-->

situs resmi covid-19

News

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Video

Nasional

Pariwisata

Life & style

Musik & Film

Profile

Model & Fashion

Membantu penderita kanker anak, HIPMI Bali lakukan Charity melalui Tournament Golf

 

Serahkan plakat dan bantuan tunai 100 juta kepada Yayasan Peduli Kanker Anak Bali

GATRADEWATA NEWS | BADUNG | Ajang tournament golf yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang didirikan 10 Juni 1972 ini, khususnya HIPMI Bali, membawa misi khusus kemanusiaan. HIPMI merupakan organisasi yang melandasi diri sebagai semangat yang dapat menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena saat sekarang inilah pemuda-pemuda harus mulai membangkitkan diri sebagai usahawan muda, baik dimulai dari usaha ultra mikro, mikro, menengah.

I Putu Gede Waladipa (Ode) selaku Ketua panitia acara HIPMI Bali Golf Tournament For Charity (Lomba Golf untuk kemanusiaan) yang sempat ditemui awak media Gatra Dewata mengatakan, "Ini merupakan rangkaian acara pelantikan kepengurusan HIPMI tanggal 29 nanti di Wiswa Sabha (kantor Gubernur Bali), hari ini kita melaksanakan HIPMI Bali Golf Tournament for Charity, " jelas Ode siang itu, Sabtu (19/06/2021), di New Kuta Golf, Pecatu Bali.

Ia juga menambahkan bahwa hasil dari tournament ini akan diserahkan untuk Yayasan Peduli Kanker Anak (YPKA) Bali, "Kami bergerak peduli dengan masalah kanker, karena anak-anak yang terkena kanker ini memerlukan biaya yang cukup tinggi. Sekiranya kita dapat meringankan penderitaan mereka, "ujarnya sambil mengucapkan terima kasih kepada sponsor BNI, Telkom, Pertamina dan Pegadaian dengan banyak peserta kurang lebih 116 peserta.

Tournament golf oleh HIPMI Golf Club kali ini memperebutkan category, Hole in one (Hole 6 dan 12) hadiah Rp. 50.000.000, - (Hole 8 dan 15) hadiah Rp. 20.000.000,-. Lalu katagori pemenang best gross overall best nett overall, Flight A,B,C, best gross dan Best Nett, Longest Drive Nearest to the pin nearet to the line ladies flight (Best Gross dan best nett shotgun).

Gde Sumarjaya Linggih (Demer) yang merupakan dewan penasehat HIPMI dan juga penasehat dari Yayasan Gumi Suci Lestari (GSL) mengatakan, " HIPMI  merupakan wadah pengusaha muda yang dibawah umur 40 tahun dimana mereka selain melakukan usaha saya berharap melakukan charity dan kerja-kerja sosial lainnya. Yang saat ini membantu adik-adik yang terkena kanker di rumah singgah, dimana merupakan rumah sosial yang menampung anak-anak yang kena kanker, "Jelas Demer.

Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan anak-anak kanker ini bila berobat ke RSUD Sanglah ia harus melakukan penyinaran selama 28 hari, walau di rumah sakitnya hanya 15 menit. "Daripada mereka ini bolak-balik ratusan kilometer, maka ada rumah singgah yang butuh bantuan. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan HIPMI apalagi ini untuk membantu anak-anak dengan fisik dan mental yamg memprihatinkan, " ujarnya.

Lalu beranjak menemui Wayan Muntra selaku ketua Bali Golf Club (BGC) dan Ketua Umum Induk Organisasi Golf (PGI) Bali yang sedang menuju arena pertarungan Golf, sempat mengucapkan apresiasinya terhadap kegiatan charity ini. " kami dari PGI mengapresiasi kegiatan ini, walau dalam kondisi pandemi seperti ini. Kita berharap selalu ada aktifitas di lapangan Golf yang juga merupakan lapangan olah raga dan ini juga menunjang pemulihan pariwisata yang sudah dirancang oleh pemerintah provinsi Bali, " ucapnya.

Ia juga menyarankan bahwa kegiatan seperti tournament ini tetap dapat dilakukan oleh club-club atau himpunan pengusaha, " Jadi bisa ikut dan melakukan kegiatan yang serupa, tetapi dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan yang baik, "ungkapnya dengan menyatakan bahwa tournament ini adalah yang pertama dilakukan pada masa pandemi. (Ray)



BNNP Bali Sweeping tempat hiburan malam, Wujud komitmen War on Drugs

 

BNNP Bali, Sweeping tempat hiburan malam

GATRA DEWATA | DENPASAR | Badan Narkotika Nasional yang selalu berkomitmen untuk hadir ditengah masyarakat dalam bentuk melindungi generasi muda dari Narkotika, gelar sweeping tempat hiburan malam (THR). Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (2021), yang mengusung tema WAR ON DRUGS mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Brigjen Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH., MSi., selaku Kepala BNN Provinsi Bali dengan Tim Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkotika BNN Provinsi Bali. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini berfokus pada pencegahan serta melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan malam, dengan harapan, "bagi para penyalahguna atau pecandu narkoba yang terjaring, agar mengikuti program rehabilitasi untuk dipulihkan," ungkapnya, Jumat (18/06/2021).

Berdasarkan hasil sweeping di dua tempat hiburan malam ternama di Bali, yaitu Grahadi dengan sampel yg ditest urine, sebanyak 28 orang, yang terdiri dari Laki-Laki 11 orang dan Perempuan  17 orang, dgn hasil seluruhnya (-) negatif. Sementara, tempat kedua di Boshe VVIP Club, dari 12 orang yg di test urine, yang terdiri dari  Laki-Laki 7 orang dan Perempuan 5 orang, hasil seluruhnya, juga (-) negatif.


Melalui kegiatan ini, Kepala BNN Provinsi Bali, mengharapkan dapat melakukan ini untuk dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan Narkotika. Ini dikarenakan tempat hiburan malam berpotensi besar sebagai tempat peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika.


“Kedepannya, kegiatan-kegiatan seperti ini, akan terus dilakukan, dengan terlebih dahulu, memetakan tempat-tempat yang dianggap rawan, tidak hanya tempat hiburan malam, namun, juga tempat lainnya," pungkasnya.(Ray)


DPO Ganja 44,8 Kg Gawok ditangkap Tim Gabungan BNNP Bali

Ditangkapnya Gawok alias Carlo sebagai Bandar Narkotika jenis Ganja

Berita sebelumnya, fikri Soebing.....(Klik link)

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Mempertanggungjawabkan barang bukti seberat 5,8 kg ganja sudah berhasil di amankan tim gabungan BNNP Bali bersama Kanwil Kemenkum HAM Bali dan Lapas Kelas II A Kerobokan. Dari hasil penangkapan Bagong didalam Lapas Kerobokan, dikembangkanlah kasus tersebut dan didapatkan pemasok alias bandar yang diketahui bernama Gawok alias Carlo.




Tim gabungan ini bersinergi dengan Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN RI, yang kemudian melakukan penindakan dan pengejaran terhadap DPO Gawok yang diketahui tinggal terakhir di daerah Banyuwangi, Sabtu (12/06/2021), sekitar pukul 01.00 WIB, tepatnya di Dusun Krajan RT/RW 002/003 Kel/Kec. Pesanggaran Kab. Banyuwangi, Jawa Timur.

Gawok ditangkap dirumah mertuanya, dari keterangan Gawok bahwa ia masih memiliki paket ganja yang sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Bali, seberat kurang lebih ± 44 kilogram, yang menggunakan truk dari jasa ekspedisi. Lalu tim pemberantasa BNNP Bali bersama Direktorat Dakjar Deputi Pemberantasan BNN RI, memantau perjalanan truk ekspedisi yang diduga memuat paket kiriman milik Gawok, yang telah dicurigai berdasarkan keterangan Gawok berisi Narkotika (ganja).

Dibantu oleh unit deteksi K-9 BNNP Bali melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan dalam truk, bertempat di area parkir Terminal Tipe A Mengwi, pada Senin (14/6/2021, tepatnya, pukul 03.00 WITA. Kegiatan penggeledahan disaksikan oleh tersangka Gawok, Supir Truk dan 2 (dua) orang saksi masyarakat. Akhirnya, Tim gabungan BNNP Bali dan Dakjar BNN RI., berhasil menemukan 22 (dua puluh dua) paket, diduga Narkotika jenis Ganja, dengan modus disembunyikan dalam karung pakaian bekas dengan total Barang Bukti yang berhasil ditemukan tim gabungan, sebanyak ± 44 Kg.

Atas kejadian tersebut diatas, selanjutnya terhadap Pelaku atau Tersangka beserta barang bukti dibawa ke kantor BNNP Bali, guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 111 Ayat (2) dan Pasal 132 Ayat (1)  UU. RI No. 35 tahun 2009 tentang "Narkotika" dan diancam hukuman, minimal 6 (enam) tahun penjara hingga maksimal hukuman mati. (Ray)

Fikri Soebing, Buktikan komitmen berantas Narkoba dari Lapas ungkap 5.791,99 gram

 

BNNP Bali perlihatkan barang bukti ganja seberat 5.791,99 gram

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Operasi gabungan BNNP Bali, Kanwil Kemenkum HAM Bali dan Lapas Kelas II A Kerobokan Berhasil Ungkap Kasus Ganja Seberat 5.791,99 Gram. Keberhasilan ini dilakukan karena menindaklanjuti hasil analisis informasi Seksi Intelijen Bidang Pemberantasan BNNP Bali tentang akan adanya pengiriman paket ganja, dengan tujuan Bali.

Cerita berawal dari tertangkapnya seorang laki-laki bernama Yuda oleh tim gabungan, ia menerima paket barang kiriman yang didalamnya berisi narkotika jenis ganja, dengan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) I, dipinggir jalan Mahendradatta No. 100X, Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, pada Kamis (10/06/2021), sekitar pukul 15.00 WITA.

Yuda mengakui bahwa dirinya diminta oleh seorang yang diduga narapidana lapas kerobokan dengan nama Bagong, untuk mengambil paket kiriman yang berisi ganja. Dari keterangan itulah tim gabungan bergerak menuju lapas yang disana juga sudah ada tim yang menunggu. Dipimpin langsung oleh Kalapas Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, A.md.I.P.S.H.,M.H. "Ia benar kita telah mengamankan dan menggeledah Narapidana atas nama Bagong beserta handphone miliknya, "jelasnya.

Dari interogasi, Bagong mengakui bahwa benar dirinyalah yang menyuruh Yuda untuk mengambil paket berisi ganja dan mengakui bahwa pemasok ganja tersebut adalah Gawok. Tidak hanya itu saja Kalapas bersama tim gabungan juga mengamankan dan menggeledah Napi Lapas yang bernama Ombing serta mengamankan handphone miliknya. "Kita menduga Ombing juga mengetahui tentang pengiriman narkotika jenis ganja yang diambil oleh Yuda, berdasarkan percakapan handphone keduanya, "terangnya.

Pelaku bersama barang bukti dibawa ke kantor BNNP Bali, guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Yang pelaku dapat dikenai pasal 114 Ayat (2), Pasal 111 Ayat (2) dan Pasal 132 Ayat (1)  UU. RI No. 35 tahun 2009 tentang "Narkotika", dengan ancaman hukuman, minimal 6 (enam) tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (Ray)

32 Asosiasi Pariwisata Forum Bali Bangkit, Kita sudah Kritis segera buka Border untuk Bali

 

Forum Bali bangkit, Gelar Doa bersama dengan 32 Asosiasi Pariwisata sebelum lakukan Deklarasi bersama

NASIB BALI TIDAK SEINDAH KONTRIBUSINYA DEKLARASI DUKUNG BALI OPEN BORDER

GATRADEWATA NEWS | BESAKIH | Bali dengan segudang prestasi, banyak predikat yang disandangnya seperti The Best Island Destination yang diraihnya berturut-turut, bahkan saat masa pandemi covid-19 masih dapat mempertahankan gelarnya The Best Island versi Traveller Choice TripAdvisor (2020). Namun nasib Bali tidak seindah kontribusinya, pandemi yang telah merenggut dan memporak porandakan tatanan kehidupan dan sendi ekonomi Bali, itu hanya dalam hitungan bulan dan seketika itu juga Bali menjadi lumpuh bahkan mati suri hingga pertumbuhan ekonomi Bali berkontraksi minus (-) 9.31% (2020).


Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA., selaku Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali, mengatakan bahwa saat ini merupakan titik momentum baginya dalam asosiasi pariwisata bersama Forum Bali Bangkit, " Kita dengan 30 stakeholder pariwisata yang bergabung, kita semua menginginkan dalam Forum Bali Bangkit untuk
Bali Open Border (Bali dibuka kembali), deklarasi ini bukan semata-mata baru tetapi melalui proses yang panjang. Gagasan ini kita ambil dari masukan bapak Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Bali (maret 2021), Juli Bali bisa dibuka, dan hal itu sudah diketahui oleh Gubernur Bali juga, "terang Yoga Iswara, Rabu (16/06/2021), di Wantilan Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali.

Ia juga menerangkan bahwa Bali sudah berusaha mengenal, beradaptasi dan berdamai dengan Covid-19. "Kita harus bisa lebih besar dari covid itu sendiri, tentu dengan pelaksanaan CHSE perlu diperketat tetapi pergerakan ekonomi mulai kita perkuat kembali, sehingga aspek kesehatan dan ekonomi bisa berjalan berdampingan, " jelasnya.

Bersamaan dengan itu Ketut Ardana selaku Ketua ASITA Bali, yang baru saja menggelar kegiatan berskala dunia BBTF juga berpendapat yang sama, " Deklarasi Moral melalui Forum Bali Bangkit, kegiatan seperti inilah yang kita tunggu-tunggu. Kita sudah cukup tua untuk menjadi destinasi pariwisata dunia, artinya bahwa untuk melayani wisatawan dari manapun kita siap, walau dalam kondisi pandemi kita berbicara CHSE kita siap, baik hotel, transportasinya, biro perjalanannya, guidenya (pramuwisata), dan destinasinya. Memang hal ini memerlukan keberanian untuk melakukan aksi seperti sekarang ini, mendeklarasikan Open Border untuk Bali, "terang Ardana yang memiliki 400 perusahaan yang bergabung dalam ASITA.

Ia juga menambahkan bahwa paket destinasi sebelum dan sesudah pandemi tentu berbeda. Ditanya soal program baru yang ia adakan baru-baru ini Bali & Beyond Travel Fair (BBTF), " BBTF 2021 yang baru kita lakukan ini merupakan acara BBTF yang tersulit yang kita adakan, kondisi pandemi saat ini sangat sulit mendapatkan support dari manapun. Tentu Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif yang selalu mendampingi kami, tetapi dari pihak exhibitor (eksponen) atau seller di event ini, mereka penuh dengan keraguan. Kondisi ini karena mereka menanyakan bahwa apakah Bali akan dibuka, tapi bersyukur yang mengikuti acara itu ada 57 partisipan yang online dan 145 offline, dari 14 provinsi, 192 buyer internasional dan domestik, "jelasnya.

Begitu juga Dr. Gusti Kade Sutawa selaku POKLIPAR & Ketua AMPB (Aliasi Masyarakat Pariwisata Bali) yang ditemui saat acara deklarasi tersebut, " Kami dengan 30 ketua asosiasilannya menyatukan satu persepsi dan visi untuk mendukung pemerintah, bagaimana Bali dapat membuka Bordernya di bulan Juli seduai permintaan Gubernur ke Presiden. Kita semua sudah benar-benar sekarat, hotel-hotel banyak yang tutup, pegawai banyak yang dirumahkan, ekonomi minus, kita sangat berat sekali, dan tidak mungkin kita menunggu lebih dari bulan juli. Ibarat ini sudah titik terakhir untuk bertahan, kalo ini diperpanjang saya khawatir ini akan parah lagi nantinya. Parameter kita akan buka adalah Covid-19 sudah melandai di Bali dulu 3 digit sekarang sudah 2 digit, bahkan di Karangasem sudah tidak ada Zona merah, "tegasnya. 

Bali sebelum pandemi menjadi lokomotif Pariwisata Pariwisata Nasional dengan kontribusinya terhadap devisa pada Tahun 2019 mencapai 75 T dari total 270 T pencapaian nasional, angka tersebut hampir 30% dukungan Bali untuk Nasional. Tetapi secercah harapan muncul ketika Presiden Jokowi meninjau kegiatan vaksinasi untuk pelaku pariwisata di Bali (16/03/2021) dan memberikan gagasan serta harapan agar border Bali bisa dibuka kembali Juni atau Juli 2021.

Klik untuk zoom

Acara Symposium Bali Open Border yang diikuti oleh 32 Asosiasi Pariwisata (Forum Bali Bangkit) adalah GIPI, PHRI, ASITA, IHGMA, HILLSI, AMPB, BHA, BVA, FORKOMDEWI, PAIKETAN KRAMA BALI, BASCOMM, SUKSMA BALI, HFLA, GEMA PERDAMAIAN, HPI, HIPMI, IFBEC, BALI MICE FORUM, BSWA, ASPERDA, BPPD BADUNG, HRA BALI, NCPI BALI, BWA, UHA, ICA BALI, IHKA, MASATA BALI, BCC, ISA BALI, dan AHLEI COMMUNITY. (Ray)

.........


☆ Verified

☆ Certified

☆ Vaccinated

Budayasa, SMP Dwijendra masih sandang Sekolah Ramah anak, siap terima siswa baru

 

I ketut Budayasa, S.T., Siap terima siswa didik baru SMP Dwijendra Denpasar 

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk siswa yang sudah menamatkan pelajarannya di tingkat Sekolah Dasar (SD) sudah mulai dipromosikan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta sekelas Dwijendra merupakan sekolah yang patut menjadi pilihan bagi orang tua murid yang ingin anaknya mendapat pendidikan yang baik dan ramah anak.

Itu juga yang diceritakan oleh I Ketut Budayasa, S.T., yang merupakan kepala Sekolah (Kepsek) SMP Dwijendra Denpasar, mengungkapkan bahwa kesiapan dirinya dalam menyambut penerimaan Peserta Didik Baru. "Kita di SMP Dwijendra kita sudah siap dengan sarana dan prasarana untuk penerimaan siswa baru disini, jadi kita juga menerima siswa secara offline dan online. Tapi kami lebih tertarik menerima pendaftaran Siswa secara Offline, agar mereka memahami bahwa kita siap dengan protokol kesehatan, juga memperlihatkan kapasitas, gedung yang bagus dan baru, "terang Budayasa, Selasa (15/06/2021).

Ia juga menambahkan bahwa tenaga pendidik atau guru-guru tak luput dari ceritanya, bahwa SMP Dwijendra Denpasar siap menerima dan mendidik Siswa di Sekolah ini. "Hampir 50% pendidik kita bersertifikasi, kemudian kita juga membuat program baru yaitu kebiasaan dalam berbahasa inggris, jadi kita akan terapkan pada tahun ajaran ini. Disini kita akan mewajibkan anak didik untuk menggunakan bahasa inggris dalam kesehariannya, dan juga program seni yaitu dengan menerapkan hari-hari berbasa (bahasa) Bali, "jelasnya.

Dari segi penerimaan siswa, di SMP Dwijendra ini ungkapnya bahwa dirinya akan menerapkan harga yang ekonomis, karena kondisi Bali khususnya Denpasar banyak yang ekonominya turun akibat pandemi covid-19. "Harga PPDB sudah kita setting tidak memberatkan orang tua siswa nantinya, uang pangkal bila dibayar sampai akhir bulan juli kita akan beri kemudahan dengan mengangsur 2 kali, "tuturnya dengan harapan masyarakat yang memiliki putra dan putri sekolah dasar (SD) bisa segera mendaftarkan anaknya ke SMP Dwijendra Denpasar.

Untuk pembayaran tegasnya, bahwa murid hanya akan membayar Seragam dan SPP saja disana, "Jadi kita tidak menambah beban ke orang tua, dan mengoptimalkan juga penggunaan dana BOS untuk operasional dan keberlangsungan kegiatan dan program sekolah, " jelasnya.

Pendidikan yang diterima oleh siswa nantinya ia menegaskan programnya adalah mendidik dengan hati, "disini kita menyentuh hati dari anak-anak tersebut dalam mendidik mereka, kita juga termasuk sekolah yang ramah anak terbaik nasional (2018) sampai sekarang. Kita menerima sejumlah 352 siswa dengan satu harga dari awal sampai akhir, ayo segera daftarkan dan dapatkan kemudahannya, "ujarnya sambil tersenyum ramah. (Ray)

.....



Gilda, Work from Bali pemantik awal bagi pariwisata Bali

 

Gilda Sagrado, Sukseskan Work From Bali demi Bali kembali pulih

GATRADEWATA NEWS | DENPASAR | Program pemerintah pusat yang terlihat memiliki kepedulian terhadap Bali, memiliki polemik yang unik yang menjadi perbincangan di masyarakat Bali. Work From Bali (WFB) yang merupakan program Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, yang nantinya kemungkinan 25% saja dari setiap kementerian yang diizinkan bekerja dari Bali, seperti yang diungkap Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Vinsensius Jemadu pada waktu yang lalu dalam konfrensi pers virtual.


Mendatangi kantor Bali Tourism Promotion Board atau Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali, ditemui dengan ramah oleh Gilda Sagrado selaku Humas Kesekretariatan BPPD Bali. Ia sempat bercerita tentang Bali, bahwa Bali sesungguhnya masih menerima tamu mancanegara walau jumlahnya tidak banyak, yang penerbangannya melalui Bandara Soekarno Hatta lalu ke Bali.

Menurutnya program Work From Bali (WFB) yang sempat juga kita perbincangkan, ia mengatakan bahwa, " Program ini merupakan pemantik program berikutnya yang akan dicanangkan oleh pemerintah, dan kita harus melihat secara luas bahwa tidak mungkin pemerintah membuat program secara besar-besaran. Dan saya memuji program ini karena bukan bagaimana karena ini adalah indikator awal untuk bisa membuka program kedepan, "jelasnya, Senin (14/06/2021), di Kantor BPPD, Renon, Denpasar, Bali.

Walau jelasnya lebih lanjut, mungkin banyak masyarakat yang tidak tersentuh langsung oleh program Work From Bali. Ia juga meyakini ini merupakan titik awal dari kelak event yang dapat digelar selanjutnya bila telah dibukanya pariwisata bulan juli ini. "Kita juga berharap dari awal ini, seperti kawan saya yang berkeinginan membuat event internasional, seperti gelaran ajang boxing (tinju) di Bali dan event olah raga lainnya. Nah dengan kunci awal WFB inilah selanjutnya diharapkan akan bergulir kembali, " harap Gilda.

Yang ditekankan oleh Gilda dalam pernyataannya adalah kesuksesan program WFB adalah jalan awal dan memperlihatkan bahwa Bali siap melayani dan menyambut wisatawan nusantara dan mancanegara. "Yang kita butuhkan adalah exposure atau woro - woronya agar ini dilihat bahwa Bali siap melayani dan menyambut kedatangan turis dalam negeri maupun Luar negeri, "ucapnya.

Harapan yang ia ungkapkan akan dibukanya pariwisata juga tidak lepas dari peran masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi dan dukungan terhadap program-program pemerintah lainnya kedepan. Pariwisata merupakan tulang punggung penghidupan bagi Bali, tidak seperti daerah lainnya yang memiliki industri penopang lainnya.

"Saat kita nanti kelak menerima tamu mancanegara, saya pikir tidak bisa serta merta hanya kita terima saja, tetapi kita pasti akan membuat cluster-cluster dan destinasi tujuan yang akan kita bawa ke zona-zona hijau, sehingga pemantauan terhadap mereka jadi bisa lebih mudah. Walau ini memerlukan segala lini untuk dapat mencapainya, agar tetap terjaganya kondisi keamanan bagi kesehatan masyarakat Bali maupun tamu yang berkunjung ke Bali, "pungkasnya. (Ray)