-->

Search News


situs resmi covid-19

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion



Bantuan Desa Adat akan Disunat, Diduga Salahi Aturan

 

I Dewa Putu Sudarsana (Patajuh), I Made Somya Putra (Narasumber hukum)

GATRADEWATA NEWS ● BALI | Gubernur Bali Wayan Koster yang sangat memperhatikan keberlangsungan adat dan budaya Bali perlu diacungi jempol. Kondisi kedinasan yang baru terbentuk dari Peraturan Gubernur No 56 Tahun 2021,

Klik untuk link


masih perlu berbenah. Pasalnya berdasarkan surat edaran Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) tertanggal Bali, 19 Mei 2022 menekankan kepada Bandesa Adat atau Sebutan Lain Desa Adat se-Bali, untuk penyampaian daftar pemotongan pajak dan pakta Integritas, dengan nomor surat B.27.140/3393/PPDA/DPMA.



Isinya kurang lebih sebagai berikut,

Menindaklanjuti Surat Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali Nomor 108/S/XIX.DPS/04/2022, tanggal 27 April 2022, Hal: Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan dan Permintaan Tanggapan serta Rencana Aksi atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021 bersama ini kami sampaikan sebagai berikut:

1. Belanja Insentif Bandesa Adat, Prajuru Desa Adat dan Tenaga Administrasi Desa Adat yang dianggarkan dari Dana Desa Adat alokasi APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2022 harus dilakukan pemotongan dan penyetoran PPh Pasal 21 oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.

2. Terkait besaran PPh Pasal 21 yang akan dipotong dan disetorkan oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Desa Adat wajib menyampaikan Daftar Pemotongan Pajak Insentif Bandesa Adat, Prajuru Desa Adat dan Tenaga Administrasi Desa Adat untuk Bulan Januari s.d Agustus Tahun 2022 sebagaimana dimaksud pada Lampiran I, sebagai persyaratan pencairan Dana Desa Adat Tahap II. Desa Adat harus membuat Pakta Integritas untuk menjamin tertib administrasi dalam penggunaan Dana Desa Adat yang bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, sebagaimana dimaksud pada Lampiran II.

Lampiran I dan Lampiran II agar disampaikan kepada Dinas PMA Provinsi Bali paling lambat tanggal 25 Mei 2022.

3. Pemotongan Pajak Insentif Bandesa Adat, Prajuru Desa Adat dan Tenaga Administrasi Desa Adat untuk Bulan Januari s.d Agustus Tahun 2022 akan dilakukan pada Transfer Dana Desa Adat alokasi APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2022 Tahap II.

4. Jika dalam tahun anggaran 2022 terjadi pergantian Prajuru Desa Adat, Bandesa Adat agar mempedomani mekanisme pemotongan Pajak Insentif sebagaimana dimaksud pada Lampiran III.

Surat itu ditanda tangani secara elektronik oleh kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat IG. A. K. Kartika Jaya Seputra.


Berdasarkan surat itu (klik untuk link surat edaran), lengkap berisi formulir yang perlu diisi oleh yang mempunyai kewenangan di Desa Adat, seperti Bandesa, Patajuh, Penyarikan dan lainnya.

Menghubungi salah satu Patajuh desa Adat Tarukan, kecamatan Tampaksiring, kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, I Dewa Putu Sudarsana menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Bali terhadap bantuan dana terhadap Desa Adat. Namun adanya kewajiban prajuru Adat yang awalnya ngayah tulus ikhlas harus mengikuti berdasarkan apa yang tercantum dalam Perda Nomor 4 Tahun 2019 Provinsi Bali.

Klik untuk link Perda Nomor 4 Tahun 2019


"Dengan bantuan ini tentu membuat berubahnya konsep-konsep ngayah itu, menjadi konsep-konsep seolah-olah mulai bergeser kepada pihak bagian pemerintah (seperti anggota/pegawai), "sebut Dewa Sudarsana, Selasa (24/05/2022), di sebuah Restoran Pizza, Di Denpasar.

Menurut ia bagian yang menjadi porsi prajuru Adat ini dalam surat edaran tersebut bahwa mereka yang mendapatkan bagian intensif tersebut harus membayar PPh Pasal 21 (Pajak).

"Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, karena PPh Pasal 21 ini merupakan orang perorang. Dengan insentif 30 juta pertahun itu dan ditambah intensif diluar prajuru Bandesa ini sebenarnya sesuai undang-undang sebelumnya rangenya 0-50 juta yang saat ini (2022) 0-60 juta rupiah tidak kena aturan PPh Pasal 21, saya tanyakan itu ke Dinas PMA belum mendapat jawaban, "ungkapnya.

Link tentang perubahan tarif PPh Pasal 21


Menurutnya sebagai wajib pajak yang taat, itu tentu sangat baik. Namun kewajiban dalam membayar pajak tersebut tentu harus juga sesuai perundang-undangan yang berlaku.

"Tentu range tersebut pemerintah sudah memberikan kelonggaran lagi bagi wajib pajak, itu pun harus dilihat kriterianya juga apakah masih single (lajang), atau sudah menikah dan anak berapa. Tentu sama peraturan perundangannya karena dana tersebut tentu dari APBN melalui APBD, itu masih dibawah range itu untuk kena pajak, "tegasnya.

Sebaiknya dari Dinas PMA harus merevisi ini, apalagi membayar sesuatu yang tidak ada landasan hukumnya secara jelas. "Kita tidak berpikir negatif, bila saja ini jadi temuan pemotongan ini, pembayaran atau apapun ini tentu akan bermasalah di kemudian hari, "ujar Dewa Sudarsana.


Sifat Ngayah Bisa Berubah Fungsi, dapat hancurkan tatanan masyarakat 
Adat

Menemui I Made Somya Putra SH., MH., pemilik The Somya International- S'int Law Office, menanyakan hal yang sama, ia mengungkapkan bahwa aturan Perda Nomor 4 Tahun 2019 Provinsi Bali memiliki aturan diatasnya yakni Pasal 18B UUD 1945.

"Kalo kita berbicara tentang potongannya itu kita harus tahu model apa dan untuk apa, itu harus jelas. Tapi di Perda saya lihat tidak ada aturan pemotongan, "sebutnya, Selasa (24/05/2022).

Untuk PPh Pasal 21 menurutnya itu adalah aturan Dirjen Pajak, yang digunakan untuk orang yang memiliki kemampuan karena jabatan, mengikuti kegiatan, mendapatkan penghasilan tetap untuk itu, gaji, upah, honorarium.


"Sedangkan Prajuru Adat itu tidak termasuk didalamnya karena prajuru Adat itu diatur oleh Awig-awig yang bersifat Ngayah (tulus ikhlas), "sebutnya.

"Memang ada aturannya dalam Perda Desa Adat Pasal 38 tentang Patias atau Olih-olihan (upah), untuk seorang yang Ngayah, "jelasnya.

Ngayah bukan merupakan pekerjaan yang tetap, atau menghasilkan pekerjaan yang tetap atau gaji, itu tidak ada aturan di Perda Desa Adat Bali.


"Bila pemerintah membebani PPh Pasal 21 terhadap Prajuru bisa dianggap Pemerintah mengakui Prajuru itu adalah Pegawai, secara tidak langsung Pemerintah sudah menghancurkan tatanan masyarakat Bali dimana Prajuru bersifat ngayah yang ada unsur Niskala disana, sekarang menjadi 'pure' secara sekala, prajuru bukan pegawai yang mendapatkan gaji, orang yang harus membayar pajak PPh Pasal 21, " pungkas Somya.

Menghubungi via pesan elektronik untuk konfirmasi kepada Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pemerintahan Desa Adat, I Putu Sutaryana, S.IP, MAP, belum bisa dimintai keterangan.

Lalu berlanjut menghubungi Kepala Dinas (Kadis) Pemajuan Masyarakat Adat, I G.A.K. Kartika Jaya Seputra, SH.MH, beliau hanya membaca tanpa menjawab (centang biru). (Ray)

Unud Dapat Kunjungan dari Duta Besar Switzerland untuk Indonesia

 



GATRADEWATA NEWS ● BALI | Rektor Universitas Udayana didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Informasi, Koordinator KUI, dan Juru Bicara Universitas Udayana menerima kunjungan dari Duta Besar Switzerland untuk Indonesia Kurt Kunz bertempat di Gedung Rektorat Kampus Jimbaran, Senin (23/05/2022). 

Duta Besar Switzerland untuk Indonesia Kurt Kunz dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Swiss sudah berlangsung sejak tahun 1952 yqng diawali dengan perwakilan diplomatik swiss di Jakarta pada tahun 1952 dan hubungan serta kerjasama antara Indonesia dan Swiss telah meningkat sejak saat itu. Selama beberapa dekade, Swiss telah bekerja sama dengan mitra Indonesia untuk diantaranya dalam pengembangan pendidikan kejuruan dan pariwisata berkelanjutan, tanggap bencana alam, dan mendukung UKM.  Bali juga merupakan salah satu provinsi yang paling menarik bagi banyak pengunjung Swiss. 

Kunjungan silaturahmi dengan Universitas Udayana juga untuk mengetahui lebih luas tentang kurikulum di Universitas Udayana, khususnya dalam bidang pariwisata. Disampaikan juga bahwa ada kemungkinan kerjasama yang bisa dijalin antara Universitas Udayana dengan Universitas di Switzerland baik itu pertukaran mahasiswa, pelatihan bagi mahasiswa vokasi, dan Program Post-Doctoral. 

Sementara Rektor Universitas Udayana Prof. I Nyoman Gde Antara menyambut baik kunjungan Besar Switzerland untuk Indonesia ke Universitas Udayana. Melalui kunjungan ini Rektor berharap bisa dinisiasi kerjasama dengan Universitas di Switzerland. Sebelumnya Universitas Udayana telah menjalin tiga kerjasama dengan institusi di Switzerland. (Tim)

Hadapi G20, Menko PMK RI Kunjungi RS Rujukan

 


Sumber: https://www.unud.ac.id/


GATRADEWATA NEWS ● BALI | Rumah Sakit Universitas Udayana menerima Kunjungan dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M. Eng, IPU dan Direktur Utama Rumah Sakit Udayana Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si.,Sp.MK (K) beserta jajaran bertempat di Rumah Sakit Universitas Udayana, Senin (23 Mei 2022). 

Kunjungan diawali peninjauan ruangan IGD, dilanjutkan ke radiologi untuk melihat alat CT Scan dan ruang laboratorium.

Menko PMK menyampaikan Rumah Sakit Unud merupakan rumah sakit yang akan ditentukan sebagai rumah sakit rujukan untuk event-event internasional dan dipersiapkan untuk pertemuan G20 dan pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR). 

“Saya sudah cek fasilitasnya, cukup bagus. Terkait dengan sarana dan prasarana pelayanan persiapan ICU rawat inap juga sudah sangat bagus serta ada beberapa perbaikan untuk kamar mandi yang betul-betul aman untuk pasien sesuai standar yang selama ini berlaku untuk pelayanan, terutama pelayanan rumah sakit internasional. Disamping itu juga alat yang statusnya pinjaman dari fakultas kedokteran disarankan biarkan saja di sini jadi tidak usah ditarik ke fakultas, karena kalau ditarik waktunya sudah mendesak apalagi nantinya akan ada GPDRR, siapa tau membutuhkan pemeriksaan lab yang cepat," ucapnya.

Sementara itu Rektor Unud mengucapkan terima kasih kepada Menko PMK yang telah meninjau Rumah Sakit Udayana.

"Kunjungan ini jika diartikan banyak sekali program-program yang harus kita lengkapi, dan rumah sakit ini akan dipakai sebagai rujukan G20. Selain itu beliau juga sudah memberikan masukan-masukan terhadap rumah sakit kedepan untuk melengkapi peralatan, sarana prasarana dan hal-hal lainnya.

Hingga pada saat itu Unud ikut berpartisipasi dalam presidensi G20. Itu kami akan support dan semoga bisa membantu. Tentu kami akan melakukan persiapan-persiapan dalam rangka G20 ini dan event-event internasional," tegasnya.

"Pengalaman kami juga sebagai rumah sakit rujukan penanganan covid di Bali, kami sudah melakukannya dengan optimal sekarang kita tinggal meningkatkan kapasitas kita karena penugasan ini lebih menantang lagi dan tidak saja menyangkut kredibilitas dan integritas bangsa negara sehingga pada saatnya bisa ikut menyukseskan event-event kenegaraan," imbuhnya.

Direktur Utama Rumah Sakit Unud menambahkan SDM RS Unud terdiri dari 76 spesialis, 300 perawat, 200 bed. Dari segi ambulance, ICU rawat inap sudah siap menerima event-event internasional. Sedangkan untuk sarpras akan ditingkatkan kembali untuk penyelenggaraan event internasional. 

"Untuk SDM disiapkan dari Unud dan tidak ada dari luar, karena komitmen bapak Rektor adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas yang ada di lingkungan Unud," pungkasnya. (Tim)

Gladi Bersih Scientific Forum for Disaster Risk Reduction Kolaborasi LPPM UNUD dengan University of Hawai’i

 



Sumber: https://www.unud.ac.id/


GATRADEWATA NEWS ● BALI |Kegiatan gladi bersih dalam rangka rangkaian acara Scientific Forum for Disaster Risk Reduction dilakukan di Auditorium Widya Sabha pada hari Selasa, tanggal 24 Mei 2022. Kegiatan ini dilakukan untuk memantapkan persiapan acara utama yang akan digelar pada hari Rabu, 25 Mei 2022. 

Kegiatan gladi bersih ini dihadiri oleh Ketua LPPM Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, M.Si., Sekertaris LPPM Universitas Udayana sekaligus Event Directors, Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, Ph.D., Charles Ham dari University of Hawai’i, perwakilan dari BNPB Provinsi Bali, perwakilan dari USAID Indonesia dan seluruh panitia kegiatan Scientific Forum for Disaster Risk Reduction. 

Kegiatan gladi bersih juga dilakukan secara online dengan panitia yang berasal dari University of Hawai’i melalui aplikasi Webex, yang diikuti oleh seluruh panitia yang hadir. Pada kesempatan ini Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, Ph.D., selaku Sekertaris LPPM UNUD sekaligus Event Directors Scientific Forum for Disaster Risk Reduction, menyatakan tingkat kesiapan acara sudah mencapai 95%. Panitia masing – masing sie telah melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik, namun masih ada hal – hal yang perlu dilakukan agar persiapan menjadi lebih baik lagi agar dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi selama acara berlangsung. (Tim)

Unud Tambah Stok Cendikiawan, Rektor Berharap Dapat Tingkatkan Mutu Pendidikan

 

Acara Media Gathering

GATRADEWATA NEWS ● BALI | Unud kembali menambah stok Cendikiawannya, kini ada 6 orang tambahan sebagai guru besar dengan usia yang relatif muda, yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di institusi Perguruan Tinggi ternama di Bali, yang dikukuhkan pada 28 Mei 2022 mendatang. 





Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU, dalam acara Media Gathering mengatakan saat ini capaian guru besar sudah bisa dicapai dalam umur 20 tahun atau 30 tahun, ini berarti pengabdian dalam dunia pendidikan akan bisa lebih lama lagi, disebutkannya dalam acara tersebut, yang digelar Juru Bicara (Jubir) Universitas Udayana di Nusantara Cuisine Udayana Restaurant I, Jimbaran, pada Selasa sore (24/05/2022). 

Memperkenalkan Guru Besar Unud dalam acara media gathering ini terdiri dari 2 dari Fakultas MIPA, 2 Fakultas Kedokteran Hewan, 1 Fakultas Ilmu Budaya dan 1 Fakultas Kedokteran yang akan dikukuhkan pada 28 Mei 2022 mendatang yaitu:

1. Prof. Dr. drh. I Made Dwinata, M.Kes. (Fakultas Kedokteran Hewan)

2. Prof. Dr. Ir. I Putu Sampurna, M.S. (Fakultas Kedokteran Hewan)

3. Prof. Dr. Dra. Ida Ayu Made Puspani, M.Hum. (Fakultas Ilmu Budaya)

4. Prof. Dr. Dra. Wiwik Susanah Rita, M.Si. (Fakultas MIPA)

5. Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Agung Senapathi, Sp.An., KAR. (Fakultas Kedokteran)

6. Prof. Ir. Ida Ayu Astarini, M.Sc., Ph.D. (Fakultas MIPA).

Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU menyampaikan dalam sambutannya, berdasarkan data di Unud menunjukkan bahwa capaian Guru Besar Unud itu total rata-rata usianya 70 tahun. Saat ini, capaian guru besar Unud rata-rata usianya cukup muda karena dari 6 guru besar ini jumlah tahunnya atau usia lebih muda. 

"Kalau kita jumlahkan usia mereka berenam ini kemudian kita bagi enam, jumlah tahun yang kita dapatkan itu lebih muda dari periode seharusnya. Itu artinya secara akademik bahwa capaian Guru Besar itu sudah bisa dicapai dalam waktu yang lebih muda dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya ada 365 orang lagi yang bisa berproses dan segera dikukuhkan menjadi guru besar. 

Ia juga menyinggung soal infrastruktur yang dibangunnya, disamping Akreditasi institusi sudah meningkat dari A menjadi unggul.

Infrastruktur yang dibangunnya besar-besaran agar diharapkan mahasiswanya dapat semua berkuliah di bukit, lecture building 38 ruangan Rumah Sakit gigi dan mulut, Rumah Sakit unud. Ia juga menyinggung soal persentasi kelulusan mahasiswa yang tepat waktu masih relatif rendah.

"Kita sediakan semuanya, bahkan restaurant yang ada seperti ini kita akan bangun dibeberapa wilayah kampus, agar mahasiswa dan dosen tidak susah lagi mencari makan dan minum. Kita sediakan makanan yang mencukupi nutrisinya dan juga murah, jadi tidak ada lagi nasi kotak-kotak yang dapat menumpuk sampah, "pungkasnya. (Ray)

Rayakan HUT ke-23, Pinandita Sanggraha Nusantara Bagi Sembako

 

A.A.KT.Adi Artha selaku ketua panitia acara kegiatan ulang tahun PSN ke-23

GATRADEWATA NEWS ● BALI | Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) kali ini merayakan ulang tahun yang ke-23, kegiatan ini dirayakan di Wantilan Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Desa Sukawati, Gianyar. Dalam acara tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Bali, Bupati Gianyar, PHDI dan Pinandita yang tergabung dalam PSN.




Menemui Pinandita A.A.KT.Adi Artha selaku ketua panitia acara kegiatan ulang tahun PSN ke-23 ini mengungkapkan bahwa berdirinya PSN secara Nasional di tanggal 21 Mei 1999 di Jakarta.

"Perayaan ini dilaksanakan setiap tahunnya di masing-masing daerah, sesuai korwilnya masing-masing. Korwil Bali kali merayakan diluar kemarin-kemarin di sekretariatan PSN, "ungkapnya, Sabtu (21/05/2022).

Tema yang diusung dalam acara Dirgahayu PSN ke-23 adalah pelestarian lingkungan dan itu berkaitan dengan acara minggu lalu Tumpek Wariga dengan maksud pemujaan Wana Kerthi. Kalo saat ini samudera Kerthi, sudah dilaksanakan acara Pakelem dan simbolik pelepasan tukik.

"Kita juga melaksanakan Shanti puja yang sudah kita laksanakan tadi, 450 Pinandita PSN di Mandala Pura Er Jeruk dan di Segara (pantai) Purnama, "jelasnya.

Mereka dalam visi misi PSN adalah membentuk Pinandita yang handal, profesional, solid dan memiliki integritas yang tinggi serta moral spiritual yang tangguh. Perjuangan untuk kesejahteraan kepemangkuan didalam tubuh PSN sendiri telah bisa memberikan asuransi BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri.

"Kami memberikan secara gratis, kita biayai secara mandiri. Kita lakukan itu secara bertahan belum secara global karena anggota kita cukup banyak, di Bali saja sudah mencapai 35.000 orang anggota, "jelas Jro Adi Artha.

Ia juga menjelaskan bahwa pihak PSN Korwil Bali bekerja sama dengan Komunitas Sikomo yang dilakukan oleh PSN korcam Kuta Selatan. Kegiatan mereka adalah secara rutin membagikan sembako 50 paket setiap minggu kepada para Pinandita.

"Itu dibagikan merata setiap kabupaten seminggu sekali. Dalam kaitan ulang tahun kali ini juga dibagikan sembako kepada Pinandita yang ada di Kecamatan Sukawati, "pungkasnya. (Ray)

Lomba Kicau Burung Mahakarya Putra Klungkung III Padati GOR Swecapura

 

Bupati Klungkung bersama Ketua Panitia Piala Mahakarya Putra Klungkung ke III

GATRADEWATA NEWS ● KLUNGKUNG | Lomba seni burung berkicau yang diselenggarakan oleh Mahakarya Putra Klungkung kali ini yang ke III, dihadiri oleh ribuan peserta dan penggemar. Lomba ini juga bersamaan dengan memperingati Hari Puputan Klungkung ke-114 dan Ulang tahun Kota Semarapura ke-30 tahun.




Tema yang diusung juga disemangati oleh hari Puputan Klungkung dengan dukung Pemanfaatan Produk Lokal Menuju Klungkung Unggul Dan Sejahtera. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Minggu (22/05/2022), di Lapangan Swecapura, Gelgel, Klungkung, jam 10.00 Wita.

Bupati Klungkung menyatakan bahwa perputaran ekonomi bagi penghobby burung seperti ini sangat besar. Dari harga burung yang cukup tinggi, kualitas bagus, dan anggaran dalam mensupport acara semacam ini tidak terlalu banyak.

"Saya mensupport kegiatan masyarakat ini hanya dengan anggaran operasional saya, tidak pernah diganggu dengan anggaran yang tinggi. Dan in berjalan dengan meriah dan bagus. Saya support penuh, "sebutnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan penghobby semacam ini justru bisa mendukung keberadaan kegiatan UMKM masyarakat yang ada.

"Kita sudah ada khusus Pasar burung, disitu menjual pangan burung, jualan burung, sangkar burung, ekonomi ini berputar dan apalagi bisa dikemas dengan entertaimen ada hiburan tentu akan lebih menarik lagi, "ungkap Suwirta.

Anak Agung Gde Bagus Mahendra Putra selaku ketua panitia penyelenggaraan menuturkan bahwa konsepnya adalah menyatukan komunitas pencinta kicau burung yang ada di Bali. Penggemar burung seperti ini peminatnya sudah mulai meningkat, dari pemula sampai yang sudah senior.

"Dari pemula banyak juga bermunculan seperti penggemar Murai batu, Anis Merah, Love bird, Cucak Hijau dan lainnya mereka menjadi komunitas yang cukup berkembang, dan kita wadahi dalam satu even ini, "sebut Agung Mahendra yang juga disapa Ratu Bagus Bali.

Masalah perawatan itu selera masing-masing ujarnya, kedepannya ia juga mengatakan acara even tahunan ini dari Bupati Klungkung, kemudian saat ini Mahakarya Putra Klungkung yang ke-3. Untuk wilayah Bali lainnya di Gianyar, Denpasar, Bangli dan seluruh wilayah di Bali dikatakannya juga sudah ramai.

Menemui salah satu pemenang juara 2 katagori Anis Merah wakil Klungkung, Cok Sunu yang memberi nama burungnya adalah Bintang Timur ini memberikan tips bagi pemula untuk menjadi pemenang.

"Rawatan burung itu harus harian, seperti mandi dan kebersihan kandang yang rutin dan dijaga. Anis Merah ini dalam satu rumah harus ada 2 sampai 3 burung yang sama, agar bisa mengimbangi suaranya, "ungkapnya usai terima piala.

Ditanya soal persiapan lomba dirinya mengatakan bahwa tergantung karakter burung. Lomba yang diikutinya adalah Anis Merah kelas Nusa Penida.

"Penilaiannya dari volume, powernya dan gaya serta durasi. Tapi semua burung Anis Merah berpeluang jadi burung yang bagus, selain perawatan juga hokky kita, "pungkasnya. (Ray)