-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion

» » » KUCING BESAR MALAYA TERPAPAR COVID-19

Harimau Malaya (ilustrasi)

GATRADEWATA NEWS | NEW YORK | Harimau adalah hewan yang tergolong dalam filum Chordata, subfilum vertebrata, kelas mamalia, pemakan daging, keluarga felidae, genus panthera, dan tergolong dalam spesies tigris, dan harimau adalah jenis kucing terbesar dari spesiesnya, bahkan lebih besar dari singa. Sedangkan harimau malaya (melayu) adalah subspesies harimau yang dapat ditemui di bagian pantai timur Semenanjung Malaysia sampai tahun 2004. Subspesies dari harimau ini kini terdapat 250 hingga 340 ekor pada 2013, membuatnya sebagai populasi macan terbesar selain harimau benggala dan harimau indocina.

Dilancir oleh Nationalgeographic.co.id, Kepala Dokter Hewan Kebun Binatang Bronx mengaku bahwa ini kali pertama seekor binatang tertular COVID-19, Seekor harimau di Kebun Binatang Bronx, New York, diketahui positif COVID-19, sementara lainnya ada enam kucing besar lainnya menunjukan gejala yang konsisten terhadap penyakit yang sama menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat.

"Ini adalah pertama kalinya seekor satwa liar sakit karena COVID-19 dari manusia," kata Paul Calle, Kepala Dokter Hewan Kebun Binatang Bronx dilansir dari laman National Geographic (05/04/2020).

Dikabarkan bahwa Nadia yaitu nama dari Harimau Malaya ini kemungkinan terpapar COVID-19 dari penjaga kebun binatang ya sebelumnya terinfeksi, dengan gejala batuk kering pada akhir maret lalu, Calle mengatakan itu adalah satu-satunya hal yang masuk akal karena kebun binatang sudah ditutup untuk pengunjung sejak 1 maret lalu.

Nadia sempat dites tanggal 2 April 2020, 5 kerabatnya yaitu 2 harimau siberia dan 3 singa afrika juga menderita batuk dan mogok makan, namun gejala ini untuk 5 adiknya ini belum dipastikan karena belum melewati test COVID-19.

Penjaga kebun binatang dan tim dokter itu membantu mengambil sampel di kebun binatang setelah membius Nadia, lalu hasil itu dikirim untuk pengujian di Laboratorium Diagnostik New York, Universitas Cornell dan ke Laboratorium Diagnostik Hewan di Universitas Illionis Amerika Serikat.

"Dari melihat apa yang sedang terjadi, kami tentu saja melakukan pengujian COVID-19," ucap Calle.

Ditakutkan cerita John Goodrich (Kepala Ilmuwan dan Direktur Program Harimau di Panthera) bahwa kondisi ini saat ini sangat memperihatinkan jika COVID-19 menyebabkan kematian signifikan pada populasi harimau, maka spesies yang jumlahnya sudah sangat sedikit ini bisa punah. Dan dilansir juga bahwa pihak kebun binatang di USA sana sudah menjaga hewan-hewannya dari penyakit ini dengan memisahkan mereka. Tetapi pada hewan peliharaan jenis anjing Pomeranian dan German shepherd (hongkong), dan kucing lokal (Belgia) kasus infeksi COVID-19 Ini uga pernah terjadi yang ditularkan oleh pemiliknya. (Ray)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post