-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion

'Lengeh'! Desak Dharmawati hina Hindu, Semeton Keris turun laporkan

Yayasan kesatria keris Bali turun laporkan dugaan penistaan agama Hindu Bali ke Polda Bali

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Belum reda penistaan tentang budaya dan agama Hindu di Bali, adalagi seorang yang mengatakan dirinya cerdas (dalam youtubenya menit ke 13.05) yang mendapatkan karunia atau hidayah untuk memeluk agama tertentu, ini adalah pengalaman pribadi yang sejatinya tidak perlu dibanggakan berlebihan bila melihat dari ajaran Hindu yang memahami arti swadharma hidup.

Banyak mualaf yang sudah hijrah tetapi bukan lebih menundukan diri kepada Tuhan dari agama yang dianutnya, malah mengabarkan hal-hal yang buruk dari pengalamannya beragama yang sebelumnya, ini sangatlah konyol. Karena semua itu adalah pengalaman pribadi bukan mewakili keagungan agama yang ditinggalkan atau menambah keagungan agama yang dianutnya sekarang.

Melihat penghinaan yang dilakukan oleh Desak Made Dharmawati yang di edarkan oleh channel youtube Kekawa Embong - Sumber Istiqomah TV (klik), membuat I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jro Bima) tidak terima, dalam channel youtubenya ia akan memastu (pastu - kutuk) kepada Desak Made Dharmawati yang telah menghina dan melecehkan dewa-dewi serta kepercayaan dirinya serta masyarakat Bali pada umumnya. "Perempuan itu sudah menyebut Bali pulau setan, pulau yang banyak setannya, dan ia juga menyebut takut akan reinkarnasi? Sedangkan reinkarnasi adalah jawaban yang pasti untuk perbedaan setiap nasib orang lahir didunia ini, "ujarnya dalam kanal youtubenya (klik) 

Pengalaman ketakutan yang diceritakan oleh Desak Made Dharwati mungkin merupakan pengalamannya yang tidak didasari oleh pengetahuan yang baik dalam mempelajari Hindu Bali, karena Hindu merupakan ajaran yang sangat luas dan Hindu Bali bukan saja teorikal tetapi masuk didalam sanubari spiritualitas bagi penganutnya, maka dari itu bagi yang tidak kuat atau teguh dalam menjalaninya, dalam goncangan jiwanya dan tidak memahami maksud dari kondisinya tersebut memang sebaiknya menepi sementara di luar agama Hindu Bali, karena mencari Tuhan bukan hanya keadaan level damai terus mati, tapi menemukan puzzle-puzzle (rangkaian) hidup yang kadang jatuh bangun dalam tempaan menemukan mutiara dalam diri.

Karakter sosok patung atau yang disucikan oleh umat Hindu Bali yang seram-seram itu merupakan pengejawantahan atau wujud dari sifat bhatara-bhatari atau mewakili sifat-sifat Tuhan yang memiliki kekuatan maha dahsyat dan sakti mandraguna, dengan sifat alam atau kekuatan maha sakti itulah disimbolkan wujud yang menakutkan, karena bagaimana mewujudkan sifat maha agung Tuhan tersebut bila tidak seram dalam wujud materi? Ilmu ilahiah campuran masyarakat Bali dan jawa pada masa lampaulah yang merangkai itu sebagai simbol adat dan budaya masyarakat Bali.

Sebagai contoh coba saja datang ke laut yang dalam atau berdiri saat topan badai dan lain sebagainya, kekuatan-kekuatan yang tidak terlihat itulah diwujudkan dalam wujud yang menyeramkan. (Karena power atau kekuatan itu memang seram). Dan lagi dikatakan Desak ini juga tentang penyembahan pohon besar yang dililitkan kain, bila lebih bijak melihat diri, itu bagian dari konservasi alam melindungi pohon-pohon besar penyangga kehidupan, menampung air yang merupakan hadiah terbesar dari Tuhan yang Maha Kuasa bagi manusia yang dipahami oleh nenek moyang kita.

Semua unsur yang mencintai agama Hindu harus selalu menjelaskan dan bergerak mengabarkan arti-arti yang sebenarnya dengan teduh dan bijak, karena agar tidak pengetahuan secuil yang dimiliki seseorang bisa merusak kerukunan dan keluhuran ajaran Hindu Bali serta budayanya yang telah berjasa menghasilkan 120 T penyumbang APBN bagi negara Indonesia yang kita cintai ini, Rahayu. (Ray)

.....



Webinar 'Cerdas Berdemokrasi' 2, tekankan Cinta dan Naluri dalam berita

 

Webinar 'Demokrasi Cerdas', di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali

GATRADEWATA NEWS | BADUNG | Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya, Perangkat, dan Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Puslitbang SDPPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dwi Dianingsih, S.Sos., M.Si.,  Koordinator Informasi dan Komunikasi Politik dan Pemerintah membuka Webinar ‘Cerdas Berdemokrasi’ seri kedua (Bali) di Discovery Kartika Plaza, Kuta, Bali, Kamis (15/04/2021).

Dirigen lagu Indonesia raya 

Dwi Dianingsih dalam sambutannya menjelaskan bahwa, "Webinar ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku para awak media agar positif dan penuh cinta kasih dalam pemberitaan media massa untuk kerukunan masyarakat, bangsa, dan Negara, "ucapnya yang telah melakukan roadshow webinar pertama di kota Malang dan rencana selanjutnya akan diadakan di Pekanbaru.

Acara tersebut dipandu oleh Algooth Putranto yang merupakan alumnus Universitas Udayana dan merupakan dosen Ilmu Komunikasi  Universitas Bakrie, dengan tema  'Jaga Berita, Jaga Cinta, Jaga Indonesia' dengan menghadirkan 4 narasumber Prita Laura (Tenaga Ahli Madya Kedeputian Informatika dan Komunikasi Publik Kantor Staf Presiden), Mayong Surya Laksono (Anggota Dewan Pengawas  LKBN Antara) , Heru Margianto (Redaktur Kompas.com) dan Dwitri Waluyo (Redaktur Pelaksana Portal infopublik.id).

Prita Laura mengatakan di era yang baru dalam tatanan sistem informasi yang berubah, disrupsi digital (sebuah lompatan perubahan dari sistem lama ke cara-cara baru) menjadi era yang penuh tantangan, rumit dan sulit dikendalikan. Menurutnya media telah mengalami ekologi (interaksi lingkungan) yang telah berubah, seperti memprioritaskan kecepatan berita bukan keakuratan, fenomena clickbait, news agregator, Sosmed, Pandemi dan pseudo journalism (jurnalisme semu). 

"Saat ini masyarakat sulit membedakan antara opini seseorang atau news dalam suatu produk jurnalis. Jadi masyarakat lebih percaya informasi semu (hoax) daripada informasi yang berbasis data (pengetahuan yang benar), dan ini berkembang pesat di medsos, dan itu dapat mendistorsi (gangguan atau penyimpangan) dalam diri kita, "ujarnya, yang mungkin perlu diingat bahwa jurnalisme roh dasarnya adalah semangat freedom of speech (bebas bicara), dan itu juga tak dilarang pintanya tetapi mesti menggunakan hati (cinta) untuk NKRI.


Kemudian Mayong Suryo Laksono yang mengaku memiliki 34 biro LKBN (Lembaga Kantor Berita Nasional) Antara, lembaga ini merupakan kantor berita di Indonesia, yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Ia menekankan bahwa saat ini Antara, info publik dan publikasi kominfo tidak akan main di ranah hoax, desas desus, fitnah tetapi lebih mengedepankan pengetahuan yang benar, perspektif yang benar dan tidak bisa disamakan dengan pemberitaan di medsos yang diberitakan oleh semua orang, "karena semua orang dapat menjadi wartawan atau pewarta yang kerap ada di media massa dan media sosial yang ada, "ujarnya.

Ia juga menjelaskan juga bahwa harus adanya prinsip - prinsip jurnalistik yang harus digunakan dalam membuat suatu narasi di dunia maya, agar ini tidak menjadi isu yang merugikan karena keberadaan informasi yang salah. "Wartawan harus selalu melakukan rambu-rambu lebih ketat untuk kualitas kelayakan sebuah berita bisa naik atau tidak, "tekannya dalam acara webinar tersebut.


Lalu dalam menyikapi demokrasi cerdas di era disrupsi digital, Heru Margianto yang guyonannya mengakui lebih tambun dan independen dari narasumber lainnya, menyoroti Kebutuhan media digital yang mengantungkan diri pada jumlah klik. Ia mengakui bahwa wartawan media digital harus memiliki berita yang clickable atau memiliki daya klik. Tetapi dirinya tetap menghimbau wartawan yang hadir bahwa mendulang klik harus tetap tanpa konflik. 
Ia juga menambahkan dalam penjelasannya bahwa clickable berbeda dengan clickbait, kalo clickable adalah menyediakan data yang akurat yang dapat menjadi minat atau daya tarik buat audiens, sedangkan clickbait lebih cenderung kepada pembohongan atau tidak sesuai dengan berita yang akan ditayangkan. "Clickbait dapat menurunkan kredibilitas media yang digunakan dan saya tidak menyarankan hal itu, "jelasnya.

Sedangkan Dwitri Waluyo menjelaskan hal yang sangat dibutuhkan Bali yang merupakan destinasi pariwisata. Ia memberikan beberapa contoh judul yang bombastis mengenai erupsi Gunung agung 2017 lalu, dengan judul yang menakutkan akan membuat pembaca bahkan pemberitaan asing bisa mengutip pemberitaan yang menakutkan itu yang dapat mengakibatkan turun drastisnya tamu yang akan ke Bali. "Pemberitaan itu dapat tetap ditayangkan tetapi mengubah narasi menjadi lebih sejuk, seperti Gunung Agung meletus tapi masih dalam kondisi normal, tidak menakutkan pembaca yang berakibat pada hilangnya tamu dan wisatawan yang akan berlibur ke Bali, tentu ini dapat merugikan masyarakat Bali sendiri, "jelasnya, tetapi dwitri mungkin tidak menyimak terlalu dalam ke Bali, berita bergelimang air mata juga diperlukan untuk mendulang dana bantuan bagi yayasan yang kadang mereka sendiri menggunakan media sebagai partnership mereka. (Ray)

Sambut Galungan dan kuningan, LPD kedonganan bagi beras dan daging

 

Pembagian beras dan daging kepadah nasabah dan krama adat dan krama tamiu

GATRADEWATA NEWS | BADUNG | Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan dalam menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, tetap membagikan beras dan daging walau dalam kondisi Pademi Covid-19 yang belum mereda. Disaat LPD yang lain yang masih dalam kondisi yang sulit, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan masih dapat berbuat dengan memberikan 10 ton lebih daging babi dan ayam. Begitu juga 29 ton beras kepada kerama desa adat dan nasabah.

Sesuai dengan tujuan mereka, lembaga yang bergerak di sektor keuangan milik desa adat ini, tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan semata, melainkan condong pada kemanfaatan.

"Jadi konsep LPD ini lebih condong pada labda atau kemanfaatannya, bukan profitnya tapi benefitnya dalam menopang kehidupan adat budaya agama masyarakatnya,” jelas Wayan Merta, Bendesa Adat Kedonganan pada Senin (12/04/2021).

Ia menambahkan juga bahwa pencapaian LPD Desa Adat Kedonganan selain memiliki rasa tanggung jawab kepada nasabah dan krama, baik itu krama wed (asli) maupun krama tamiu (pendatang), tetapi juga tanggung jawab secara spriritual untuk segenap pengurusnya sejak lama. “Para pengurus LPD ini saat itu meupasaksi (berjanji, red) di Pura Dalem, apa isinya, kita tidak hanya bertanggung jawab kepada manusia, tapi juga kepada beliau, sehingga membuat kami tidak berani macem-macem.Itu yang mensupport kita luar biasa, sehingga sesidan-sidan (sebisa mungkin), biar bagaimanapun berusaha agar bisa tetap survive (bertahan hidup),” ungkapnya.

Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra saat ditemui di sela-sela pembagian daging dan beras mengatakan, “Bagaimana ke depan nasib adat dan budaya kita menjadi motivasi saya bersama Jro Bendesa, dan prajuru lainnya membangun LPD. Tidak ingin adat ini termarjinalisasi, dan budaya selalu dikatakan menghabiskan dana, tapi dari LPD ini dapat membiayainya,” ujar I Ketut Madra.

“Hanya dengan LPD, Adat dan Budaya Bali ini akan kuat, itu yang saya yakini dan memotivasi. Tidak ada lembaga keuangan lain yang mampu seperti LPD. Mau tidak mau LPD ini harus dikuatkan, LPD harus berhasil,” imbuhnya.

Dengan komitmen tersebut, tak heran masyarakat pun sepenuh hati mendukung, salah satunya tidak menarik dana di LPD untuk keperluan yang dirasa tidak terlalu penting di tengah pandemi ini. Hal tersebut sangat mendukung kondusifitas perputaran dana dikelola LPD.

Mengingat, sebagian besar usaha ekonomi kramanya di sektor atau berkaitan erat dengan sektor pariwisata yang terpuruk dan berdampak sangat luas, sehingga LPD harus memberikan keringanan bagi krama nasabahnya yang usahanya terdampak.

“Krama kita hanya menarik dana jika ada keperluan yang benar-benar penting saat Pandemi ini. Bahkan mereka bilang ‘ampure’ saat terpaksa menarik dana. Kalau di bank, orang kalau mau tarik dana mereka tidak peduli bagaimana kondisi bank,” sebutnya.

Perlu diketahui, pembagian daging ini untuk nasabah dan krama sendiri merupakan kegiatan rutin LPD Desa Adat Kedonganan serangkaian menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan setiap 6 bulan sekali ini untuk melestarikan tradisi “mepatung” di Desa Adat Kedonganan. 

Terdiri dari voucher senilai Rp 150 ribu Daging, Beras 10 Kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 200 Juta sampai dengan kurang dari Rp 300 Juta.

Voucher senilai Rp 200 Ribu Daging, Beras 10 Kg, sedangkan bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 300 Juta sampai dengan kurang dari 500 Juta.

Dan voucher senilai Rp 250 Ribu Daging, Beras 10 Kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 500 Juta ke atas dimana saldo tersebut wajib mengendap minimal 1 tahun.

Sedangkan bagi krama tamiu yang memiliki pengendapan tabungan sebesar di atas Rp. 10 Juta dan deposito di atas Rp 50 Juta diberikan daging 3,5 Kg dan beras 10 kg. Total krama tamiu yang mendapatkan manfaat tersebut sebanyak 1.405 krama.

Adapun jumlah dana yang dikeluarkan untuk pembagian ini sebesar Rp. 677 Juta lebih dengan total daging babi dan ayam sebanyak 10 Ton lebih dan 29 Ton beras yang bersumber dari program menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. (Tim)

Jaya Negara, Denpasar siap sambut Pariwisata Normal Baru Juli mendatang


Dokumen foto Gatra Dewata , IGN Jaya Negara (Walikota Denpasar)

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Komitmen pemerintah Kota Denpasar untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah berjalan dengan baik, dengan menyasar 35.000 orang yang dari jumlah tersebut mencapai 8.000 orang merupakan pekerja hotel dan restoran. Hal ini dilaksanakan guna mendukung pemulihan dan pembukaan destinasi pariwisata di Povinsi Bali, khususnya Kota Denpasar.

I Gusti Ngurah Jaya Negara ditemui dikediamannya mempertegas komitmennya menjadikan zona hijau untuk Sanur, "Bila kawasan pariwisata di Sanur sudah menjadi zona hijau, dan vaksinasi berjalan lancar , kita harapkan 

Sanur bisa dibuka sehingga wisatawan tidak takut kalau datang ke Sanur, "jelas Jaya Negara. Ia juga menambahkan bahwa Hotel dan restoran juga sudah menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) dan seluruh fasilitas umum dan wisata sudah menerapkan protokol kesehatan.

Melirik persyaratan yang diamanatkan presiden Joko Widodo pada waktu yang lalu, IGN Jaya Negara telah memenuhi dengan pengendalian angka Covid-19 semakin baik, Vaksin dipercepat, penerapan protokol yang ketat serta testing yang maksimal. "Kita laksanakan Sanur sebagai zona hijau sudah bisa kita anggap 100 persen, yang kita kejar adalah penyangga pariwisata ini, sudah kita koordinasikan sebanyak 20.000 vaksin dan nanti kita harus tuntaskan, "jelas Jaya Negara.

Foto PKB 2018, sumber foto 3835.info

Ditanya program pembangunan yang terhambat karena pelaksanaan penanggulangan covid-19, Ia menjelaskan tidak ada dan berjalan sesuai apa yang sudah dicanangkan dan diprogramkan sejak awal, "proses pembangunan walau kita pahami bahwa pertumbuhan ekonomi minus, tetapi belanja-belanja daerah tetap harus ketok palu, harus dicairkan untuk mendorong juga menumbuhkan daya beli masyarakat yang padat karya, "jelasnya.

Ditanya soal dilaksanakannya Pesta Kesenian Bali (PKB) yang merupakan parade atau festival kesenian tahunan yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Bali, serta dijadikan sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian, dan pengembangan nilai-nilai seni budaya Bali ini, Jaya Negara menekankan bahwa komitmennya akan tetap mendukung penuh untuk menjaga wadah yang merupakan partisipasi dan nilai kreatifitas seniman dalam menjaga pelestarian seni budaya Bali.

"Yang penting adalah masyarakat tetap disiplin terhadap protokol kesehatan, tujuan pemerintah pasti baik dalam menerapkan aturannya, semua wewenang ada pada pemerintah pusat, "tegasnya.

Tentang masalah pendataan yang masih kurang, yang diakibatkan tercatat domisili di Denpasar tetapi warga masyarakat tinggal di luar Denpasar, itu pun tidak mengkhawatirkan, karena Jaya Negara menjelaskan juga bahwa sudah ada petugas yang turun dalam melakukan pendataan secara benar.

Ditanya soal kapan akan melakukan kegiatan tata muka bagi siswa di sekolah, dirinya bercerita telah melakukan simulasi di sekolah, jadi tidak ada jam istirahat untuk mencegah siswa berkerumun, ini dijelaskannya sudah dilakukan di SMP 3 Denpasar. "Bila kondisinya memungkinkan pasti arahnya akan kesana, sekolah tidak hanya tentang ilmu mata pelajaran tetapi juga tentang interaksi sesama teman juga itu penting sebagai bagian pendidikan karakter, "jawabnya. (Ray)







Bantuan masih mengucur, ACT gandeng IMO Bali

 

Vivi ketua IMO Bali dan Tim ACT Bali

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Bantuan untuk Bali selalu diupayakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Bali. Kali ini menggandeng Ikatan Media Online (IMO) Bali, ACT melaunching gerakan derma pangan nasional, mereka bersama  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Provinsi Bali meluncurkan aksi sosial, Sabtu, di Kantor Sekretariat IMO DPW Bali, (10/04/2021).

Kegiatan itu merupakan simbolik bantuan paket pangan berisi beras dan berbagai bahan pokok diberikan kepada 10 warga kurang mampu di Kota Denpasar, yang mana akibat pandemi Covid-19 sudah lebih setahun ini membuat beban sebagian warga semakin berat. "Ini adalah gerakan, sehingga dibutuhkan kebersamaan sebagai wujud aksi konkret keprihatinan atas kondisi warga yang banyak menderita di masa pandemi," ungkap Haris, Head of Marketing ACT Bali.

Ia juga menambahkan bahwa setiap hari tidak kurang dari 15 orang atau komunitas yang minta bantuan ke ACT Bali karena saking sulitnya bisa makan dengan layak akibat PHK dari semua kerja di pariwisata. Sementara Tri Vivi Suryani Bali selaku Ketua DPW IMO Indonesia Provinsi mengakui sangat senang dan mengapresiasi dapat ikut serta dalam launching program gerakan derma pangan nasional dari ACT ini. 

"Hal ini sangat dibutuhkan warga yang saat ini sangat terdampak pandemi. Apalagi Bali sangat bergantung pariwisata," ujar Vivi. Ditambahkan lagi oleh Vivi bahwa dengan bersinergi bersama ACT Bali, ia mengatakan bahwa IMO Bali berupaya untuk dapat terus mengabarkan dan menyiarkan kegiatan positif dan edukatif ini agar menginspirasi warga melalui pemberitaan dan selalu bergulir dalam pemanfaatan bantuan semacam ini.

Luh Nuratni (36) yang merupakan warga penerima bantuan yang tinggal di Sidakarya, Denpasar, mengaku senang menerima paket pangan yang ia dapatkan dari program Gerakan Derma Pangan ACT. Ibu dari 4 anak yang sehari-hari mata pencahariannya dari buruh nyuci, setrika dan pekerjaan rumah tangga lainnya mengaku bersyukur, paling tidak bahan pangan keluarga beberapa hari kedepan aman. 

 "Sehari-hari saya bekerja buruh mencuci, setrika, bersih-bersih untuk menghidupi 4 anak. Yang dua sudah besar, yang satu baru mau sekolah. Bersyukur dapat bantuan ini, terima kasih IMO dan ACT," ungkapnya.

Gerakan Derma Pangan ini sendiri merupakan gerakan ACT Indonesia yang fokus utamanya berupa bantuan pangan, bukan hanya bentuk penyelamatan sesaat, tetapi juga bantuan reguler dan membangun kembali kehidupan masyarakat dari hulu sampai ke hilir.

Gerakan ini dilatarbelakangi bencana alam dan kemiskinan yang menimbulkan banyak permasalahan baik pangan ataupun sosial, utamanya ancaman kekurangan pangan dan kelaparan yang bisa menyebabkan kematian. 

Gerakan ini program multi benefit yang masif, mulai dari penerima manfaat, donatur dan relawan. Diharapkan semakin besar gerakan program ini bergulir maka semakin besar kebermanfaatannya, semakin bertambah keberkahannya dan mampu membangkitkan kondisi masyarakat dan ekonomi bangsa Indonesia yang saat ini terpuruk. (Tim)

Kurnia Tandjung sebut status Bali masih bagian RIS, acara Rakerda dan Rapimnas Golkar Bali

 

Memukul gong sebagai tanda dimulainya Rakerda dan Rapimda Golkar Bali

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang juga Ketua Komisi II DPR RI dalam kegiatan Rakerda (Rapat Kerja Daerah) dan Rapimda (Rapat Pimpinan Daerah) yang membawa pesan perjuangan daerah ke pusat, menuturkan bahwa "Bali saat ini masih berstatus Negara bagian dari Republik Indonesia Serikat, "ujarnya dalam bagian sambutannya. Dari penjelasannya yang dimaksud adalah Bali dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, NTB, dan NTB sebagai Negara Bagian Sunda Kecil. UU No 64/1958 itu masih mengacu pada Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 50) dalam bentuk Negara Republik Indonesia Serikat, bukan NKRI yang didasarkan UUD 1945, Sabtu di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar (10/4/2021).

Dalam gelar Rakerda dan Rapimda Golkar Provinsi Bali juga merumuskan program penting yang pro rakyat. Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Dr. Akbar Tandjung, pengurus DPP Partai Golkar seperti Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Sekretaris Jenderal Dico M Ganinduto, Wakil Bendahara Umum Agoes Silaban, Korwil Pemenangan Pemilu Bali, NTB, NTT Gde Sumarjaya Linggih (Demer), Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi).

Kegiatan yang pro rakyat ini di cerminkan dari kemeriahan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang bertema "Mini Expo" Bali Enterpreneur Academy dalam binaan DPD Partai Golkar provinsi Bali. Kegiatan itu juga menyerahkan buku hasil webinar yang lalu, yang diserahkan kepada DPP Partai Golkar sebagai bentuk masukan dari Golkar Bali terhadap revisi UU 33/2004 yang telah masuk dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2021 di DPR RI. Buku ini juga diserahkan kepada pimpinan parpol di Bali yang hadir.

(Klik berita webinar sebelumnya)

Dr. Nyoman Sugawa Korry selaku Ketua Golkar Provinsi Bali juga menyampaikan bahwa Golkar Bali membangun Yellow Clinic dan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Golkar Bali di Kantor DPD Golkar Bali. "Hal ini dapat mendekatkan kita (Golkar) dengan masyarakat, "jelas Sugawa Korry. Dalam laporannya bahwa Konsolidasi Partai Golkar Bali sudah selesai hingga ke tingkat desa, kemudian akan dilanjutkan ke tingkat Pokar/dusun se-Bali.

Ia juga menambahkan bahwa akan meluncurkan program Lembaga Pembinaan dan Pemberdayan Koperasi dan UMKM serta Lembaga Pembinaan dan Pemberdayan Petani dan Peternak sebagai bentuk pemberdayaan koperasi dan UMKM, kemudian untuk industri kreatif Golkar juga akan membangun Studio Digital yang Modern. "Semua itu sudah dilakukan dengan menggelar webinar dengan menggabungkan unsur semuanya, dari pemikiran Golkar sendiri dan para pakar yang sudah dirumuskan dalam bentuk buku, " jelasnya yang juga menyentil bahwa UU 33/2004 belum mencerminkan keadilan dan Golkar sejak 2011 mengusulkan kepada pemerintah agar UU 33/2004 direvisi. "Sumber daya Alam (SDA) material makin digali makin habis. Tapi SDA non material makin dibina, dilestarikan makin kuat," sindirnya.

Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) selaku Wakil Gubernur Bali yang ikut hadir dalam acara tersebut, dalam sambutannya sangat mengapresiasi dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, lewat karya nyata dan program pro rakyat.

Ia juga menambahkan dalam Rakerda Partai Golkar Bali, diharapkan mampu tumbuh sebagai wahana pemantapan eksistensi organisasi sekaligus peningkatan kemampuan personil.

"Peran partai politik dalam perjalanan bangsa Indonesia ini sangatlah penting terutama terkait sistem politik di Indonesia, karena sebagai poros utama dalam sistem demokrasi, partai politik bukan hanya sebagai wadah mempersiapkan seseorang dalam menduduki jabatan di lembaga legislatif dan juga eksekutif, tetapi partai politik juga berperan untuk mengintegrasikan individu atau kelompok masyarakat ke dalam sistem politik, serta memperjuangkan kebijakan partai berdasarkan aspirasi dan kepentingan masyarakat, "jelasnya. (Ray)

Diah Srikandi Suyasa: Tim PMI Center Provinsi Bali Audensi ke DPRD Bali Terkait Penempatan Gedung Baru PMI Center

 

Tim PMI Center Provinsi Bali Audensi ke DPRD Bali

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PMI Bali yang sekaligus sebagai Ketua Tim PMI Center DR IGA Diah Werdhi Srikandi W.S bersama tim hari ini audensi ke DPRD Bali, dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Kamis (8/4/2021).

Dikatakan, program Gedung PMI Center oleh PMI Prov Bali sangat disambut baik oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, dan saat itu dirinya juga sangat mengapresiasi dan mendukung untuk pemindahan gedung PMI Bali dari Imam Bonjol ke Tembau, Penatih.

"Dimana lokasi yang akan segera menjadi kantor PMI Bali yang baru dengan luas mencapai 37 are tersebut dulunya merupakan kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali," ujar Diah Srikandi Suyasa yang juga selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali.

Menurutnya, PMI Bali yang dulunya bermarkas di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat keberadaannya kurang representatif untuk bisa digunakan sebagai Markas PMI. PMI Bali sendiri masih menunggu penetapan lokasi di tembau untuk kemudian membuat desain sesuai standar yang ditetapkan dan RAB gedung.

"Jika gedung PMI Center yang baru nantinya sudah bisa ditempati, dipastikan kantor PMI Bali di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat akan ditata kembali untuk dijadikan UDD (Unit Distribusi Darah), sebab keberadanya berdekatan dengan Rumah Sakit (RS) Umum Pusat Sanglah Denpasar," imbuhnya.

Diah Srikandi Suyasa menambahkan kalau Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace sudah sempat meninjau gedung baru yang akan dijadikan kantor PMI Center. 

Bahkan dari Gubernur Bali nantinya siap membantu lewat dana APBD maupun dana CSR. Semoga PMI Bali segera mungkin bisa menempati kantor baru yang berlokasi di Tembau, Penatih yang dulunya merupakan kantor KNPI Bali.

"Selain itu, dari DPRD Bali nantinya akan segera melakukan kajian terkait hal itu untuk nantinya bisa dengan segera dikeluarkan rekomendasinya," tambahnya.SUS