerti maunya apa, arahnya kemana."

"Revolt" dulu lalu album penuh kemudian, menyusul segera. 

Tak elak, Modjorido berkarya lantang dengan single yang diluncurkannya pada 21 November 2020 lalu, yang tentunya sudah bisa dinikmati di berbagai kanal digital. Mereka Datang, bertanding, mencekam, dan menang. (Tim)


Fontana Hotel Bali telah bersertifikat standar Normal Baru

 

GATRADEWATA NEWS|BADUNG| FONTANA HOTEL BALI, A PHM COLLECTION & SUMA SPA, TELAH DISERTIFIKASI UNTUK CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment Sustainability) OLEH KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN SKOR 100%.

Dengan sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment Sustainability) ini Hotel Fontana telah menjadikan dirinya layak dan berstandar 'Normal Baru' ini terkait dengan pedoman penanganan Covid-19 standar pariwisata. Pengumuman untuk awak Media ini berlangsung di Jalan Legian (20/11).

Pada tanggal 10 Oktober 2020 Fontana Hotel Bali telah melakukan audit langsung dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menunjuk PT. Superintending Company of Indonesia (SUCOFINDO) untuk menyelesaikan penilaian. Tim SUCOFINDO memeriksa hotel untuk menyelaraskan kelengkapan dan keakuratan persyaratan terkait prosedur dan standar Covid-19 yang baru.

Tim auditor memeriksa keadaan hotel sesuai dengan data yang dilampirkan pada fakta di lapangan secara rinci yang mencakup 3 bidang utama: produk, layanan, manajemen, dan lingkungan.

Hotel meraih skor akhir 100% pada sertifikat " Clean, Health, Safety, and Environment Sustainability " yang diberikan langsung oleh tim asesor PT. SUCOFINDO kepada manajemen hotel.

Sertifikat ini membuat pihak hotel semakin percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada para tamunya, setelah sebelumnya pihak hotel & spa juga telah mendapatkan sertifikat CHSE dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Artinya, pihak hotel siap menerima kondisi "normal baru" dengan prosedur standar Covid-19. (Red)

Bagus Mahendra: menerjunkan di Kejurnas kali ini untuk persiapan Porprov 2022

 

GATRADEWATA NEWS|KLUNGKUNG| Atlet Inkai Klungkung yang telah dipersiapkan oleh Anak Agung Gde Bagus Mahendra P, SH,MH, selaku Ketua Inkai Klungkung dalam kegiatan Kejurnas Karate Walisonggo 2020, dengan tema 'Kata Virtual 2020' merupakan persiapan diri buat menghadapi Porprov, Porjar dan KOSN, Kota Semarang (22/11).

Yang diikuti oleh Atlet Inkai Klungkung Kejurnas Karate Walisongo ini dalam tiga katagori yaitu katagori tingkat SD, tingkat SMP dan tingkat SMA. Seluruh peserta merupakan siswa dari Kabupaten Klungkung, yang digelar secara daring/online, walau begitu semangat mereka terlihat tidak luntur. Dalam acara tersebut dalam upaya untuk menghindari penyebaran wabah Covid-19, kegiatan lomba diselenggarakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes), dimana hanya dihadiri oleh orangtua siswa. 

Ketua Inkai Klungkung Anak Agung Gde Bagus Mahendra P, SH,MH menyampaikan bahwa atlet Karate Inkai Klungkung mengikuti kegiatan Kejurnas Karate Walisongo sebagai salah satu upaya untuk mempersiapkan atlet Inkai Klungkung yang akan diterjunkan ketika Porprov tahun 2022. Selain juga untuk mempersiapkan diri mengikuti kegiatan Porjar dan KOSN. 


"Semoga nanti bisa mendapatkan hasil yang terbaik," harapnya.

Ia juga memaparkan bahwa atlet Inkai Klungkung yang mengikuti lomba di antaranya tingkat SD yakni  Anak Agung Istri Purnama Utari Dewi dari SDN 3 Banjarangkan, Komang Restu Satwikayana dari SDN 1 Semarapura Tengah. Tingkat SMP yakni I Gusti Ayu Manik Pratista dari SMPN 1 Semarapura sedangkan tingkat SMA diwakili Dewa Ayu Nada.

Sebelumnya, atlet Inkai Klungkung sempat mewakili sebagai siswa Klungkung berlaga di tingkat nasional dan provinsi. Atlet Inkai Klungkung dari siswa Kabupaten Klungkung mengikuti Lomba Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) Tingkat Provinsi Bali tahun 2020 yang digelar secara daring/online, Selasa (3/11-2020). Kegiatan lomba tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang hanya dihadiri oleh masing-masing dari guru dan orangtua siswa. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran wabah Covid-19. 

Bagus Mahendra menegaskan, atlet Inkai Klungkung yang terpilih mewakili Lomba KOSN adalah atlet karate yang sebelumnya menjuarai kompetisi KOSN di Klungkung.(tim)

BPTD turun lapangan akan cek Parkiran Mobil Tangki BBM PT SGN

 

Parkiran milik PT. SGN yang disinyalir berbahaya

GATRADEWATA NEWS|KARANGASEM| Masih berlanjut tentang dugaan ada yang tidak beres tentang keberadaan gudang dan parkiran mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Sentana Giri Nusa, yang berada di Jalan Padangbai, Banjar Luhur, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Kondisi yang ada saat ini diduga tidak mengikuti ketentuan diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.725/AJ.302/DRJD/ tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Pengangkutan Bahan Berbahaya dan Beracun. 

Keberadaannya yang juga sempat dikeluhkan warga lantaran berada sangat dekat tidak lebih 100 meter dari bangunan vila dan rumah. Hal ini perlu dipertanyakan juga, sebab selain izin dari Kementerian Perhubungan perlu dipertanyakan untuk angkutan BBM, perizinan gudang dan parkiran dari daerah setempat.

"Penyelenggara angkutan BBM, selain mengantongi izin dari Kementerian ESDM melalui PT. Pertamina juga wajib untuk memiliki izin dari Kementrian Perhubungan," terang AA. Gede Oka Nirjaya selaku Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII, Bali-Nusra, Jumat (20/11) 

Lebih lanjut dikatakan dalam peraturan, ditentukan bahwa kendaraan pengangkut bahan berbahaya (termasuk BBM) dilarang parkir di sepanjang 100 meter dari jembatan, terowongan, perumahan, bangunan dan kantor.

Dan juga di daerah milik pribadi atau rumah makan, tanpa izin pemiliknya serta di tempat yang jaraknya kurang dari 100 meter dari daerah kebakaran atau dekat sumber panas yang dapat memanaskan isi tangki.

"Kami patut mengawasi, apakah sudah memenuhi unsur perizinan, kelayakan, serta keselamatan. Kami akan jadwalkan turun cek lapangan. Apakah ini sudah memiliki izin penyelenggaraan dan memiliki buku uji," ujarnya.

Terkait sanksi, Gede Oka mengatakan bentuk pelanggaran penyelenggaraan angkutan B3 akan dikenakan sanksi administrasi. 

"Jika tidak melakukan kewajiban sesuai dengan  izin penyelenggaraan, sanksinya administrasi, dapat berupa pembekuan, pencabutan dan larangan operasional. Kalau tidak ada izin tentu ilegal, itu pidana, ranahnya kepolisian," tegasnya.

Sementara itu Alit Suryaniti, manager PT Sentana Giri Nusa dikonfirmasi hal tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum dapat memberikan tanggapan apapun. (Tim)

JRX diVonis lebih ringan dari tuntutan Jaksa, Jaksa Pikir-pikir

 

Kasi Penkum Kejati Bali, A.Luga Harlianto,SH.,M.Hum

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Putusan yang dijatuhkan kepada I Gede Aryastina yang tidak lain adalah drummer dari Superman is dead band JRX, terhadap putusan tersebut JRX diganjar pidana selama 1 tahun 2 bulan. 

Untuk putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum telah menyatakan sikap pikir-pikir dalam persidangan. Ini artinya dalam 7 hari kedepan, akan ada sikap Jaksa Penuntut Umum, apakah menerima atau menolak Putusan dari majelis hakim. Bagaimanapun Jaksa Penuntut umum tetap mengapresiasi putusan yang trlah memutuskan berdasarkan kebenaran materiil dari alat-alat bukti di persidangan pidana ini dan tidak mendasarkan pada asumsi-asumsi yang ada. 

Jaksa penuntut umum juga mengapresiasi kegigihan baik dari Penasihat Hukum Terdakwa dan simpatisan terdakwa termasuk dari terdakwa sendiri selama proses hukum di Kepolisian hingga saat persidangan dengan agenda putusan. Tentunya secara hukum acara pidana di Indonesia, ada upaya hukum banding yang dapat digunakan dalam hal tidak menerima putusan tersebut. (Tim)

Ombudsman Minta Polisi selidiki Tanah Diklaim BPD Bali

 

Umar Ibnu Alkhatab 

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Umar Ibnu Alkhatab selaku Ketua Ombudsman Bali angkat bicara soal kasus dugaan pidana sengketa tanah seluas 3,85 are yang diklaim milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Jalan Gadung Denpasar Timur. Ia meminta pihak kepolisian segera mengusut dan mengambil inisiatif untuk menyelidiki atas tanah tersebut, dimana agar dapat ditemukan kebenaran, mana pihak sebenarnya berhak atas tanah yang dipersengketakan.

"Pertama, kedua belah pihak kembali duduk bersama untuk menguji keaslian masing-masing sertifikat. Dan kedua, ombudsman meminta agar pihak kepolisian mengambil inisiatif untuk menyelidiki kasus ini agar ditemukan kebenaran mana yang berhak atas tanah itu," ungkap Umar, Selasa (17/11).

Selain itu, ia juga meminta pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali dapat memberikan kejelasan terkait adanya tiga (3) sertifikat penyebab konflik sengketa atas tanah yang letaknya tak jauh dari kantor BPN Denpasar itu.

BPN selaku pihak yang bertanggungjawab atas penerbitan sertifikat tanah itu diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi terhadap masalah ini. "Kita berharap pihak BPN segera memberikan klarifikasi ya!," pungkasnya. 

Diketahui, sebelumnya pihak BPD Bali bermodal putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/PDT/2017 mengklaim dan memasang plang sebagai pemilik hak atas lahan seluas 3,85 are di Jalan Gadung Denpasar Timur itu.

Namun belakangan BPD Bali disebut-sebut warga telah keliru mengkasuskan tanah tersebut sampai ke tingkat kasasi. 

I Kadek Mariata, selaku pihak ahli waris mengaku heran dan tidak habis pikir mengapa tanah keluarganya bisa digugat padahal tidak pernah menjual atau menjaminkan sertifikat tanahnya itu ke pihak bank. Dan ia pun merasa hak miliknya telah diserobot secara semena-mena.

Sehingga, merasa tanahnya diserobot BPD Bali, Kadek Mariata pada tahun 2015 telah melaporkan dugaan adanya tindak pidana pemalsuan akta otentik dari sertifikat yang dimiliki BPD Bali atas objek tanah keluarganya itu. Namun hingga kini belum ada progres dari laporan polisi yang ia buat lima tahun silam. (Tim)

Plh.Kabid PPS BPN Bali terkait sertifikat jalan Gadung,"Kita akan kejar praktik Mafia tanah, bila terbukti"

 

Eko Wijiati

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Bergulirnya kasus sertifikat ganda BPD Bali, Pelaksana Harian Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa (Plh. Kabid PPS) Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Bali, Eko Wijiati angkat bicara. Ia mengatakan bahwa akan selalu berkomitmen mencegah terjadinya praktik mafia pertanahan. 

Hal tersebut diungkapkan saat diklarifikasi terkait munculnya kasus sertifikat ganda terhadap sebidang tanah diklaim milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Jalan Gadung Denpasar, pihaknya meminta data, mengaku akan mengecek terkait Nomor Surat Keputusan (SK) Kepala BPN Tahun 1996, belakangan disebut-sebut sebagai dasar terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 171 milik BPD Bali.

"Nanti kita akan bantu cari SK-nya dulu. Saya minta waktu, nanti kalau ketemu saya jelaskan secara detail, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan. Kirimi saya nomor SK-nya. Saya akan kejar ! ," tegas Eko Damiyanti, Selasa (17/11)

Lebih lanjut dikatakan bahwa selama ini pihaknya mengaku tidak mengetahui ada persoalan terkait sertifikat ganda urusannya antara warga dengan BPD Bali. "Kita juga dikejar target harus menyelesaikan persoalan. Tapi juga memang gak ada informasi. Makanya dari informasi ini saya akan masuk ke kantor kota (BPN Denpasar) untuk melakukan koordinasi mencari informasi lebih detail," katanya.

Menurut mantan Tata Usaha BPN Kabupaten Gianyar ini jika terjadi overlapping (sertifikat ganda), itu bisa jadi lantaran ada itikad tidak baik dari mereka (pemohon penerbit sertifikat), juga karena ada administrasi yang belum sempurna. 

"Tapi kalau terjadi seperti itu, harusnya ada indikasi ya. Bisa saja karena ada itikad-itikad tidak baik entah itu dari orangnya sendiri (pemohon) atau ada oknum yang di belakang. Itu yang harus kita jerat kan sebenarnya, kita berantas seperti itu," singgungnya.

Disinggung arah pidana disarankan agar melapor ke pihak kepolisian. Jika terbukti adanya tindak pemalsuan dikatakan maka sertifikat itu dibatalkan "Sertifikat itu sebagai alat bukti hak yang tetap dianggap benar sebelum dibuktikan sebaliknya. Kalau ternyata setelah dibuktikan ada pidana, hasil dari memalsukan ya cacat lah. Ya batal," tutupnya. (Tim)

Pandemi Covid-19, Ozone Generator untuk Sterilisasi Ruangan Kian Banyak Digunakan

 

foto: Dhimas Drissen selaku Founder TRB Creative (kanan) menyerahkan alat Ozone Generator kepada pihak Kantor P3E Bali Nusra KLHK di Denpasar, Senin (16/11).

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Pemanfaatan teknologi Ozone Generator untuk sterilisasi ruangan semakin banyak digunakan di tengah pandemi Covid-19, baik oleh instansi pemerintahan, perusahaan swasta, maupun perorangan. Teknologi Ozone (O3) bisa menjadi pengganti disinfektan karena lebih efektif dan efisien dibandingkan penyemprotan disinfektan.

Dhimas Drissen selaku Founder TRB Creative, menjelaskan, teknologi Ozone sangat efektif untuk menghilangkan bau dan sebagai penghasil udara murni. Kemudian membunuh bakteri, jamur patogen, menonaktifkan virus (bukan membunuh). Juga bisa untuk merontokkan pestisida yang ada di sayur dan buah. “Kami tidak mengklaim ini bisa membunuh Covid-19, tetapi alat ini bisa menonaktifkan virus,” ujarnya ditemui di Denpasar, Senin (16/11) sore.


Dhimas menguraikan, teknologi Ozone bisa untuk udara dan bisa untuk air. “Kalau untuk udara, bisa untuk dipasang di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kalau air, airnya ini kita beri gelembung Ozone, setelah itu bisa dipakai untuk mencuci sayur dan buah itu,” jelas pria asal Yogyakarta ini.

Dia mengatakan TRB Creative, sejak tiga tahun lalu telah memasyarakatkan penggunaan teknologi Ozone pada pengolahan limbah. Teknologi ini telah banyak digunakan perusahaan susu, perusahaan bir, perusahaan air minum dalam kemasan, dan lainnya. “Inovasi Ozone sebenarnya sudah ditemukan 1854. Kami sendiri memanfaatkan sejak tahun 2017, awalnya untuk pengolahan limbah karena kami banyak melakukan edukasi pengolahan limbah. Sebelum Corona, alat ini sudah kami perkenalkan saat FGD tentang perubahan iklim dengan KLHK yang difasilitasi oleh UGM,” tuturnya.

Menurut Dhimas, sejak wabah virus Corona melanda Indonesia, permintaan terhadap alat ini meningkat drastis. Dia pun mengungkapkan sejumlah keunggulan alat ini dibandingkan penyemprotan disinfektan yang menggunakan cairan klorin atau biodisinfektan. Kata dia, disinfektan selama ini harus isi ulang, harus disemprot manual, jadi pasti ada human error. Dengan alat ini tidak perlu ada isi ulang.

Berikutnya, disinfektan pasti akan ada residu karena yang disemprotkan akan meninggalkan sisa. Kalau dengan Ozone Generator, dengan teknologi elektrikal, ketika alat dinyalakan “on” secara otomatis timer akan bergerak. Setelah itu, O3 akan menyebar ke seluruh ruangan sampai ke sela-sela yang tidak terjangkau dengan penyemprotan disinfektan. “Alat ini safety juga karena sudah memakai sensor panas dan pakai thermostat, jadi ketika alat ini panas dia akan mati sendiri. Alat ini sudah kami set sesuai timernya 10 menit hidup, 10 menit mati,” kata Dhimas.

Sejauh ini Ozone Generator dari TRB Creative sudah banyak digunakan di Yogyakarta, Surabaya, Surabaya, Banten, dan belasan kota lainnya di Pulau Jawa, serta di Lampung. Adapun harga alat ini berkisar 5 juta sampai 10 juta per unit sesuai spek dan ukurannya. “Kali ini kami ke Bali untuk memasang Ozone Generator di Kantor P3E Bali Nusra KLHK. Kantor tersebut pesan lima unit, yang tiga untuk di dalam ruangan dan dua moving (portable). Untuk di Bali, ini yang pertama,” katanya.

Dhimas menambahkan, Ozone Generator sebenarnya sudah jamak digunakan di negara-negara maju. Di Indonesia sendiri, di banyak rumah sakit berkelas internasional, teknologi inilah yang digunakan untuk sterilisasi ruangan. “Di Arab sana, di Kabah, tidak mungkin menyemprotkan disinfektan, tetapi menggunakan Ozone,” pungkasnya. (Tim)

Mencari Jati Diri Ala Manusia Goa

 

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Dibalut oleh nada-nada blues, empat lagu yang terbungkus dalam mini album ‘Jalan Raya’ karya Wibhi Laksana diluncurkan, Sabtu (14/11) malam di warung Kubukopi, Denpasar.

“Lagu-lagu ini menggambarkan kegelisahan saya dalam melihat kehidupan dan upaya pencarian jati diri yang belum selesai,” kata Alumni jurusan Filsafat Timur di Institut Hindu Negeri (IHDN) Denpasar itu yang kini juga bekerja sebagai wartawan kanalbali.com.  

Empat lagu tersebut diantaranya ‘Entah’, ‘Ourselves’, ‘Menembus Lamunan’ dan ‘Sun Will Rise Again’. Selain elemen blues, ada juga nada-na seperti, folk, sufi serta phychedelic  

Penamaan mini album ‘Jalan Raya’ menjadi sebuah ungkapan atas kebingungan dalam pencarian makna diri dan kehidupan. Layaknya anak muda yang mencari jati diri baik dalam bermusik ataupun makna hidup.”Jalan raya tak ubahnya sebuah seperti waktu yang terus berjalan menuju tujuan akhir yang pasti, dalam perjalanan itu acapkali kita menemukan banyak hal,” ujarnya.

Adapun ‘Manusia Goa’ merupakan sebuah projek solo dari wibhi laksana. Nama inj terinpirasi dari sebuah kiasan milik filsuf yunani, Plato, yang mengemukakan kebenaran masih bersifat subjektif tergantung siapa yang mengalami. 

“Layaknya orang yang melihat bayangan mereka dari api di di dinding goa, tanpa pernah keluar. Bayangan itu menjadi sebuah kebenaran bagi mereka,” ujarnya. Bagi dia, karya adalah penggambaran atas apa yang dialami, ataupun amati, itu adalah kebenaran bagi mereka. 

Proses produksi selama sekitar dua bulan, melibatkan label Indigo Record. Dengan berbagai sumbangsih ide, arasemen serta gagasan akhirnya tercipta lagu ini. Karya-karya ini sudah dapat didengarkan di platform digital, spotify, joox, itunes. 

Dalam acara peluncuran yang diselingi dengan jumpa pers, ikut tampil pula Madman Stereo serta penampilan Blues Jamming. (tim)

Pengalihan BBM Non Industri, disebut tidak ada!

 

Pertemuan dengan PT SGN

GATRADEWATA NEWS|KARANGASEM| PT. Sentana Giri Nusa (SGN) di Banjar Luhur Desa Padangbai Karangasem yang menjadi sorotan karena keberadaan gudang tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) dipenuhi mobil-mobil tangki parkir. Yang konon dikatakan sebagai transit mobil tangki pengangkut BBM yang hendak diseberangkan ke Nusa Penida.

"Kalau izin untuk elpijinya sudah. Kalau izin kendaraan juga sudah. Cuman izin gudang tangkinya belum, masih dalam proses," terang I Wayan Rosta selaku Manager Marine Giri Nusa, Sabtu (14/11)

Mereka menjelaskan bahwa tempat sekarang hanya digunakan sebagai transit sementara. Yang juga dijelaskan bahwa pihak perusahaan juga telah berkontribusi Rp 60 juta setiap bulan untuk desa. Lebih lanjut rencana ke depan dibuatkan gudang beratap dan dipagar. "Nanti kita buatkan atap," ujarnya.

Ketika ditanyakan tentang ada tidaknya aturan dari PT. Pertamina tentang membolehkan transportir angkutan BBM untuk bisa transit. Menurut Alit Suryaniti selaku Manager PT. SGN mengatakan tidak diperbolehkan. Dan kenapa pihaknya selama ini singgah di gudang setempat, beralasan kapal ke Nusa Penida jadwalnya tidak menentu lantaran faktor alam.

"Karena harus menyesuaikan jadwal kapal. Kadang-kadang kan kapal lambat nyandar, kendala dermaga, cuaca sementara tidak diperbolehkan kendaraan BBM itu berhenti (parkir) di pelabuhan. Sesuai ketentuannya seharusnya memang tidak boleh. SOP (prosedur standar operasi) dari depo harus langsung ke tempat tujuan. Tapi ini karena untuk menyesuaikan dengan jadwal kapal," terang Alit Suryaniti.

Disinggung terkait kemungkinan adanya praktik pengalihan BBM non industri ke khusus industri, ia mengatakan hal itu tidak ada. Ia berdalih mobil-mobil tangki yang terisi BBM dari depo dalam kondisi tersegel. Begitu juga keberadaan adanya tangki penampungan di areal gudang dikatakan hanya ditempatkan sementara dan akan dipakai untuk SPBU di luar daerah.

"Itu tidak ada (pengalihan BBM dari mobil tangki non industri ke industri). Karena kendaraan yang sudah terisi di depo itu kan ada segelnya. Itu baru bisa dibuka di tempat tujuan," tegas Alit Suryaniti.

Perlu diketahui sebelumnya, tidak jauh dari lokasi gudang ini pihak Dit Reskrimsus Polda Bali pernah mengamankan praktik mobil tangki BBM kencing dalam sebuah gudang di Desa Antiga, Manggis, Karangasem, 13 Desember 2018.

Dalam penggerebekan tersebut, pihak Kepolisian mengamankan barang bukti, diantaranya dua buah pita segel yang diduga digunakan untuk menyegel ulang setelah mobil tangki tersebut memindahkan sebagian BBM yang dibawanya alias 'kencing'.(tim)

Kecurigaan tangki pendam milik PT Sentana Giri dibantah pengelola

 

Area gudang milik PT Sentana Giri Nusa

GATRADEWATA NEWS|KARANGASEM| Tangki pendam yang tergeletak di area gudang PT Sentana Giri Nusa di jelaskan oleh pengelola tidak digunakan. Keberadaannya itu di  gudang tabung gas LPG dan parkiran mobil tangki pengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) milik PT Sentana Giri Nusa di Banjar Luhur Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem sebelumnya dikeluhkan warga menimbulkan tanda tanya. 

Kini selain menjadi tempat parkir mobil tangki pengangkut BBM, di gudang ini juga terdapat tangki pendam. Sehingga keberadaanya menimbulkan kecurigaan akan praktik pengalihan BBM non industri ke BBM industri. Mengingat, terdapat disparitas atau perbedaan harga antara BBM untuk industri dan BBM untuk suplai SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), dimana harga BBM untuk industri lebih tinggi dari BBM untuk suplai SPBU.

Pengelola dan pengawas gudang

Kondisi itu dibantah atau diklarifikasi oleh Farudin, yang merupakan penanggung jawab dari gudang tersebut. Ia menjelaskan bahwa tangki pendam yang ada di gudang itu tidak digunakan. Sementara mobil-mobil tangki terparkir di sana dalam kondisi kosong. 

Keberadaan tangki pendam itu, jelas Farudin hanya disimpan sementara di sana. Ia mengatakan tangki tersebut sisa pembuatan SPBU di Mengwi, Badung dan akan digunakan pemilik untuk membuat SPBU di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Mobil-mobil tangki hanya parkir di sini sebelum mengambil BBM di Manggis (Depo BBM Pertamina) untuk dikirim ke Nusa Penida. Jadi baliknya (mobil-mobil tangki BBM) parkir di sini (Gudang)," ungkapnya.

"Kalau tangki itu tidak digunakan. Itu sisa dari SPBU Mengwi (Badung), rencana bos (pemilik) nanti untuk bikin di Lombok. Jadi sementara disimpan di sini, itu gak ada isinya, kosong itu," terangnya.

Sementara itu, diklarifikasi terkait perizinan gudang, Fahrudin mengaku tidak tahu menahu. "Soal itu (administrasi perizinan) saya tidak tahu, saya hanya mengurus di lapangan, soal perizinan ada orang di kantor yang mengurusnya," katanya.

Perlu diketahui BBM selain rentan penyimpangan juga kategori cairan yang mudah terbakar dan masuk dalam golongan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Usaha BBM memerlukan izin khusus, baik itu izin pengangkutan, penyimpanan, dan izin penjualan. Dimana, penangananya membutuhkan persyaratan teknis khusus harus dipenuhi. (Tim)

Dewa Sudarsana: Siapa yang bisa 'menggaransi' Bali tidak akan berubah?

 

Dewa Putu Sudarsana

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Kekisruhan yang terjadi antara semeton (persaudaraan) Bali yang terjadi belakangan ini membuat Dewa Putu Sudarsana angkat bicara. Ia menuliskan dalam akun facebooknya (12/11) untuk mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi, ini ia lakukan pastilah karena rasa cintanya pada Bali.

Dengan berbekal Panganjali yang ditujukan kepada yang tertulis disana 'Om Swastiastu' Saudaraku, membuat kita memahami arti persaudaraan Bali yang sesungguhnya. Ia berujar bahwa, "inilah jadinya adat dijadikan  Benteng Agama Hindu, ?? Bukankah Agama Hindu harusnya dijadikan benteng ? setiap manusia Hindu baik hidup di bali maupun diluar bali ?"

Di sana Ia juga mengilustrasikan bahwa  bila saja kita melihat orang durè/luar Bali (durè negara)  memakai Pakaian adat Bali, (pintar nabuh/megambel, pintar ngigel/nari, masyarakat bali pastilah bangga?, "Padahal mereka sesungguh belum tentu megama Bali, "tulisnya di akun tersebut.

Ia juga menambahkan ilustrasi yang bikin kita terdiam sejenak, "Tetapi ketika orang Bali memakai pakaian adat budaya lain mengapa mereka harus dicaci maki ? sebagaian masyarakat langsung bereaksi,

Seharusnya kita berpikir hitam putih, benar salah, 2 hal yang tidak bisa dipisahkan dalam melaksanakan 'swadharma' (Jalan) hidup, "jelasnya.

Iya juga melontarkan pertanyaan yang kita wajib renungi dan mungkin kita tak sadari dengan mengatakan bahwa Siapa yg bisa menggaransi Bali tidak akan berubah ? 'Shang' waktu akan merubah semua itu, karena yg paling kekal adalah perubahan.

"Lihat anak-anak Bali sekarang dari anak-anak Tk, SD, SMP, SMA lanjut sampai kuliah,Gadget, (dunia sudah ada ditangan mereka) dg berbagai informasi yg mereka dapat setiap waktu. Apa yg bisa dilakukan oleh MDA dan PHDI ?, "tanyanya.

Ia juga mencontohkan bahwa banyak juga semeton Bali mulai keluar dari tradisinya seperti Ngaben mereka memilih Kremasi , apakah Kremasi budaya Bali ? , "inilah pilihan-pilihan yang tidak bisa kita hindari dan akan terjadi perubahan2 itu seiring berjalannya waktu,"ujarnya disana.

Yang menarik adalah ia juga sedikit menyentil adanya dengan pepatah 'udang di balik batu' (sesuatu yang disembunyikan), "Ketika Adat dipakai alat untuk mencari panggung dan dipakai alat menyerang dan menjatuhkan seseorang seperti AWK oleh oknum-oknum MDA maka berakibat fatal  seperti yang terjadi sekarang, "ujarnya yang sepertinya itu sebuah kritik membangun.

Ia juga mencoba membangun opini bahwa  Majelis Desa Adat (MDA) bersama-sama PHDI harus bijaksana menyikapi berbedaan ini dan wajib mengulurkan tangan, kepada siapapun manusia Hindu Bali yg pernah keliru, salah ucap, karena kita semua tidak luput dari salah dan dosa ucapnya.

"Seharusnya masalah yang besar dikecilkan, yang kecil dihilangkan, kembali kepada ajaran kita mulet sarira (interopeksi diri) ajaran magama bali, Tat twam asi, Ahimsa dan dan lainnya, "ungkapnya dalam tulisan tersebut.

Dalam pandangannya ia juga melihat fenomena yang terjadi di bali sudah semakin kelam baik bisnis, serta toleransi sesama wangsa (keturunan) Bali sendiri, semua ingin tampil mencari panggung saling menghujat mencari kebenaran, menekan yang dianggap salah, belum tentu benar akan selalu menang dan salah akan kalah dalam magama bali, karena ke 2 nya akan di uji oleh 'shang' waktu, oleh hukum yg lebih tinggi hukum niskala, jika 2 perbedaan ini disatukan dalam kesadaran HARMONY ( Damai/Shanti) akan menjadi indah dan kuat  berbeda tetapi dalam satu tujuan DAMAI/ SHANTI.

"Jika 2 perbedaan ini bersatu, siapun yang ingin menenggelamkan agama Hindu dari setiap sosok manusia Bali dengan 'pancer' (berpusat) nya adat dan budaya tidak akan mampu, karena magama Bali sudah 'sidi sida sidaning don' dalam diri, menyatunya Shang Pencipta dengab Atma dalam diri (Tunggal) tentu harusnya PHDI dan MDA harus bersikap bijaksana (bukan sebagai JPU atau Hakim untuk menghakimi dan menghukum seseorang) termasuk AWK,"ujarnya dalam tulisannya.

Jadi ia menuliskan juga kata-kata yang menjadi renungan bersama bahwa Kita wangsa Bali tidak perlu khawatir dimanapun manusia magama bali tinggal, di bali diluaran sana akan tetap teguh akan jati dirinya (keyakinannya).

 Tidak perlu khawatir dengan diluaran sana yg ingin merusak, menghancurkan magama bali yg ingin menguasai secara politik, ekonomi, agama dan budaya tidak akan berhasil. "Ini harusnya menjadi attensi/goal MDA dan PHDI ! bukan menjatuhkan AWK atau melengserkan AWK, "tulisnya.

JASMERAH ; jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Tanpa kita sadari Politik 'Devide et impera' (pecah belah) sedang bekerja untuk menghancurkan agama Hindu, adat dan budaya Bali kita sendiri dari dalam diri oleh oknum-oknum tanpa kita sadari manusia magama bali akan rapuh dengan kepecayaannya, "Pelan-pelan dan semakin dalam, jika magama Bali dan adat dipakai alat utk menekan sesama semeton Bali dengan menerapkan sanksi-sanksi (seperti roya, pemecatan, pengusiran dari wilayah adat sudah tidak relevan /ideal lagi di jaman yang banyak memberikan pilihan-pilihan yang lebih mudah, ekonomis, tanpa mengurangi hakekat, untuk mencari jalan pulang yg sungguh Nya. Om svaha, "tutupnya dengan emoticon hormat yang pasti ditujukan kepada semeton yang mau membaca pesan yang ingin ia sampaikan. (Ray)

Puluhan Relawan Denut Siap Menangkan Paslon AMERTA Jadi Walikota Denpasar

 

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Kehadiran puluhan relawan dari Denpasar Utara (Denut) yakni Desa Peguyangan, Desa Pemecutan dan Ubung di Rumah Pembaharuan AMERTA di Jalan Tulip No. 14 Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, puluhan relawan solid bulatkan satu tekad ingin mendukung dan memenangkan Paslon AMERTA Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara maju jadi Walikota Denpasar, Kamis (12/11).

Para relawan ini berkumpul selain untuk bisa memenangkan Paslon AMERTA juga untuk mendengarkan arahan dan pembekalan yang disampaikan oleh Calon Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra seperti salah satunya mendengar program visi-misi seperti visinya ingin mewujudkan Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing. 

Ngurah Ambara juga mengatakan bahwa pembekalan kepada para relawan ini juga tentang bantuan yang akan digelontorkan kepada masyarakat jika terpilih menjadi Walikota Denpasar. 

"Nantinya masyarakat akan sepenuhnya merasakan program unggulan Paslon AMERTA seperti salah satunya adalah santunan kelahiran Rp 1 Juta dan santunan kematian 10 Juta asalkan ber-KTP Denpasar," terangnya.

Sembari menambahkan, selain ada beberapa program unggulan yang memang benar-benar akan diprioritaskan oleh Paslon AMERTA jika terpilih jadi Walikota Denpasar. 

Paslon AMERTA sesuai misinya ingin mewujudkan Denpasar Berbudaya, Adil, Inovatif dan Sejahtera. Hal ini memang akan dibuktikan selama kurun waktu 2 tahun. 

"Itupun kalau Paslon AMERTA memang dipercaya dan dipilih menjadi Walikota Denpasar," tambahnya. SUS

Media Online Letternews tumbuh 1 tahun bersama masyarakat Indonesia

 

Rudianto

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Hari Ulang Tahunnya (HUT) yang pertama digelar secara sederhana bersama kolega dan wartawan di Denpasar, selasa (10/11).  Bersamaan dengan Peringatan Hari Pahlawan 10 November, Direktur Utama (Dirut)/Pimpinan Umum Media Letternews, Rudianto menggelar syukuran dan doa bersama. 

Dalam kata sambutannya Pimpinan Redaksi Letternews, Rudianto mengatakan bahwa Media Letternews mampu menjadi edukasi bagi masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan dan mampu menjadi kontrol sosial di kalangan masyarakat. Sebab itu, kami mendirikan perusahaan. Media Letternews PT  Media Kabar Surat Udayana ini memiliki misi untuk ikut mencerdaskan bangsa melalui informasi-informasi yang mendidik, benar, dan bermanfaat bagi masyarakat. 

“Media Online Letternews sudah banyak melakukan kerjasama dengan TNI, Polri dan Instansi Pemerintah Daerah, artinya bahwa Media Online Letternews sudah diketahui keberadaanya sebagai fungsi pers dikalangan kalayak luas” terangnya. 

Dalam hari jadi Media Online Letternews yang perdana ini, banyak mendapatkan ucapan serta dukungan salah satu nya dari Sukmo Harsono Duta Besar Indonesia untuk Panama merangkap Republik Honduras, Republik Kosta Rika, dan Republik Nikaragua berkedudukan di Panama City. 

Kegiatan syukuran dan doa bersama tersebut, dihadiri Keluarga Besar Media Online Letternews  dan rekan-rekan Ikatan Media Online (IMO) DPW Bali 

Dihari ini usia Media Online Letternews bertambah menjadi satu tahun, sejak hari jadi Media  Media Online Letternews terus berkarya demi Indonesia dengan penuh rasa syukur atas tayangan sajian untuk pembaca yang setia dalam bentuk Online. Disetiap saat selalu menemani konsumsi publik serta meningkatkan kualitas jurnalis di pulau dewata ini ucap Rudianto

“Sekilas media semakin hari semakin mampu guna membantu teman-teman birokrasi pemerintah daerah maupun TNI Polri. Tantangan dan persaingan di media digital makin ketat, tidak hanya sesama media, namun juga media sosial. Kreativitas, kerja keras, visi kuat dan tim solid yang akan sukses selamanya,” pungkasnya.

Diakhir acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 1 Media Online Letternews, ditandai dengan pemotongan tumpeng. Serta tak lupa mengucapkan kepada instansi yang mendukung acara perayaan HUT perdana Letternews terimakasih kepada Duta Besar Panama, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Humas Kota Denpasar, I Gusti Agung Rai Wirajaya (DPR RI),  Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, DPP Partai Bulan Bintang, Dr. Dra. I Gusti Ayu Diah Yuniti, M.SI, Drs. I Ketut Suiasa. SH, DPW PBB Provinsi Bali, Dinas Pendapatan Denpasar, KPU Denpasar, PERDIKNAS Denpasar, PT. Jangkar Sejati, PT. Pramana Artha Raharja, Kejaksaan Negeri Badung, Ketut Swabawa, PORTADA Bali, PT. Coca-Cola, IMO DPW Bali, PHRI Bali, KWARDA Bali dan ACT Cabang Bali. (Tim)

Gatra Dewata Anggota Bungsu, Hut IMO ke-3 100 % Anggota telah berbadan Hukum

 

Gatra Dewata merupakan anggota paling bungsu dari IMO Bali

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengadakan ulang tahunnya yang ke-3, yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IMO Provinsi Bali dengan sederhana dan penuh semangat kekeluargaan, di kantor Sekretariat DPW IMO Bali, di Jalan Pudak No. 1, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara (09/11).

Peringatan hari jadi ini dilakukan dengan pemotongan tumpeng, do'a bersama, dan ditutup dengan makan bersama. Ketua DPW IMO Bali, Tri Vivi Suryani mengungkapkan peringatan kali ini menekankan pada semangat solidaritas dan kekeluargaan organisasi, dan mengajak anggota IMO untuk terus meningkatkan profesionalitas.

"Walaupun agak sedikit telat memperingatinya (HUT IMO 27 Oktober), tapi ini tidak mengurangi semangat dan makna kita memperingatinya. Mari kita maknai peringatan ini sebagai penguatan semangat kekeluargaan," ungkapnya.

"Dan, kita bersyukur atas 3 tahun kehadiran IMO Indonesia di kancah pers tanah air. Astungkara, IMO Bali sendiri sudah 100% media anggota kita berbadan hukum pers. Mari terus kita tingkatkan profesionalitas kita," imbuhnya.

Sejak awal IMO Indonesia memang berkomitmen membantu media-media anggota ataupun yang belum anggota untuk melengkapi badan hukum pers medianya. IMO Indonesia memfasilitasi pembuatan akta notaris dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.

DPW IMO Bali sendiri, ungkapnya lebih lanjut, saat ini memiliki 15 anggota media online, baik media lokal maupun skala nasional. IMO menjadi tempat bernaung dan saling mendukung para pelaku usaha media online di Indonesia, khususnya di Bali. 

Secara nasional, IMO kini sudah hadir di 24 provinsi dengan ratusan anggota media online di seluruh Indonesia. Tentu ini menjadi jejaring media online yang besar yang dapat menjadi alternatif publikasi dan pemberitaan.

Di akhir sambutannya, tidak lupa srikandi media di Bali ini mengajak untuk mendoakan agar kondisi Pandemi-19 segera berlalu. Pandemi ini memang menjadi batu uji bagi usaha media, namun Vivi mengajak untuk senantiasa optimis dan membangun optimisme. “Badai pasti berlalu,” tutupnya. (Tim)

Gudang Tangki BBM Padang Bai Jadi Sorotan Warga, Minim Alat Pemadam

 

GATRADEWATA NEWS|KARANGASEM| Warga sekitar mengeluhkan gudang tangki BBM Padang Bai yang dikhawatirkan keselamatan warga sekitar yang berada  dekat gudang tangki angkutan bahan bakar minyak (BBM) milik PT. Sentana Giri Nusa di Banjar Dinas Luhur, Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Yang menjadi keluhan adalah pihak yang berdampingan dengan gudang tersebut. Warga yang menjalankan usaha penyewaan villa yang merupakan penyanding (tetangga sebelah-bersebelah) mengaku merasa terganggu dan terancam, karena disebut-sebut safety (keamanan) gudang ini tidak memadai dan warga merasa takut terbakar lantaran alat pemadam minim. 

Pasalnya berdasarkan informasi yang didapat dari karyawan yang bekerja di villa sebelah gudang BBM ini, selain cemas bos pemilik villa juga sering mengeluh lantaran mendengar suara yang memekakkan telinga dari raungan mesin mobil yang dipanaskan waktu subuh dan tamu yang menginap merasa tidak nyaman.

"Setiap pagi sekitar jam 5 subuh sudah berisik suara armada tangki dipanaskan. Bayangkan jika ada 5 atau 6 armada dipanaskan, kan jadi berisik sekali kedengaran dari villa yang berdampingan" terang Nengah Madiasa, Minggu (08/11).

Dari pantauan media ini di lapangan, selain puluhan armada tangki BBM industri dan angkutan BBM ke SPBU di lokasi juga terlihat ada tangki penampungan. 

Informasi dapat digali diduga tangki ini dicurigai dipakai untuk penampungan BBM. "Pernah melihat sopir dan kernet melakukan kegiatan menggunakan mesin kompresor bersama selang besar dimasukkan ke mobil tangki warna biru. Tapi saya tidak tahu apa itu memindahkan minyak atau membersihkan tangki dengan air," kata Nengah Madiasa.

Dikabarkan armada pengangkut BBM ini setelah mengambil minyak dari Depo Manggis dibawa ke wilayah Nusa Penida. Diseberangkan menggunakan kapal LCT (Landing Craft Tank). "Armada armada ini kabarnya membawa minyak ke Nusa Penida," terang sumber lain tidak ingin disebut.

Dihubungi terpisah I Wayan Sudiarta selaku Kepala Desa Padang Bai mengatakan, bahwa untuk pengurusan izin sebagai gudang tempat parkir tangki BBM belum ada. Diketahui pihaknya tempat tersebut dipergunakan sebagai gudang elpiji kemasan 3 Kg subsidi.

"Kalau pengurusan izin untuk gudang kendaraan tangki BBM belum ada. Pastinya untuk pengurusan izin sebagai gudang elpiji 3 kg sudah ada mengajukan surat," ungkap Wayan Sudiarta.

Dikonfirmasi terpisah terkait keluhan ini, Wayan Sumantara selaku pemilik gudang belum dapat dihubungi. Telepon awak media yang hendak mengkonfirmasi keluhan tersebut belum dijawab. Begitupun dengan pesan WA yang dikirim juga belum mendapat tanggapan apapun. (Tim)

Laporan Tanah yang diklaim BPD Bali, Poresta masih lidik dan Sidik

 

Kasus tanah yang diklaim BPD Bali masih bergulir di Poresta Denpasar

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Kasus yang dilaporkan warga pemilik lahan terhadap tanah yang diklaim milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali seluas 3,85 are di Jalan Gadung Denpasar Timur, mendapat tanggapan oleh Kompol I Dewa Putu Gede Anom D, SH, SIK, MH, selaku Kasat Reskrim Polresta Denpasar.

Bahwa dirinya membenarkan bahwa adanya pelaporan pemalsuan dokumen lahan, "Memang benar sudah ada pelaporan dan sudah dalam proses lidik dan sidik," terangnya, Jumat (06/11). Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian juga sudah memanggil berapa saksi untuk dimintai keterangan. Baik dari pihak pelapor dan dari pihak BPD Bali. "Kita sudah panggil berapa saksi termasuk juga dari pihak BPD Bali," ungkapnya.

Perlu diketahui sebelumnya, bermodal Putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/PDT/2017, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mengklaim lahan seluas 3,85 are di Jalan Gadung Denpasar Timur. Meski sudah ada putusan pengadilan sengketa perebutan lahan ini terus bergulir. 

Pasalnya, sisi lain ada pihak warga mengaku sebagai pemilik merasa haknya telah dirampas semena-mena. Mengingat dikabarkan lahan diklaim BPD Bali ini diakui merupakan warisan dari leluhur dan sudah ditempati berpuluh puluh tahun serta sudah bersertifikat. Dan lantaran itu warga ini melaporkan kasusnya ke Polresta Denpasar tahun 2015. (tim)

'Nang Dije ci jani Nang!' AWK lapor akun Nanang Kelor





akun yang digunakan lenyap dari peredaran jagat maya

GATRADEWATA NEWS|BALI| AKun Odong-odong alias Palsu yang sering membuat keruh dunia maya akhirnya lenyap dari peredaran jagat maya, entah ingin menghilangkan barang bukti atau bagaimana? Banyak komentar yang keluar dari jari-jari netizen seperti ledekan-ledekan yang kadang menggelikan. Ini bisa saja membuktikan bahwa tidak semua keberpihakkan yang selama ini yang dianggap oleh netizen yang selalu menyudutkan Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yang sering dikenal sebagai AWK.

AWK kembali membuat laporan polisi untuk meredam akun di media sosial yang kerap menyudutkan dirinya. Dalam kasus pencemaran nama baik ini yang selama ini dilakukan oleh Akun Bodong alias tidak bisa dipertanggungjawabkan isinya oleh pemilik akun, karena pemiliknya tidak diketahui selama ini. Laporan itu dibuat oleh AWK di Siber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Kamis (5/11) pukul 15.00 Wita.

AWK usai melakukan pelaporan di Polda Bali

Postingan yang dianggap bernada provokatif itu oleh AWK setelah dikonfirmasi bahwa akun yang dilaporkan bukan saja hanya akun nanang kelor tetapi ada 2-5 akun lainnya yang terdiri dari akun FB dan Instagram. Ia menjelaskan bahwa akun-akun itulah yang selalu buat gaduh.


Potongan-potongan video yang diduga dibuat dan disebarkan oleh akun Nanang Kelor yang kreatif ini adalah video tahun 2017, yakni video resminya saat darma wacana di SMA 2 Tabanan dan satu video lainnya saat darma wancana di Pandak Tabanan.

Contoh komentar netizen terhadap hilangnya akun nanang kelor

"Akibat potongan-potongan Video itu akan menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat, ini menimbulkan kegaduhan. Saya ingin ini tidak boleh terjadi lagi, karena akan menyebabkan tidak amannya kamtibmas. Saya bertanggungjawab terhadap hal itu di Bali, apalagi di tahun politik seperti ini, "ujar AWK yang didampingi tiga orang penasehat hukumnya.

Ia menambahkan, “Saya sudah enam  tahun jadi anggota DPD. Selama ini saya diam saja menghadapi provokasi. Sekarang saatnya saya bertindak. Terutama dengan akun Nanang Kelor,” tutur AWK yang terlihat geram dengan harapan kedepannya tidak ada lagi pejabat-pejabat atau wakil rakyat lainnya yang dipotong videonya sehingga menimbulkan kegaduhan. 

Terutama akun Nanang kelor yang bila tidak diungkap oleh pihak kepolisian akan kembali menjelma menjadi akun-akun bodong lainnya yang siap menerkam siapa saja yang ingin dijatuhkan martabatnya. 

"Nang Dije ci jani nang, " 'celetuk' salah satu warga masyarakat di kedai kopi di seputaran renon, sambil melihat-lihat telepon genggam miliknya, sembari mencari akun Nanang kelor yang mendadak lenyap. (Ray)

Sengketa Tanah BPD Bali perlu penelitian lebih dalam, 1 lokasi 3 Sertifikat

I Wayan Adimawan S.H, M.H 

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Kasus Sengketa tanah seluas 3,85 are diklaim milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali bisa saja mengarah ke Pidana, pasalnya belakangan terungkap obyek tanah tumpang tindih. Terdapat 3 sertifikat dalam satu bidang lokasi di Jalan Gadung Denpasar Timur.

I Wayan Adimawan S.H, M.H yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (HAPI) Provinsi Bali mengatakan bahwa Putusan Tingkat Kasasi No.2234 K/PDT/2017 jo putusan Pengadilan Tinggi No 127/PDT/2016/PT Dps yang dipegang BPD Bali masih perlu penelitian secara mendalam secara eksaminasi publik, ujarnya pada Kamis (05/11).

Dimana menurut Tang Adimawan (nama akrabnya) bahwa eksaminasi publik merupakan pengujian terhadap putusan pengadilan demi penegakan hukum dan keadilan yang berdampak secara luas terhadap masyarakat. Yang menurut kacamatanya dalam kaitan ini patut diduga telah terjadi penyelundupan hukum perbuatan pidana dalam bidang agraria alias pertanahan.

"Salah satu kejanggalan seperti SHM 204 berlokasi di Desa Dangin Puri Kangin berada dalam satu bidang sama dengan SHGB No 12 berlokasi di Desa Sumerta Kauh dipegang BPD Bali.

"Dan anehnya lagi SHM No 171 berlokasi Desa Sumerta Kauh atas nama BPD Bali juga masih tercatat dalam bidang yang sama. Sehingga dalil bahwa SHM No 171 dijadikan dasar terbitnya SHGB No 12 tersebut tumpang tindih dalam situs peta bidang tanah atr/bpn," ungkapnya.

Perlu diketahui sebelumnya pihak BPD Bali dengan modal mengantongi putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/PDT/2017 mengklaim dan memasang plang sebagai punya hak atas lahan seluas 3,85 are di Jalan Gadung Denpasar Timur. 

Namun belakangan BPD Bali disebut-sebut warga telah diduga arogan dan keliru mengkasuskan tanahnya sampai ke tingkat kasasi. Warga ini mengaku sebagai ahli waris tidak pernah menjaminkan sertifikat ke pihak bank. Dan merasa hak miliknya telah diserobot secara semena-mena.

"Pihak BPD Bali sebagai perusahaan milik pemerintah daerah kenapa arogan seperti ini? Harusnya memberi pelayanan yang baik dan menjamin hak warga. Bagaimana mungkin ada sertifikat lagi sementara sudah ada sertifikat sebelumnya. Dan warga sekitar tahu, tanah itu milik dari leluhur saya sejak dulu," keluh I Kadek Marianta selaku salah satu warga mengaku sebagai ahli waris. (Tim)

Pemuda-Pemudi teriakan perubahan Kota Denpasar

 

GATRADEWATANEWS|DENPASAR| Calon Walikota Denpasar dari Pasangan Calon (Paslon) AMERTA Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra bertemu dengan para tokoh dan pemuda Denpasar di wilayah Banjar Jematang, Dauh Puri dan Kelurahan Padangambian.

Dimana para tokoh dan pemuda Denpasar sudah menyatukan tekad bulat untuk memenangkan Paslon AMERTA maju jadi Walikota Denpasar. 

"Karena para tokoh dan pemuda Denpasar ini menginginkan sekali kedepanya ada sebuah perubahan," ujar Ngurah Ambara, Rabu (4/11).

Sembari menyampaikan semua program unggulan dan janji Paslon AMERTA untuk kedepanya bisa menjadikan masyarakat Kota Denpasar merupakan program nyata. Hal itu bisa dibuktikan kalau dalam 2 tahun tidak bisa terealisasi. Siap mundur jadi Walikota Denpasar.

"Program unggulan yang dimaksud seperti bantuan dana santunan kelahiran 1 Juta, kematian 10 Juta, insentif kepada pengurus atau prajuru Banjar 30 Juta/tahun, dana kreatifitas sekaa truna 25 Juta/tahun, bantuan program PKK 5 Juta/tahun, bantuan setiap Dadia 5 Juta/tahun, serta pendidikan dan kesehatan gratis untuk pekerja non formal," terangnya.

Ngurah Ambara sangat berterima kasih buat para tokoh dan pemuda Denpasar yang senantiasa sudah mau membulatkan tekad untuk memilih Paslon Amerta Nomor Urut 2 maju jadi Walikota Denpasar.

"Karena saya sendiri yakin kalau masyarakat sendiri memang benar-benar menginginkan adanya perubahan. Paling tidak nantinya bisa menuju Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing," ucapnya.

Ngurah Ambara menambahkan kalau sudah menjadi Walikota Denpasar tentu Paslon AMERTA tidak akan pernah diam, pastinya akan terus bekerja dan berbuat untuk masyarakat Kota Denpasar. 

"Paling tidak Paslon AMERTA nantinya akan terus menyerap aspirasi masyarakat, baik ditingkat atas maupun ditingkat paling bawah seperti salah satunya masyarakat pedagang," tambahnya. SUS






Peluncuran Mini Album Rezha Suardana “The Great Miracle of the Universe”

 


_Rabu, 4 November 2020_

GATRADEWATANEWS|DENPASAR|Setelah merilis tiga single berturut-turut “Seven Seas” (Desember 2019), “We Will See the Light” (April 2020) dan “Sally” (Mei 2020), Rezha Suardana cenderung semakin produktif menulis lagu. 

Sepanjang bulan Maret hingga Mei tak kurang dari 18 karya baru yang ditulisnya. Hingga kemudian Rezha memutuskan untuk fokus menggarap 5 karya dengan menggandeng Windu Estianto (Supersoda) di ranah aransemen untuk menghasilkan nuansa yang lebih fresh dari rilisan sebelumnya. 

Kolaborasi penulis lagu dan music-arranger ini kemudian diberi sentuhan mastering akhir oleh Ian Joshua Stevenson di Jos Music Lab. Seluruh proses kreatif, rekaman, mixing & mastering tersebut juga selalu melibatkan arahan duo-produser Richart Volx dan Igo Blado dari label The Blado Beatsmith.


"Secara personal, yang membuat saya sangat tertarik untuk memproduseri Rezha Suardana adalah justru karena kejujuran serta kesederhanaannya dalam menulis dan menyanyikan karya-karyanya”, ungkap Igo Blado. “... yang jujur lama tak saya jumpai lagi belakangan ini”, imbuhnya. 

Igo Blado & The Blado Beatsmith adalah label yang memproduksi album “Lagu Kita Orang Indonesia” Ed Eddy & Residivis serta “Beranda Taman Hati” Dialog Dini Hari di tahun 2008 silam. 

 Kelima karya baru tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, al; Morning Song, Since the Day, Lagu Hujan, Bukan Sekedar Rindu, serta Me and You yang kesemuanya menceritakan ungkapan rasa dan harapan pribadinya yang dirangkum dalam mini-album bertajuk “The Great Miracle of the Universe”. Selain melibatkan istrinya; Ranny Swastika untuk berduet dalam lagu “Bukan Sekedar Rindu” yang terdengar begitu riang, jujur dan menggemaskan. Musisi kelahiran Denpasar, 14 April 1990 ini juga didukung oleh Erick Est dari EST Movie untuk penggarapan video-klip Morning Song yang dipilih sebagai single pertama.

“Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur pada Tuhan dan semesta yang telah memberikan saya kemampuan berkesenian ini, saya juga tidak pernah berharap banyak kecuali selalu berusaha menggunakan berkat tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga karya-karya saya kemudian bisa menghibur para pendengar di mana saja.” tutur Rezha saat ditemui di sela persiapan syukuran perilisan mini-albumnya di Warung Bhineka Muda, Sanur.

harapannya bisa terus berkarya , menghasilkan karya2 yg bisa memanjakan telinga dan hati para pendengar . Bisa mencurahkan isi hati ke semua pendengar , sampai ke semesta” imbuhnya.

 Peluncuran album bernuansa pop-folk-country ke digital-platform ini dirayakan dengan acara syukuran sederhana di Warung Kopi Bhineka Muda Sanur, jam 7 malam pada hari Rabu, 4 November 2020. Turut pula tampil Sindikat Rock Masa Kini [SRMK] dan imbuhan jam-session dari para sahabat musisi.(tim)

Aneh! Seorang nenek buta huruf, didakwa dengan dakwaan Surat Palsu

Foto di persidangan

GATRADEWATANEWS|DENPASAR|Persidangan tindak pidana menggunakan surat palsu terhadap Terdakwa Ni Ketut Reji seorang nenek yang buta huruf dan anaknya I Wayan Karma kembali digelar pada hari Selasa, 03 November 2020 pada pukul 15.20 di ruang sidang Candra. Setelah sidang perdana pada tanggal 22 Oktober 2020 lalu Terdakwa Ni Ketut Reji seorang nenek yang buta huruf dan anaknya I Wayan Karma didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan, SH telah menggunakan surat palsu sebagaimana Pasal 263 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Bahwa untuk membantah dakwaan JPU tersebut Terdakwa Ni Ketut Reji seorang nenek yang buta huruf dan anaknya I Wayan Karma melalui kuasa hukumnya yang berjumlah 10 (sepuluh) orang, yaitu I Made Suardana, SH., MH; I Ketut Rinata, SH; I Nyoman Alit Kesuma, SH; I Made Somya Putra, SH., MH; I Wayan Wija Negara, SH; Ni Luh Sukawati, SH; Ni Luh Desi Swandari, SH; Wayan Widi Mandala Putra, SH; I Gede Yudha Partha Mahendra, SH dan I Nyoman Yudi Artawan, SH yang kesemuanya tergabung dalam Lembaga Advokasi Dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI)-Bali mengajukan Eksepsi/Nota Keberatan atas dakwaan tersebut.

Di persidangan Eksepsi/Nota Keberatan tersebut dibacakan oleh 5 (lima) orang perwakilan kuasa hukum yaitu : I Made Suardana, SH., MH; I Ketut Rinata, SH; I Nyoman Alit Kesuma, SH; I Made Somya Putra, SH., MH dan Ni Luh Sukawati, SH. Dalam eksepsinya kuasa hukum mempertanyakan bagaimana seorang nenek yang tua renta dan tidak memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis dapat didakwa menggunakan surat palsu ?

 Terdakwa Ni Ketut Reji adalah wanita yang telah berusia 85 Tahun. Dengan umur yang setua itu, Terdakwa yang buta huruf (tidak bisa membaca dan menulis) tentunya memiliki pengetahuan yang awam tentang hukum. Sehingga ketika fotocopy keterangan silsilah tertanggal 8 Juni 1981 ditemukan Terdakwa Ni Ketut Reji tidaklah mengerti dan mengetahui apa isinya. 

Untuk mengerti dan mengehui isi dari fotocopy keterangan silsilah tertanggal 8 Juni 1981 tentunya hal tersebut melalui penyampaian keluarganya dan I Ketut Nurasa, SH., MH yang merupakan kuasa yang ditunjuk oleh keluarga Terdakwa NI Ketut Reji untuk membantu mempertahankan hak-hak Terdakwa NI Ketut Reji dan I Wayan Karma yang secara yuridis berhak atas warisan NI PITIK dan NI SORTI. Sehingga dalam perkara ini Terdakwa NI Ketut Reji dan I Wayan Karma hanya menyerahkan fotocopy keterangan silsilah tertanggal 8 Juni 1981 kepada I Ketut Nurasa, SH., MH untuk mempertahankan hak-haknya tanpa mengetahui proses, teknik menulis somasi, teknik pendataan, mengisi surat-surat, maupun menilai keaslian suatu surat. 

Dengan latar belakang yang buta huruf (tidak bisa menulis dan membaca) tentunya Terdakwa Ni Ketut Reji tidak mengerti tentang hasil kajian dari I Ketut Nurasa, SH., MH tersebut dan bagaimana kuasa hukumnya tersebut melakukan pembelaan menggunakan fotocopy keterangan silsilah tertanggal 8 Juni 1981. 

Namun anehnya Terdakwa Ni Ketut Reji dan I Wayan Karma yang tidak mengerti hal tersebut dijadikan pesakitan dengan dakwaan menggunakan surat palsu sebagaimana Pasal 263 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam Eksepsi tersebut, kuasa hukum menegaskan bahwa kasus ini sejatinya adalah ranah hukum Perdata karena menyangkut persoalan kewarisan dan silsilah yang merupakan Hukum Perdata. Sehingga surat keterangan silsilah tertanggal 8 Juni 1981 harus diuji dalam sidang Perdata bukan diuji dalam persidangan ini yang mendakwakan Terdakwa Ni Ketut Reji seorang nenek yang buta huruf dan anaknya I Wayan Karma melakukan tindak pidana pemalsuan surat.

Bahwa selain itu, kuasa hukum terdakwa menyebutkan Surat Dakwaan JPU cacat hukum karena Tempus Delicti (waktu tindak pidana dilakukan) tidak sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya. Kuasa Hukum Terdakwa menerangkan bahwa Terdakwa memberikan Kuasa kepada I Ketut Nurasa, SH., MH & Partners pada tanggal 22 Januari 2020 kemudian membuat Surat Somasi Nomor : 11/II/KHWB/2020, tertanggal 05 Februari 2020 dengan melampirkan Keterangan Silsilah, tertanggal 8 Juni 1981 selanjutnya surat somasi tersebut baru dikirimkan pada tanggal 14 Februari 2020. 

Namun JPU dalam dakwaannya menyebutkan Pelapor/Korban telah menerima Surat Somasi dan Lampiran Keterangan Silsilah, tertanggal 8 Juni 1981 pada tanggal 20 Januari 2020. Oleh karena dakwaan JPU cacat yuridis formal, tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap sehingga menyesatkan (misleading), membingungkan (confuse) sehingga dikwalifikasikan sebagai dakwaan kabur maka kuasa hukum terdakwa meminta Kepada Ketua Majelis Hakim Dr. I Wayan Gede Rumega, SH untuk menerima eksepsi Para Terdakwa dan menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum. (Tim)


Sejarah 'KUTANG'

 

GATRADEWATA NEWS|HUMOR| Penemu "kutang" adalah orang Perancis, _Don Lopes Comte de Paris,_ seorang mandor yang ditugaskan pemerintah Hindia Belanda untuk mengawasi proyek pembuatan jalan Anyer-Panarukan, yg dikerjakan oleh banyak budak pribumi baik laki-laki maupun perempuan yang bekerja hanya mengenakan kain semacam cawat. Sedangkan bagian atas tubuh, mulai dari pusar hingga ke leher, nyaris telanjang.

Dia merasa risih melihat banyak perempuan telanjang dada. Kemudian dia memotong-motong kain putih dan diberikan kepada para budak perempuan sambil berkata: _"Ferme cette partie coutant"_ yg artinya *"TUTUP BAGIAN BERHARGA ITU".*

Budak perempuan itu tidak mengerti mengapa ia diberi kain putih, karena perempuan bertelanjang dada adalah hal yang biasa pada masa itu. Don Lopez yang merasa jengkel, lalu menunjuk-nunjuk payudara budak tersebut sambil terus-menerus mengatakan, _"Coutant! Coutant!"_

Budak-budak pribumi yang melihat keadaan tersebut akhirnya, mengerti bahwa kain putih itu dimaksudkan untuk menutup payudara wanita. Dalam pemahaman mereka, kain putih yang dipakai untuk menutup payudara itu namanya adalah _coutant._ Kini istilah tsb telah diserap dan melebur dalam ejaan Indonesia menjadi KUTANG.


Demikianlah sejarah kutang.


*Boikot kutang!*

😂😂

Berbagi, berkumpul, sambil makan minum di K Pojok 8

K Pojok 8 di Pojok Sudirman

GATRADEWATA NEWS|DENPASAR| Kolaborasi antara 3 sahabat dalam membuat sebuah tempat berkumpul sambil berbagi di Kota Denpasar ada di wilayah kuliner (pujasera) Pojok Sudirman, tepatnya di pojokan Jalan Sudirman dengan Jalan Dewi Sartika Kota Denpasar. 

Mariza Icha, Hery Suryawan dan Sugito mengambil tempat untuk berbagi kepada masyarakat Kota Denpasar di tengah Pandemi Covid-19, mereka membagikan makanan gratis di seputaran Kota Denpasar dalam rentetan opening Kedai baru mereka, Jumat (30/10).

Mariza icha (tengah baju merah) dan Hery Suryawan (sebelah Icha, kanan) 


Menu yang lezat dengan harga terjangkau

Kedai yang menyediakan makanan dan minuman, serta camilan untuk bisa dinikmati semua kalangan, mengambil konsep 'KUMPUL BARENG SEMETON BERBAGI INFORMASI USAHA DAN BISNIS'. Mereka menginginkan kedai tersebut digunakan untuk berbagi informasi usaha, membahas kerjaan dan sambil bersantai menikmati hidangan seperti ikan bakar, ayam bakar, nasi goreng kambing sampai camilan pisang goreng yang lezat dan gurih khas K Pojok Delapan.


Acara pembukaan Kedai yang dihibur oleh live musik dari Sound Castle Band yang terdiri dari Yori, loly, erick, mereka menyanyikan lagu yang familiar di telinga masyarakat, membuat malam itu penuh dengan rasa nyaman dan penuh kegembiraan. 

"Rencananya kita akan mengadakan live musik setiap malam minggu, untuk kegiatan berbagi kita adakan setiap jumat yang juga kita banyak menerima sumbangan dari donatur untuk selalu berbagi, doakan ya bisa kita lakukan setiap minggu untuk kegiatan bagi-bagi makanan gratis, "jelas Mariza Icha.

Pada malam sabtu (31/10) performa dari kesenian mepantigan Bali ikut menghibur, tarian kolaborasi Bali Papua menjadi pilihan di Kedai yang juga menyediakan Kopi Lumpur yang nikmat disuguhkan dengan pisang goreng Khas K Pojok 8.

Salah satu pendiri kedai Pojok 8 ini Sugito menuturkan, "Kita inginkan adalah sukses bersama, sesuai dengan motto kedai ini berbagi informasi usaha dibidang apapun, jadi disini kita berkumpul sambil membuka peluang usaha baru atau usaha bersama apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini, saya berharap tempat ini juga menjadi motivasi dalam berjuang menjadi usahawan, berusaha bersama dan bangkit bersama, "jelas Sugito malam itu.

Ia juga menambahkan bahwa kelak bila profit sudah meningkat baik ia ingin berbagi kepada kaum dhuafa, silahturahmi ke anak-anak yatim, "kita akan menyisihkan sedikit dari profit kita untuk melakukan kegiatan berbagi, keinginan kita tak muluk-muluk (berlebihan), kita inginkan edukasi serta kepedulian, "sergahnya.

Begitu juga Hery Suryawan yang kurang lebih memiliki keinginan yang sama dengan ketiganya, "Saya pribadi memiliki tujuan yang sama dalam berbagi sambil berusaha, membahagiakan banyak orang serta keluarga, semoga kita dilebihkan rejekinya, "pungkasnya. (Ray)

3 sahabat