-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



» » » » ANTARA PORANG, CORONA, DAN NONA

Budi BMW, Made Teja, Nyoman Trijaya, Ketut Nitiasa

GATRADEWATA NEWS | JEMBRANA | Komoditi umbi porang kadang selalu menjadi buah bibir para petani saat ini, dikarenakan ceritanya fantastis tetapi selalu dilema oleh masalah dan pertanyaan siapa yang akan membeli umbinya yang tidak bisa dimakan secara langsung ini?
Komoditi Porang merupakan komoditi yang memiliki kuota yang tidak terbatas, itu juga dijelaskan oleh Guberner Jawa tengah waktu yang lalu. Porang juga merupakan bahan baku dari 10 lebih bahan industri, seperti Industri Makanan, kosmetik, pembungkus kabel, farmasi, perekat, industri pesawat terbang dan lain-lainnya. karena kegunaan yang banyak itulah hasil olahan umbi porang memiliki kuota yang tak terbatas.

Mariza Icha dan 6 kg umbi porang

belajar untuk mengolah umbi porang
Nona yang bernama Mariza Icha ini adalah pemain sinetron Angling Dharma 3 sebagai Dewi Sri ditahun 2002, yang melangsungkan syuting di daerah Cibubur, Jakarta Timur, beliau juga pernah ikut pileg dari partai Golkar dapil Bali ini sekarang lagi getol ikut mensosialisasikan tanaman porang karena potensinya yang bisa meningkatkan kesejahteraan banyak orang mesti dalam kondisi pemberitaan corona sangat gencar pada saat ini (14/03).
Dunia yang dilanda Virus Corona (COVID-19) membuat khawatir petani yang juga baru melirik tanaman porang sebagai tanaman yang ingin mereka tanam, " Pabrik atau eksportir bannyak memerlukan bahan baku umbi porang ini untuk industri mereka, jadi bukan hanya negara China saja yang membutuhkannya, negara Korea, Australia, Jepang bahkan negara Eropa sudah mulai melirik untuk menggunakan bahan baku dari umbi porang ini," terang budi kepada para petani.

umbi porang bila dibelah berwarna kuning ke orange, dan getahnya terlihat ada kristal 

Proses pengolahan umbi porang agar tidak cepat busuk adalah dengan cara dijadikan chips atau gaplek dengan irisan kurang lebih dengan ukuran 1 sampai 1,3 cm, dengan pengeringan 1:5 (satu banding 5) tetapi tergantung kadar air bisa juga 1:10, dengan cara ini chips porang dapat menjadi tahan lama hingga 1 tahun penyimpanan dan untuk mendapatkan hasil yang bagus umbi porang harus sudah diproses pada maksimum 7 hari setelah panen.

Dalam pertemuan dengan tim asal buleleng ini di daerah gilimanuk ini, "Kita lagi ingin mengadakan seminar atau semacam penyuluhan untuk para petani yang belum memahami terlalu dalam soal cara menanam porang ini, dan kami berusaha juga menyediakan bibitnya," terang Made Teja yang juga dulu pernah menjadi caleg dari partai NASDEM pimpinan Surya paloh ini. 

Dan dalam perbincangan itu juga dikatakan,"Kalo Walur belum laku tetapi Suweg sudah ada kuota pembeliannya, tetapi jarang perkilogram mungkin sekitar 500 sampai 1000 rupiah, dalam bentuk kering mungkin 7000 sampai 8000 perkg nya," terang Budi.


Proses pengolahan tepung porang, sumber youtube ( Khoirul Nasihin )


Proses penepungan atau merubah chips porang menjadi tepung itu biasanya dilakukan di pabrik, jadi dalam bentuk chips kering akan ditimbang dan dijual ke Pabrik atau ke eksportir untuk di proses kembali di asal Negara yang akan mengimpor porang dari Indonesia. (Ray)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post